(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Cucu yang ditunggu


__ADS_3

"Sebentar mas manggil perawat dulu karna infusnya sudah mau habis."Ijin mexca pada dinda yang sedari tadi menggenggam tangan mexca erat.


Tak lama kemudian seorang perawat datang untuk melepas infus dinda. Dan perawat itu menjelaskan agar dinda gak capek - capek selama ada di rumah, dan juga harus makan teratur agar kondisi tubuhnya baik dan perkembangan janinnya juga sehat. Setelah menjelaskan pada dinda perawat itu pun melepas infus dinda.


"Terima kasih Sus, tapi kalo boleh tau suami saya yang memanggil Suster kemana ya kok gak datang bareng Suster?" tanya dinda karna tak melihat mexca.


"Suami ibu Dinda sedang menemui dokter untuk mintak resep vitamin yang harus ibu minum secara rutin nanti selama di rumah." ucap suster itu sebelum pergi meninggalkan dinda.


Setelah dari ruangan dokter mexca kembali ke kamar dinda dengan membawah kertas resep vitamin yang nanti harus dikonsumsi oleh dinda, mexca berjalan di koridor rumah sakit dengan wajah yang sangat bahagia, serta senyum yang tak lepas dari wajahnya.


"Sayang ayo, kita pulang ke rumah." ajak mexca saat dia sampek dan membuka pintu kamar rawat dinda.


Mexca memapah dan menggandeng tangan dinda dengan erat dan hati - hati. Setelah dari apotik untuk menebus obat mereka (mexca+dinda) kembali lagi berjalan dengan bergandengan tangan ke parkiran mobil.


*


*


*


"Loh nak Abi, nak Dinda kenapa kok dipapah begitu? Apa sakit?" tanya bi sumi yang melihat mexca berjalan dengan memapah dinda dengan hati - hati.


"Gap papa kok bi, mas Abi aja nih yang berlebihan." jawab dinda yang merasa malu pada bi sumi karna mexca berjalan dengan memapah dirinya. Sementara mexca hanya senyum - senyum saja.


Mereka berjalan menuju kamar mereka di lantai dua, setelah dinda mandi dan membersihkan dirinya mereka pun menjalankan shalat berjama'ah dan makan malam bersama.


"Vitaminnya jangan lupa diminum sayang." ucap mexca mengingatkan saat dinda mau tidur.


"Iya mas sudah." jawab dinda yang langsung naik ketempat tidur merebahkan tubuhnya dan tidur berbantalkan lengan mexca.


Mexca tersenyum dan berkali - kali mengecup kening serta puncak kepala dinda dengan mesrah. Lalu memeluk tubuh dinda dengan erat, dan mereka pun terlelap dalam kebahagiaan yang sangat besar bagi mereka berdua yang akan dianugrahi buah hati dari hasil cinta mereka berdua.


Cup


Mexca menc*um kening dinda dengan sangat lama saat dia terbangun dari tidurnya, lalu mengelus pipi mulus dinda yang terasa lembut dengan penuh sayang, menatap dalam wajah dinda yang terlelap dalam balutan mimpi.


"Aku tak menyangka kamu telah menjadi milikku sekarang, bahkan akan menjadi ibu dari anakku." mexca mengulas senyum melihat dinda yang meringkuk dalam pelukannya.


"Rahasia Allah memang sangat indah, begitu banyak yang sudah kita lalui bersama."


"Mulai dari rasa cintaku yang tak terbalas, hingga kamu yang hampir menjual keyakinanmu, Sampai sekarang semua keindahan ini berada tepat didepan mataku, bahkan aku mampu merengkuhnya dalam pelukanku secara bebas."

__ADS_1


"Terima kasih sayang kamu telah memilihku." mexca mengecup lagi kening istrinya.


"Ya Allah, terima kasih atas semua apa yang telah Engkau berikan, atas semua nikmat yang telah ku rasakan dan kebahagiaan yang ku miliki selama ini." ucap syukur mexca dalam sujud malamnya.


Setelah selesai shalat mexca membaca surat - surat suci Al Qr'an sambil menunggu subuh datang, dan dinda tiduran di pangkuan mexca dengan mukenah lengkap yang belum dilepasnya. Dinda mendengarkan sura mexca yang merdu tepat dibawah kedua tangan mexca yang memegang kitab suci.


*


*


*


"Sayang kamu gak usah masak biar mas aja yang masak nyiapin sarapan, kamu duduk saja." pinta mexca pada dinda yang mau menyibukkan diri di dapur.


"Loh, nak Abi masak? Mau bibi bantuin nak Abi?" tanya bi sumi yang berjalan ke arah dapur.


"Ndak usah bi, saya mau masak spesial untuk Dinda. Bibi bantuin Dinda saja tadi katanya dia mau jemur baju sendiri." jawab mexca dengan senyumnya yang sangat merekah indah tak biasanya bagi bi sumi.


Setelah mexca selesai masak untuk sarapan dan dinda selesai menjemur semua baju dengan dibantuin bi sumi, akhirnya dinda sarapan setelah itu mexca mengambilkan vitamin untuk diminum dinda. Melihat itu bi sumi merasa ada yang aneh, dan ada banyak pertanyaan di kepalanya.


"Maaf nak Dinda, sebenarnya nak Dinda lagi sakit apa? Kenapa bibi perhatikan nak Dinda selalu minum obat, semalam juga setelah makan malam minum obat." tanya bi sumi memberanikan diri.


Mexca dan juga adinda tersenyum mendengar pertanyaan itu dari bi sumi, dan akhirnya mexca menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dinda dengan sangat bahagia dan pandangan yang berbinar - binar dari raut wajah mexca.


"Amin terima kasih Bi." ucap mexca dan dinda bersamaan dengan senyum yang tak kalah bahagia dari bi sumi.


*


*


*


"Mama Dinda datang berkunjung.!" teriak dinda saat dia masuk kedalam rumah orang tua mexca.


"Assalamu'alaikum sayang.!" teriak mama mexca dari dalam dengan senyum yang cerah, dan itu membuat dinda juga mexca tertegun melihat serta mendengar ucapan salam dari sang mama.


"Lah, kenapa kalian jadi mematung? Ucapan salam itu harus dijawab dengan baik." kata mama mexca saat dia sudah berdiri tepat didepan mexca dan juga dinda.


"Ah, iya wa - wa'alaikumsalam." jawab dinda yang terbatah.


"Hem, wa'alaikumsalam." mexca menjawab dengan bingung.

__ADS_1


"Ayo masuk sayang." mama mexca menarik lengan dinda dan membawahnya masuk duduk di sofa.


"Mama belum bilang pada kalian berdua ya, kalo mama dan merisca serta papa kalian telah menjadi mu'allaf mulai minggu lalu." jelas mama mexca pada dinda dan juga mexca yang duduk dengan bingung.


"Masya Allah, mama." dinda memeluk mama mexca dengan erat dan mengecup punggung tangannya, begitu juga dengan mexca yang juga mengecup punggung tangan mamanya.


"Rencananya mama akan datang ke rumah kalian hari ini untuk menceritakan ini pada kalian, eh malah kalian yang datang ke sini duluan." jelas mama mexca dengan senyum dan menggenggam tangan dinda.


"Iya ma, kami datang juga dengan kabar bahagia yang kami bawah." ucap mexca pada mamanya dengan senyum bahagia.


"Benarkah? Apa kabar yang kalian bawah, katakan pada mama." tanya mama mexca dengan melihat mexca dan dinda bergantian.


"Ma, dinda sedanag hamil cucu mama." jawab mexca


"Benarkah? Selamat sayang, cucu yang ku tunggu akhirnya akan melengkapi kebahagian rumah ini." mama mexca memeluk dinda dengan erat, dan berkali - kali bilang makasih.


Sore itu semua orang berkumpul di meja makan rumah mama mexca, mereka menghabiskan waktu makan malam dengan saling bercengkrama bahagia satu sama lain, dan mexca yang melihat ada yang aneh dengan anggota keluarganya, karna ada seseorang yang juga ikut bergabung dengan dia dan keluarganya.


Dalam hati mexca bertanya dan menerka apa hal yang telah terjadi selama beberapa bulan dia tak berkunjung ke rumah mamanya, dan juga tak ada yang beda saat dia menjalankan tugas dalam perjalanan bisnis denganya, namun sekarang orang itu terlihat lebih akrap lagi dengan keluarganya.


"Tunggu, dari tadi mexca bingung dan bertanya - tanya kenapa si dingin ini ada di sini, dan sejak kapan dia jadi begitu bebas di rumah ini?" tanya mexca pada anggota keluarganya soal faris yang dari tadi dilihat bebas mondar mandir di rumahnya itu.


"Eh, emang kenapa? Apa ada yang salah?" tanya merisca atas pertanyaan mexca kakaknya.


"Tidak aku hanya tanya." jawan mexca cuek.


"Dia akan menikah dengan adikmu dua bulan lagi." jawab papa mexca menjelaskan semua pertanyaan mexca.


"Benarkah? Wah selama ya mas Faris." dinda merespon dengan baik sambil spontan memeluk faris yang seketika membuat mexca melotot dan menarik dinda dari pelukan faris.


"Hey... Gadis nakal apa yang kau lakukan?" geram mexca yang langsung memeluk dinda dari belakang.


"Hahaha... Kami sudah sering berpelukan sebelum ini." jawab faris dengan terbahak melihat mexca yang posesif pada dinda.


"Apa?!" mexca menatap dinda yang hanya nyengir.


*


*


*

__ADS_1


Tak terasa hari telah berlalu dengan begitu cepat, kini usia kehamilan dinda menginjak usia 4 bulan dan mulai terlihat ada gundukan kecil diperut dinda yang terlihat lucu bagi mexca yang melihatnya saat dinda berganti baju, karna perut dinda akan terlihat dengan jelas.


Dan mama mexca juga jadi sering datang ke rumah mexca dan dinda hanya untuk melihat keadaan dinda dan juga membawahkan banyak buah untuk dinda yang sedang mengandung cucu yang ditunggu - tunggu.


__ADS_2