
Pagi itu setelah selesai shalat subuh berjama'ah dinda langsung turun dan masak. Seperti biasa mexca akan lari pagi disekitar rumahnya, karna dekat dengan rumahnya ada taman tempat peristarahatan dan tempat anak mudah mudi bercengkrama dengan kekasih mereka dan juga teman - teman mereka.
Mexca tak tau kenapa sebabnya dari pagi dinda gak mau didekati oleh mexca, bahkan untuk berangkat kerja saja dinda berangkat sendiri dan juga selalu berkumpul dengan teman - teman kantornya saat makan siang.
Mexca yang merasa bingung dengan sikap dinda yang tiba - tiba berubah jadi galau sendiri. Bahkan saat malam hari jika mexca mendekat serta menyentuhnya walo menolak akhirnya semua berakhir dengan panas dan menggairahkan, namun tidak dengan sekarang. Dinda akan sedih dan menangis jika mexca memaksanya.
Sampai akhirnya mexca merundingkan soal hak asuh aleana dengan didi kalo mexca dan dinda akan mengambil tanggung jawab atas aleana mulai minggu depan jika diijinkan oleh didi dan ayuni. Karna mexca berharap dengan adanya alea dinda bisa sedikit melunak padanya, karna dinda sangat sayang pada alea.
Dan setelah menemukan kesepakatan dengan cepat mexca mengurus semuanya dan nama aleana pun langsung masuk dalam kk mexca serta dinda, dan nama aleana juga bertambah yang awalnya Aleana Putri Almira, sekarang ada tambahan nama keluarga mexca jadi Aleana Putri Almira Abigail.
Pagi itu mexca yang dicuekin sama dinda merasa gelisa, dia terus menempel pada dinda dan berusahan untuk membuat dinda tak marah lagi, bahkan setiap hari mexca selalu menahan hasratnya agar dinda tak semakin marah.
Segala macam rayuan dilakukan oleh mexca supaya dinda tak uring - uringan lagi, namun semuanya tak berhasil justru dinda makin kesal dan gak mau tidur bareng mexca. Dinda memilih tidur bareng dengan bu sumi di kamar bi sumi dengan alasan kalo dia rindu sama sang alm. ibunya.
"Ya Allah aku gak tau apa yang terjadi makin kesini Dinda makin sulit dihadapi, biar besok saja aku bujuk lagi." mexca yang bingung mengacak - acak rambutnya sambil jalan masuk ke dalam kamarnya, mexca merasa ftustasi ngadepin istrinya yang jadi sering uring - uringan dan selalu kesal sama dirinya.
"Sayang lagi apa?" tanya mexca yang melihat dinda sibuk di dapur.
"Lagi masak, emang mas gak lihat.!" jawab dinda dengan nada kesal.
"Sayangku kok marah - marah terus sih sama mas, emang mas punya salah apa hem?" tanya mexca dengan pelan meluk dinda dari belakang.
"Mas!"
"Hem, cup.!" mexca mengecup tengkuk dinda.
"Maafkan mas ya sayang, tolong jangan marah sama mas lagi, mas bisa melakukan apa saja tapi tolong jangan tinggalkan mas." ucap mexca memelas sambil masih memeluk dinda dan menyembunyikan wajahnya di belakang kepala dinda.
"Mas nangis?" tanya dinda bingung yang mendapati mexca teriak dibelakangnya.
"Mas bingung harus ngapain, dan mas sedih karna sayangnya mas marah terus." jelas mexca yang masih teriak sambil memeluk dinda erat.
"Dinda gak marah kok sama mas, dinda juga gak tau kenapa kadang dinda kesal dan gak mau didekati sama mas. Tapi dinda beneran gak marah sama mas. Maafin dinda mas, tolong maafin dinda." dinda ikut terisak dan menghentikan kegiatan memotong sayurannya.
"Sayang? Kok kamu ikutan nangis, maafin mas sayang." mexca memutar tubuh dinda menghadap dirinya dan menghapus air mata dinda.
"Mas Abi, dinda lapar." ucap dinda polos seperti anak kecil dan sepontan itu membuat mexca tersenyum, lalu memeluk dinda dan mencium sekilas bibir dinda.
"Kita makan diluar, tidak perlu masak. Biar bi sumi dan mang ujang saja yang masak OK." ajak mexca sambil mengusap pipi dinda dengan lembut.
__ADS_1
"Gak mau, dinda ingin makan masakan mas Abi. Mama pernah bilang kalo mas Abi bisa masak." ucap dinda dan itu membuat mexca tersenyum lagi. Dan akhirnya pagi itu mexca yang masak.
Mexca menyibukan diri di dapur menggantikan dinda, bagi mexca apa pun itu akan dia lakukan asal dinda tak marah lagi padanya dan mau untuk disentuh. Mexca memasak makanan spageti yang diminta oleh dinda dengan selalu menebar swnyum pada dinda yang duduk di depan meja makan yang menghadap ke dapur.
Dan kegiatan sarapan pagi itu dilakukan dengan sangat bahagia untuk dinda yang memakan masakan suaminya, dan mexca juga merasa bahagia karna masakannya dimakan habis oleh istrinya.
"Mas.?" panggil dinda yang melihat mexca siap - siap mau berangkat ke kantor.
"Apa sayang." jawab mexca singakat sambil memakai baju.
"Dinda hari ini gak ada kerjaan jadi masuk nanti siang cuma ngantar bahan saja." jelas dinda pada mexca sambil duduk ditepi tempat tidur.
"Yaudah gak papa sayang, mas berangak dulunya. Cup." mexca mengecup kening dinda dan dia berangkat pergi ke kantor.
*
*
*
Dan disisi laian di dalam rumah didi dia sedang merayu alea agar mau membiarkan dirinya menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya.
Aleana : Ya ayah.
Didi : Lea mau gak punya adik?
Aleana : Mau (alea menjawab dengan wajah polosnya)
Didi : Kalo gitu nanti malam Lea bobok sama kakek dulu ya, biar ayah sama mama buat adek untuk Lea, maukan sayang?
Aleana : Iya (menganggukkan kepala dengan cepat)
Didi : Duh anak ayah pinter banget sih sayang, cup (mengecup pipi alea)
"Sayang siap - siap kamu nanti malam, kita bergulat sampai pagi." 😁 gumam didi dengan menunjukkan sederet giginya, yang melihat istrinya ayuni sibuk masak.
"Hay, hay kalian lagi ngomongin apa bisik - bisik, mama juga mau ikut." ayuni yang baru selesai masak ikut nimbrung.
Setelah puas mereka bertiga bermain tiba waktunya didi untuk berangkat kerja shif siangnya, dan sebelum berangkat didi sudah mengajari pada alea saat nanti mau tidur dia harus minta untuk tidur dengan kakek biar bisa cepet dapat adeknya.
__ADS_1
"Kenapa mas?" tanya Ayuni curiga menatap didi suaminya yang bisik - bisik sama alea sebelum dia berangkat.
"Gak papa kok, cuma tanya alea mau dibelikan apa nanti kalo ayah pulang." jawab didi bohong sama Ayuni istrinya, setelah itu didi pun menghilang dijalanan dengan motornya. Karna kalo kerja didi selalu bawah bebeknya 🛵
*
*
*
"Loh kamu kenapa istriku? Kok bengong gitu sampek - sampek salam dari suamimu ini gak dijawab." tegur didi sambil menggoyang tubuh ayuni yang duduk bengong di depan meja riasnya.
"Eh mas Didi sudah pulang. Mau makan atau mandi dulu mas?" tawar ayuni pada didi.
"Mas mandi dulu, tapi kamu belum jawab pertanyaan mas kenapa bengong?" tanya didi lagi.
"Oh. Itu yunita bingung saja, kenapa alea gak mau tidur sama aku dan minta tidur sama ayah." jelas ayuni pada didi, dan seketika didi tersenyum lalu masuk ke kamar mandi.
"Yuni tolong bantuin mas dong.!?" teriak didi dari dalam kamarnya.
Tak lama kemudian ayuni datang "Aaah.!" teriak ayuni saat tangannya tiba - tiba ditarik oleh didi dan bibirnya dibungkam oleh didi dengan bibirnya. "Ayo kita lakukan istriku sayang, mas sudah lama menunggu ini." bisik didi ditelinga istrinya dan menuntun istrinyan ke tempat tidur.
"Mas Didi gak makan dulu?"
"Sssst, ini sekarang mas sedang makan kamu istriku." ucap didi yang langsung meraup lagi bibir istrinya yang ****.
Malam itu seolah sedang ditunggu oleh didi, dan dalam hati didi mengucapkan terima kasih pada putrinya yang pintar sehingga mau memberikan waktu berdua dengan istrinya.
"Selama ini aku selalu melakukannya dengan pengaman, sekarang ijinkan aku melakukannya tanpa pengaman karna putri kita sudah besar." bisik didi lagi dan merebahkan tubuh ayuni.
Didi pun langsung memulai pemanasan dalam permainannya, dia memulainya dengan meraba tubuh istrinya dan mencari sinyal sensitif yang paling sensitif dari tubuh itu. Jari jemari didi merayap masuk dan menyusup serta berhenti di suatu tempat saat dia mendapatkan response dari istrinya yang mulai men - des - sah tertahan.
"Aaah"
"Eghm"
Des - sah - han demi des - sah - han keluar dari bibir didi dan juga ayuni.
Didi seolah sedang menikmati permainan yang sangat luar biasa bagi dirinya, dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi didi dan juga ayuni. Mereka berdua tenggelam dalam sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa tiada tara. Suara mereka berdua saling beradu bergantian menghiasi seluruh ruang kamar mereka.
__ADS_1