(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar


__ADS_3

Sore itu semua pegawe kantor baik yang dari department perencanaan, desain, pemasaran, dan lain lagi mengadakan pertemuan akhir tahun, dan karna bertepatan dengan akhir pekan juga jadi banyak yang ikut datang. Tapi mbak Ayuni tak bisa ikut, sebab di rumahnya lagi ada acara keluarga sendiri antara mbak Ayuni dan mas Didi yang ingin menghabiskan malam tahun baru berdua saja.


"Ayolah Din ikut ya... Biar rame, kan seru kalo rame rame Din." bujuk rekan kerjaku yang dari department yang sama denganku. Dan akhirnya aku pun juga ikut tapi gak bisa lama, karna besok aku ada janji sama Alea dan juga Oni untuk mengajak mereka jalan jalan ke taman hiburan.


Acara itu di adakan di sebuah restoran yang bisa di bilang sangat bagus dan nyaman, nuansa restoran itu bagai berada di dalam hutan bambu. Banyak pohon pohon bambu yang tertata dengan rapi dan juga bambu bambu kecil yang dirawat dengan baik berjajar rapi di sepanjang jalan setapak, saat angin bertiup suara dedaunan yang saling bergesekan memberikan kesan yang damai bagai melodi alam.


Kami semua menikmati acara makan - makan itu termasuk adinda yang merasa sebagai orang baru dan baru bergabung juga dengan perusahaan. Dan tanpa disadari oleh adinda dia dari awal sudah diawsi oleh seseorang dengan tatapan tak sukanya.


"Adinda aku akan membawahmu ke tempat yang akan sulit kamu untuk keluar lagi dari sana." orang itu menyeringai dengan wajah yang sangat menakutkan.


"Adinda ayo minum, aku membawahkan jus untuk mu." orang itu mendekati adinda dan memberikan jus pada adinda yang sudah dicampurkan dengan obat bius.


Bram yang juga ada acara makan - makan dengan rekan - rekannya tak sengaja mendapati adinda yang juga datang ke restoran itu.


"Adinda? Kenapa dia semakin kesini jadi semakin menarik dan juga cantik."


"Aku akan menyapanya."


Bram berjalan kearah meja adinda, namun sebelum sampai di meja adinda sudah bangun untuk membantu temannya mengambil sesuatu di dalam mobil.


"Halo semuanya, perkenalkan aku adalah Bram teman adinda, tadi aku melihat dia ada di sini? Kemanakah dia sekarang?" Bram berbasah basi dengan teman adinda yang tadi duduk semeja dengan adinda.


"Oh, iya halo tuan Bram, Adinda sedang mengambil barang di Mobil sebentar lagi dia pasti kembali." jawab teman adinda pada bram yang sudah duduk dikursi tempat adinda duduk.


Bram yang datang menyapa dan berbicara dengan teman adinda membuat seseorang yang tadi memberi obat pada minuman adinda jadi memiliki ide jahat pada adinda.


Bram yang menunggu selama 10 menit tak juga mendapati adinda balik dia pun sudah dipanggil oleh rekannya untuk lanjut dan pindah ke tempat lain.

__ADS_1


Saat bram pergi adinda kembali bersama temannya membawah sebuah alat untuk digunakan mereka dan memfoto acara makan malam itu untun mengabadikan kebersamaan sebagai bukti acara makan - makan tahunan.


Dalam keseruan tiba - tiba adinda merasa tak enak badan dan juga rasa nagntuk, jadi adinda pamit pulang duluan pada teman - temannya.


Dan sebelum pulang adinda pergi ke toilet dulu. Namun saat di dalam toilet adinda mencium aroma yang menyengat seperti bau obat pembasmi serangga. Karna merasa sesak adinda pun cepat cepat keluar dari dalam toilet.


Orang yang dengan sengaja menyemprotkan obat bius yang dicampur dalam gas obat serangga, berniat meningglkan adinda dalam toilet itu dan akan memindahkannya ke toilet pria, namun adinda berhasil keluar.


Tapi adinda tak bisa bertahan, saat dia membuka pintu mobil pandangannya menggelap dan kepalanya semakin pusing.


"Uhg.! Kenapa tiba tiba kepalaku pusing sekali?" adinda duduk di dalam mobilnya dan tak tau apa - apa lagi.


Bram yang dari jauh melihat adinda berjalan oleng mendekatinya, namun bram bukannya membantu dia malah memanfaatkan keadaan adinda yang tak sadarkan diri.


Di dalam mobil adinda bram mencumbui adinda yang sedang tak sadarkan diri.


Sontak bram terkejud, dan dia marah pada gadis itu. Namun gadis itu mempunyai bukti atas aksi bram, jadi dengan terpaksa bram pun ikut dalam permainan gadis itu.


Bram membius adinda lagi saat dia tau adinda akan sadarkan diri, lalu mereka membawah tubuh adinda masuk kedalam mobil lain dan membawahnya ke sebuah hotel.


*


*


*


Dalam kamar hotel itu bram yang sudah bekerja sama dengan sang pemilik yang merupakan atasan bram sendiri di kantornya.

__ADS_1


"Dia adalah mantan istri saya, kami akan memulainya lagi dari awal." ucap bram pada pemilik hotel itu.


Mendengar itu pemilik hotel pun memberikan ijin pada bram untuk memakai kamar yang ada di hotel miliknya.


Selang beberapa jam setelah gadis itu dan orang - orang mengambil foto - foto adinda mereka pun pergi dan meninggalkan bram sama adinda, dan tanpa diketahui oleh bram ternyata orang - orang itu sudah memasang rekaman secara diam - diam.


"Adinda? Bolehkan aku menyentuhmu? Bukankah seharusnya kau adalah milik ku Din?"


Bram bicara di samping adinda dan dia mulai perlahan membuka baju adinda satu persatu. Lalu bram mulai menyentuh tubuh adinda dan mencumbu adinda dengan lembut.


"Aku ingin memilikimu adinda, kembalilah lagi padaku. Jadilah milikku lagi, aku akan bertanggung jawab atas semuanya nanti."


Bram pun kembali menyentuh adinda, namun sebuah panggilan telpon membuat dia menghentikan aksinya setelah dia tau siapa yang menghubungi adinda, dan juga mendapati adinda yang matanya tertutup kain itu mulai tarsadar.


Dalam kepanikan bram meninggalkan adinda dalam kamar itu sendirian, dia pergi dan kembali ke rumahnya dengan sangat frustasi. Keinginannya yang begitu besar membuat dia hampir menyakiti adinda.


"Ugh." adinda tersadar sebentar saat dia merasakan ada seseorang yang menyentuh tubuhnya.


Pagi itu dua orang gadis yang semalam memberikan obat bius pada adinda dia kembali ke kamar hotel itu, dan mengambil hasil rekaman yang mereka pasang diam - diam.


"Hem. bagus sekali sesuai dengan yang ku duga dia adalah orang yang ada hubungan dengan adinda." kata kedua gadis itu dengan senyum jahatnya.


"Kita lihat apakah dia masih bisa bertahan dengan kabar berita ini?" ucap gadis itu pada tanya yang juga seorang desainer di tempat kerja adinda.


"Kita sebarkan sekarang juga, aku ingin dia keluar dari perusahaan. Posisi yang sudah sangat lama ku incar malah diduduki olehnya. Pasti dia melakukannya dengan cara tak baik." ucap teman gadis itu yang merasa kesal dan juga benci pada adinda.


Tanpa menunggu lama dua orang itu langsung menyebar luaskan gambar dan juga video adinda yang ada di sebuah kamar hotel dengan seorang pria yang tak lain adalah bram.

__ADS_1


__ADS_2