(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Keras kepalanya bram


__ADS_3

Saat sampai di kantor mexca membuat bawahannya merasa heran, terutama faris dan merlin menatap aneh pada mexca yang selalu senyum dan wajahnya sangat berseri walo dia tak tidur semalaman.


Pagi itu wajah mexca terlihat sangat berseri - seri seolah dia habis menang lotre. Bahkan pada rapat siang itu mexca juga sangat ramah pada semua orang, walo ada kesalahan mereka tak mendapat amukan hanya peringatan ringan yang mengharuskan mereka menyelesaikan tugas laporannya pada besok siang.


"Eh, ada apa dengan bos ya? Kok dia hari ini sangat berbeda dan juga gak garang kayak biasanya." ucapan pegawe mexca yang keluar dari ruang rapat pada temannya yang lain.


"Kau benar bos agak beda, dia juga terlihat sangat tampan dengan senyumnya yang selalu merekah, ya walo dia sudah cakep dari sononya sih hihihi." timpali teman lainnya sambil mereka berjalan ke ruangan mereka masing - masing.


"Tapi dia terlihat kurang tidur karna matanya sayu banget, dan itu menambah ketampanannya, wajahnya yang dari sono uda cakep dengan masa sayu jadi makin sexy diaπŸ˜…." gelak tawa pegawe itu yang disambung dengan teman - temannya juga ikutan ketawa.


"Atau jangan - jangan desainer AL sudah memberinya jatah, karna sekarang dia ambil cuti yang tiba - tiba karna sakit." ucap teman yang satu devisi dengan dinda.


"Wah benar juga, bisa jadi begitu karna setelah nikah kan mereka langsung kerja. Waduh pasti bos ganas banget sampek desainer AL KO dan gak bisa jalan 🀣" sambung pegawe lainnya lagi, dan mereka pun terbahak bersama - sama di dalam lif.


"Mbak maaf apa saya boleh bertemu dengan desainer AL yang bekerja di sini?" tanya seorang pria pada resepsionis di lobby perusahaan mexca.


"Maaf pak hari ini desainer AL lagi ambil cuti karna dia lagi sakit." jawab resepsionis itu dengan ramah.


"Begitu ya, baiklah kalo begitu terima kasih." ucap pria itu dan dia pergi sambil berusaha menghubungi seseorang lewat telephon.


****************************************


****************************************


Brrrt hp dinda terus bergetar dari tadi. Tapi dinda tak mengangkatnya karna dia sedang sholat duhur.


"Masya Allah siapa yang dari tadi menghubungi sih?" dinda beranjak dan mengambil handphonnya di atas meja riasnya setelah dia selesai sholat.


"Hallo assalamu'alaikum mas." salam dinda pada seseorang yang menghubunginya.


"Iya ada apa mas? Jangan aneh - aneh dech mas." jawab dinda untuk orang disebrang


"Iya baiklah wa'alaikumsalam." dinda mengakhiri panggilannya lalu turun kebawah.


Setelah selesai masak dinda siap - siap untuk menemui yulia yang menghubunginya dan bilang kalo ada barang yang datang tapi tidak sesuai dengan pesanan (melebihi total pesanan yang seharusnya), dan setelah pit pada bu sumi dinda langsung melajukan mobilnya kearah mol untuk ketemu yulia dan melihat pesanan barangnya.

__ADS_1


****************************************


****************************************


Disisi lain ada seseorang yang lagi kesal karna telphonnya tak bisa nyambung karna sibuk "Kemana sih dia sebenarnya. Kenapa panggilannya sibuk terus dari tadi." kesal orang itu di depan mobilnya.


Setelah sekian lama nada panggilannya sibuk terus akhirnya dia melajukan mobilnya dengan kesal dan melaju sangat kencang. Sampai dia berhenti disuatu tempat karna dia melihat sosok yang dia kenali.


"Adinda!?" teriak orang itu dari sebrang.


Dinda menoleh kesumber suara yang memanggilnya "Loh mas bram?" gumam dinda yang melihat bram disebrang jalan.


Dinda mengabaikan bram dan dia langsung masuk kedalam mol tempat butiknya berada di mol itu. Dinda berjalan terburu - buru karna sedang ditunggu yukia dan juga orang yang mengirim barang.


"Yul, bagaimana?" tanya dinda setelah dia sampai di buyiknya.


"Iya ini Din, katanya ordernya emang segitu dan ini juga ada yang ngirim sofa baru saja datang." jelas yulia pada adinda.


"Maaf pak saya tidak order dengan jumlah ini, kain dan juga manik - maniknya terlalu banyak." ungkap adinda pada pengantar barang langganannya dan juga menunjukkan lis ordernya di hendpon adinda.


"Tuh kan Din, aku juga bingung dari tadi. Aku sudah hubungi mas Didi dan Dido juga mbak Ayuni katanya mereka gak oerderin kok, terus siapa yang melakukan ini cobak.?" tanya yulia dengan geram.


Didalam ruangannya dinda, yulia dan pengirim paket itu saling berunding. Dinda menghubungi pihak pengirim untuk konfirmasi agar bisa dikembalikan, dan sang pengirim hanya duduk menunggu jika ada barang yang akan dikembalikan agar bisa langsung dibawa biar gak bolak balik.


Dan diluar butik bram bersikeras ingin bertemu dengan dinda dan dia memaksa akan menunggu dinda. Sampai pegawe dinda tak bisa lagi berkata apa - apa lagi untuk mengusir bram yang tebal muka untuk selalu bertemu dengan dinda.


Setelah perundingan akhirnya dinda tau siapa yang mengorderkan barangnya, dan dinda mengembalikan semua barang yang sudah dikirim serta meminta barang dengan orderan awalnya, karna dia gak mau menerima barang yang telah datang itu.


"Maaf ya pak tolong dibawah kembali lagi semuanya dan saya sudah kirim lagi orderan baru. Tolong dikirim sesuai itu saja ya pak? Dan terima kasih, maaf sudah merepotkan." ucap dinda pada pengirim paket itu dan mengantarkan orang itu keluar.


"Dinda?!" teriak seseorang memanggilnya yang ternyata itu adalah bram.


"Ya Allah dia masih bersih keras saja." gumam pegawe butik dan dinda merasa bingung.


"Mas, kebetulan dinda ingin ketemu sama mas Bram." ucap dinda saat melihat bram menghampirinya.

__ADS_1


"Mas juga ingin bicara Din, ikut mas sebentar." ajak bram pada dinda dengan nada memerintah.


"Maaf mas kita bisa bicara di sini saja, atau keruangan Dinda mas." pinta dinda pada bram, namun bram langsung menarik tangan adinda keluar dari butik dengan paksa.


Cekrek


"Mas, apa yang mas Bram lakukan? Lepaskan Dinda mas." pinta dinda dengan berusaha menarik tangannya dari bram.


"Duduklah Din." pinta bram saat mereka sampai di sebuah restoran.


"Apa maksud mas Bram ini? Dinda sudah menikah mas, dan gak baik untuk kita ketemu begini." kesal dinda pada bram yang memaksanya ikut.


"Menikah, menikah.! Apa hebatnya dia Din, dan apa kamu tau seperti apa dia diluar sana. sebelum dia menikah denganmu. Kenapa kamu jadi wanita yang begok begini Din sekarang?" marah bram pada dinda.


"Maksud mas Bram apa!?" tanya dinda dengan nada kesal.


"Dan oh ya, barang yang mas order Dinda kembalikan. Tolong jangan ikut order karna Dinda tak butuh bahan sebanyak itu, dan juga Dinda gak mau ada kesalah pahaman diantara kita." jelas dinda yang sudah tak sabar dengan ulah bram.


"Din dengarkan mas, tak mungkin ada kesalah pahaman antara kita. Ingat kita pernah jadi suami istri sebelumnya. Dan mas minta tinggalkan dia kembalilah pada mas Din. Karna mas sangat mencintaimu." pinta bram pada dinda sambil menggenggam tangan dinda.


Cekrek


"Mas cukup.?! Dinda sudah bilang berkali - kali kalo dinda gak mau menyakiti hati mabak Monica, lebih baik mas Bram menjaga rumah tangga mas Bram dengan mbak Monica dengan baik." kesal dinda dan nasehat dinda untuk bram yang selalu mengganggu dia dengan keinginannya untuk balik lagi dengan dirinya.


"Oh jadi kamu sudah merasakan kejantananya dan merasa ketagihan dengan londo itu?" cibir bram pada adinda.


"Maksud mas Bram apa?! Dia adalah suami Dinda dan apa yang akan dia lakukan pada Dinda itu adalah hak dia dan gak ada hubungannya dengan mas Bram. Tolong jangan melewati batas mas.!!" geram dinda yang mulai tak bisa sabar menghadapi sikap dan permintaan bram.


"Dinda permisi karna sudah gak ada lagi yang ingin Dinda omongin sama mas Bram. Semua barang yang mas orderkan sudah Dinda kembalikan. Assalamu'alaikum." dan dinda beranjak pergi meninggalkan bram sendiri di restoran itu.


"Kita lihat Din, aku akan merebut mu dari tangannya, karna kamu adalah milikku pada awalnya." gumam bram setelah melihat adinda pergi meninggalkan dia sendiri.


Lalu orang yang dari tadi buntuti dinda dan bram serta mengambil gambar kebersamaan mereka mendekati baram dan menunjukkan sesuatu pada bram. Terlihat senyum dari bibir bram melihat apa yang ditunjukkan oleh orang itu.


Apa ya sebenarnya yang ingin direncanakan oleh bram?

__ADS_1


Dan kita pasti akan merasa sangat kesal kalo ada mantan yang selalu mengusik dan ikut campur kehidupan kita.


__ADS_2