
Setelah membuat dinda kelelahan dan tak bisa berjalan mexca merasa bersalah dan juga kasian melihat istrinya, hingga mexca memutuskan untuk tak masuk kantor dan ingin melayani adinda serta membantu mengurus anak - anaknya.
Satu jam mexca kenak omel dan marah mamanya karna telah membuat adinda sampai tak bisa jalan. Sementara adinda merasa lucu melihat suaminya yang diomel mertuanya hanya manggut - manggut dan berkali - kalian mengucapkan kata maaf.
Setelah puas ngomelin mexca mama mertua dinda itu duduk disebelah dinda dan merogoh isi dalam tasnya lalu menyerahkan botol kecil berisikan menyak.
"Apa ini ma?" tanya dinda bingung karna tak tau itu minyak apa.
"Itu buat dioles di situmu biar rasa nyeri dan lukanya cepet sembuh dan gak sakit lagi." jawab mama mertuanya pada dinda.
"Ooo, baiklah makasih ya ma. Nanti akan dinda pakek." dinda berkata dengan senyum diwajahnya.
"Emang anak mama itu mengerjain kamu berapa kalian kok kamu sampek kayak gini? Mama sudah tau kalo ini bakalan terjadi, makanya mama bawah minyak itu. Karna dulu papanya juga begitu. ๐" mama mexca berkata sambil nyengir.
"Hem ๐คจ" mexca yang mendengar merasa mamanya sangat aneh, menceritakan hal itu pada dinda.
"Pasti dia melakukannya lebih dari 5 kali ya. Anak itu dan papanya sama saja, gak sadar diri kalo mereka punya senjata yang gak wajar.!" geram mama mexca sambil menatap mexca yang sedang memberikan susu pada alan dengan kesal.
Seharian mexca merawat dan menjaga dua anak - anak nakalnya. Dan saat mereka bertiga ada di kebun belakang rumah, mexca mengikat kaleng - kaleng bekas yang disematkan dengan baju belakang alan, sehingga saat alan berjalan kaleng - kaleng itu berbunyi berisik. Mexca dan alea tertawa terbahak melihat itu, dan si kecil alan yang tak tau apa yang dilakukan oleh papanya ikut tertawa saat mendengar bunyi berisik kaleng yang disematkan dibelakang bajunya.
Klotak, klotak, klotak
Suara kaleng - kaleng itu berbunyi setiap kali alan bergerak dan berjalan, dan akan semakin berisik jika alan berjalan semakin cepat.
Gelak tawa orang - orang yang disayangi oleh dinda membuat dia penasaran dan akhirnya dengan berjalan tertatih dinda melihat ulah kenakalan suaminya yang ngerjain anak - anak mereka dan menjadikan mereka bahan tawaan. Dan tampilan alea tak kalah semrawut dengan adiknya, rambut alea diikat tak seimbang serta diberi hiasan rumput - rumput liar.
"Mas.?" panggil dinda pada mexca
"Sayang, kemarilah." mexca membantu dinda untuk turun dari 3 anak tangga untuk turun dan duduk ditaman belakang rumah.
__ADS_1
"Apa yang mas Abi lakukan pada anak - anak mas?" dinda bertanya melihat anak - anaknya jadi tak karuan dalam penjagaan mexca.
"Mereka lucu kan sayang." jawab mexca dengan ketawa lebar.
Dan hal itu diabadikan oleh mexca dengan merekam dan mengambil foto mereka berdua, serta tak lupa mexca ikut beraksi dengan kedua anaknya untuk membuat kegilaan dan kenakalan bersama. Dinda yang melihat itu hanya bisa bergeleng kepala dan tersenyum, karna dalam hati dinda gak bisa membayangkan kalo ternyata seorang mexca juga bisa berlaku gila.
Pagi itu mexca masih tak masuk kerja karna masih bantuin dinda mengurus anak - anaknya. Dia menyiapkan alea untuk berangkat sekolah dan memandikan alan karna adinda sedang menyiapkan sarapan untuk semuanya. Sekarang alea brangkat sekolah selain dianter sama bi sumi juga dijemput sama monica, karna mexca memberikan hak untuk antar jemput alea sekolah.
"Selamat pagi Alea sayang." salam dari monica yang sudah datang pagi itu.
"Pagi ibu monic." balas salam alea pada monica.
"Papa Lea sekolah dulu, bibi Sumi ayo.!" teriak alea memanggil bi sumi.
"Hati - hati ya sayang, cup." mexca mengecup pipi alea begitu juga dengan alea membalas dengan merangkul leher mexca dan mencium pipi mexca, lalu bersalaman dan lari keluar.
"Tolong jaga putriku." pinta mexca pada monica yang lebih ke arah perintah.
"Iya, ๐" jawab monica sambil menunduk dan senyum.
Setelah kepergian alea mexca kembali membatu dinda membersihkan kamar anak - anaknya, lalu sarapan bersama. Namun selama sarapan mexca begitu jail dengan mencolek - colek dinda, dan saat lagi bersantai dia juga membuat alan marah karna mexca terus menggoda alan dengan mencium dinda. Alan bagai tameng untuk dinda, dia sangat patuh sama omahnya, karna sang omah berpesan agar dirinya dan sang kakak menjaga mama mereka dari kenakalan sang papa.
"Mas, uda dong ah. Suka banget gangguin anak sendiri." kesal dinda pada mexca.
"Habis mas kesel, dia hadir juga dari bibit mas, tapi dia begitu patuh sama mama." kesal mexca sambil mencubit hidung alan.
"Karna dia tau kalo papanya nakal, ya sayang ya? Oh... Putra bunda." adinda memeluk alan dan menciumnya.
"Aaaaah, auh.!" kesal alan pada mexca yang sudah membuat dinda tak tau harus bagaimana memisahkan dua orang yang sedang bersitegang ini.
__ADS_1
Dan siang itu mexca malah bertengkar dengan alan putranya yang sedang asyik minum asi dari adinda, dan selama alan minum mexca juga ikutan mengecup dan menghisap dada dinda serta meninggalkan tandanya di sana, dan itu membuat alan terganggu.
"Sayang masak cuma alan saja papa kan juga mau, itu milik papa sayang." ucap mexca dengan nada memelas di depan anaknya yang lagi asik minum asi.
"Auuuh.! Egm." alan mendorong mulut mexca dengan tangan mungilnya agar tak mendekat ke asinya lagi.
"Kalian sudah ah." kesal dinda yang melepas asi dari mulut alan.
Tak lama kemudian alea datang, dia baru pulang sekolah langsung lari menyalami mexca, dinda dan mencium alan adiknya. Setelah itu mexca membawahnya untuk mandi.
"Ya, sayang cobak lihat itu dedek dari tadi minum terus dari mama, ayok kita juga ikut peluk mama." ajak mexca pada alea setelah selesai memandikannya.
Saat alea datang memeluk adinda secara otomatis alan akan berhenti minum dan ikut melakukan apa yang dilakukan oleh kakaknya. Mexca tersenyum melihat itu, karna rencananya menghentikan alan minum berhasil.
"Ya Allah sayang kalian kenapa, hahaha." dinda tertawa melihat kedua anaknya secara bersamaan memeluk dirinya.
"Mas bantu masukin sayang." ucap mexca memegang dada dinda dan memasukkannya ketempatnya dengan sesekali meremasnya.
"Mas.!" kesal dinda dan mexca hanya senyum.
Saat keseruan anaknya bermain dipangkuan ibunya mexca memanfaatkan moment itu dengan mengatakan kalo ini perang dan yang memihak dia akan dapat es crim.
Mendengar kata es crim alan dan alea bersemangat, mereka langsung mencium leher dinda tanpa henti dan mexca mengangkat dagu dinda agar dinda mendongak, dengan menyandarkan kepala dinda disandaran sofa mexca mencumb* bibir istrinya ditengah aktifitas anak - anaknya yang menciumi leher sang ibu.
"Erhm.!" dinda melotot pada mexca, namun mexca cuek. Sampai dinda teriak mintak ampun karna sudah kehabisan nafas.
"Kau benar - benar nakal mas. Aku baru tau kalo maaf Abi punya kenakalan ini." kesal dinda pada mexca yang mengajari anak - anaknya melakukan sesutau yang bisa dia manfaatkan.
Kegiatan yang dilakukan didalam kamar anak - anaknya itu membuat mexca punya ide, kalo dia ingin menyentuh dinda dia harus mengikut sertakan mereka dalam permainan, karna bagi anak - anaknya dinda adalah dunia mereka. Jadi kalo mereka diajak bermain dengan dunianya maka mexca bisa dengan asik menikmati menyentuh dinda tanpa ada protes dari mereka berdua. ๐
__ADS_1