(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Exra Monica dan Dido


__ADS_3

Hari pertama masuk dunia model banyak orang yang masih belum berpengalaman, dan banyak orang yang mendekatii dido yang merupakan senior bagi para anak baru yang baru saja bergabung dengan dunia modeling.


Dido orang yang sangat baik dan juga rama pada semua orang sangat disukai oleh para juniornya termasuk monica yang baru saja bergabung dengan dunia model 2 bukan kemarin.


"Mas Dido boleh gak aku mintak tolong untuk diajari cara agar aku gak gerogi saat berada dipanggung? Karna aku suka tremor kalo sudah ditatap oleh banyak orang, dan akhkrnua jadi lupa harus bagaimana dan mati gaya." monica menjelaskan pada dido kako dia suka grogi yang akhirnya mati gaya didepan semua orang.


"Hahaha, bailah. Aku dengan senag hati akan menjadi teman belajar kamu sampai kamu bisa mengatasi rasa gerogimu dan demam panggung mu." dido mengatakannya dengan sangat senang hati.


Dido dan juga monica selalu belajar tiap kali ada waktu luang, dan mereka pun mulai dekat satu sama lain.


Tanpa disadari juga perasaan dido pada monica pun ikut tumbuh seiring dengan kebersamaan mereka berdua.


"Monica apa kamu lelah? Mau mas temani." tawar dido saat dia melihat monica yang berkali - kali menghela nafas panjang setelah acara pameran pertamanya monica.


"Iya ni mas, monica capek banget, hihihi." monica menjawab dengan senyuman yang dianggap sangat manis oleh seorang dido.


Seiring berjalannya waktu, monica pun telah menjadi seorang model yang sangat luar biasa. Monica jadi terkenal dan seeing dapat tawaran untuk main iklan bahkan acara pameran yang memakai jasa monica sebagai model pun juga semakin banyak.


5 tahun telah berlalu, dido yang telah menahan rasa sukanya pada monica mencobak untuk memberanikan diri ingin mengutarakan perasaannya. Namun cinta bertepuk sebelah tangan dido telah menjadi hal yang sagat menyakitkan sekaligus marah, karna monica telah menolak cintanya dan juga telah membuat orang yang telah dianggapnya sebagai saudara disakiti dengan menjadi madu dari saudarnya.


Rasa cinta dido pada monica telah berubah jadi rasa kesal dan benci, tapi tak bisa dipungkiri, walo bagaimana pun cinta pertama akan selalu tertanam dalam lubuk hati terdalam.


Seiring waktu berlalu kesuksesan dido semakin besar dalam dunia model, dan pekerjaannya sebagai manager di cafe milik aira membuat dia sibuk dan bisa mengalihkan perasaannya pada monica.


Tapi tak dir seolah berkata lain, lagi - lagi dido dihadapkan dalam dilema tentang monica. Pada saat malam setelah dia selesai mengisi sebuah acar, dia dihadapkan dengan monica yang terkena pengaruh obat dan tak bisa mengenali orang.


Malam itu dido menghabiskan malam dengan monica, bagai telah membalaskan dendamnya dido yang tah melampiaskan semua hasratnya akan monica telah membuat dia merasakan perasaan benci sekaligus cinta secara bersamaan.


*


*


*


Setelah 25 tahun lamanya lagi - lagi nasib mempertemukannya dengan monica. Kejadian 20 tahun lalu saat dia menghabiskan malam dengan monica ternyata telah menghasilkan sebuah biah cinta mereka yang telah dilahirkan oleh monica dan telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik nan rupawan.


"Mas Dido, ada apa mas dido mengajak aku untuk bertemu?" monica yang datang ke sebuah restoran di suatu mol besar di kota itu.


"Ada yang ingin aku tanyakan padamu, dan ku harap kamu menjawabnya dengan jujur tanpa ada kebohongan." dido berkata dengan tegas kepada monica.


"Iya mas, silakan tanyakan apa yang ingin mas dido tanyakan." monica menjawab dengan santai dan juga percaya diri seperti biasanya.

__ADS_1


Sebelum melanjutkan bicara dan bertanya akan kejadian dimalam yang mungkin tak diinginkan oleh monica selama hidupnya, dido lagi - lagi menelan salifanya dan juga kata - kata yang hampir mencuak keluar.


Monica yang duduk didepan dido menatap bingung pada dido yang mengajaknya bertemu dan ingin bicara namun hanya diam dan tertunduk tanpa ada kalimat yang keluar dari bibir dido.


"Sebenarnya ada apa?" monica membuka suara karna suasana jadi berubah hening.


"Ah, sebaiknya kita makan dulu. Karna makanan sudah datang " dido mengalihkan pembicaraan saat pengantar pesanannya sudah datang. Dan mereka pun makan dengan sunyi.


"Kenapa kamu terus melihat jam? Apa kamu ada janji lain, atau ingin bertemu dengan suamimu?" dido menanyakan sesuatu yang sebenarnya dia sudah tau kalo monica berpisah dengan bram dari adinda.


"Ah, tidak - tidak." monica menjawab dengan panik.


"Sebenarnya aku sudah berpisah dengan mas Bram dan sekarang aku menjalani hidupku sebagai seorang guru seni di sekolah dasar dan juga TK." monica menjelaskan tentang dirinya agar dido tak salah paham.


"Kamu sudah tak menjadi seorang model lagi?" Tanya dido memastikan, karna tak pernah bertu lagi dengan monica disetiap acara dan siaran tv.


"Ehm..!" lama monica tak menjawab dan seolah berfikir keras.


"Tidak apa jika tidak ingin cerita." dido mencobak menenangkan monica dari beban pikirannya.


"Sebenarnya tidak apa - apa, aku emang sudah keluar dari dunia model." monica langsung menjawab dan seolah memberikan senyuman yang terpaksa dia lakukan.


"Oh iya, katanya ada yang ingin mas dido katakan dan tanyakan pada ku, apa itu?" monica mengingatkan lagi pada dido awal niat pertemuannya ini.


Monica dan dido pun keluar dari restoran itu dan dido melajukan mobilnya ke sibuah taman yang terletak di pinggiran kota.


Dido memarkirkan mobilnya dan membuka atap mobilnya, lalu dia menghela nafas dalam serta panjang sebelum memulai membuka percakapan dengan monica.


Dido "Sebelumya aku mintak maaf jika aku terlalu ikut campur."


Monica "....."


Dido "Aku melihatmu sangat dekat dengan alea, dan aku sudah dengar ceritanya dari adinda,..." dido menghentikan kalimatnya


Monica "Iya dia adalah putriku......" monica tertunduk dan dia mulai teringat lagi akan kejadian malam itu, saat dia menghabiskan malam dengan seorang pria asking yang tak dia ketahui siap orangnya.


Dido "Maafkan aku, aku tak bermaksud untuk menyelidiki tentang dirimu." menatap monica yang tertunduk.


Monica "Tidak apa, karna aku emang ibu yang jahat, karna telah membuang putriku sendiri. Tapi aku sangat berterima kasih karna adinda telah merawat dan membesarkan putriku dengan baik." monica mulai meneteskan air matanya, menyesali atas semua perbuatannya.


Dido "Jika begitu kenapa kamu tetap melahirkannya ke dunia ini? Dan itu membuat hidupmu susah."

__ADS_1


Monica "Karna dia tak bersalah, dan awalnya aku ingin melakukannya karna merasa kesal melihat mas Bram yang mulai mencintai adinda. Namun semua tak bisa aku kendalikan." air mata monica tumpah tak bisa terbendung lagi.


Dan dia tak tau dapat dorongan dari mana sehingga dia menceritakan semuanya pada dido. Mulai dari awal dia dijebak dan ingin dijual oleh manajernya sendiri pada seorang pria tua yang kaya hingga dia menghabiskan malam dengan pria yang tak dikenalnya.


"Maafkan aku, tolong maafkan aku. Aku tak tau kalo semuanya akan membuat hidupmu jadi berantakan." dido spontan menarik tubuh monica dan memeluknya, serta mengucapkan permintaan maafnya.


"Tidak apa kenapa mas dido memintak maaf padaku? Itu adalah balasanku karna sudah jahat pada adinda yang tak pernah menyakitiku." monica mengurai pelukan dido dan menyeka air matanya.


"Tidak, itu juga salahku. Karna aku memanfaatkan keadaanmu yang terpengaruh obat dengan melampiaskan semua rasa kesalku padamu yang telah menolak cintaku." dido menjawab dan menjelaskan bahwa pria malam itu adalah dirinya.


"Ma - maksud mas dido?" monica yang merasa terkejud mencobak bartanya untuk memeperjelas jawaban dari dido.


"Ya, aku adalah pria malam itu. Yang telah menghabiskan malam denganmu saat kamu dalam pengaruh obat." menatap monica yang mematung mendengar pernyataan dido.


"Aku mencintaimu monica, dan masih sangat mencintaimu." menyatakan cintanya lagi yang dulu sempat ditolak oleh monica.


"Bu - bukankah mas Dido membenciku? Karna menyakiti Adinda?" bertanya dengan tatap bengong serta bingung harus berbuat apa.


"Tidak, aku tak pernah membencimu. Aku hanya kesal dengan sikapmu yang seolah itu bukan dirimu. Karna aku tau kamu bukan orang yang sejahat itu." berkata dengan sungguh - sungguh dan menatap bola mata monica dengan dalam.


"Tapi sekarang aku tak layak mendapatkan perasaan cinta itu dari mas Dido, aku wanita kotor dan juga jahat." monica menjelaskan dengan menunduk, karna merasa dirinya tak pantas menerima cinta dari siapa pun.


"Kamu bukanlah wanita kotor monica. Kamu hanya melakukan hubungan tanpa ikatan dengan ku saja kan?" dido bertanya dan memegang habu monica agar menghadap dirinya.


"Iya, selain mas Bram yang menjadi suamiku aku hanya melakukannya dengan pria yang menolongku malam itu." monica mengangguk dan menjawab pertanyaan dido.


🙂 dido tersenyum menatap monica yang masih tertunduk.


"Kau adalah ibu dari putriku." dido berkata dan memegang dagu monica agar mata monica menatap matanya.


"Mas Dido?" monica berkaca - kaca lagi mendengar kata - kata dido yang tak menghinanya.


Dido tersenyum dan dia mendekatkan wajahnya pada monica "Aku mencintai monica."


Dido semakin mendekatkan wajahnya saat dia mendapat saat dia melihat monica menutup mata setelah dia menyatakan cintanya, dan dido menganggap itu adalah respon dari monica atas pernyataan cintanya.


💋


Kecupan dan ciuman lembut mendarat dibibir monica, dido menatap bola mata monica yang juga menatapnya saat dia mengurai ciumannya.


Dido menempelkan keningnya dengan kening monica "Apa kamu mau menikah dan menjadi istriku? Menemani aku seumur hidupmu.?" dido bertanya dengan posisi yang keningnya masih saling menempel dengan monica.

__ADS_1


Mendengar permintaan itu monica merasa sedih dan juga bahagia, karna merasa masih ada orang yang menghargai dirinya, dan monica pun menjawab dengan anggukan serta air mata yang keluar lagi dan tak bisa dia kendalikan, karna bercampur dengan rasa sesak dalam dadanya.


Dido pun mencium lagi bibir monica dengan sangat lembut dan dalam, serta penuh gairah. Dia merengkuh tubuh monica dalam pelukannya, sehingga monica yang awalnya menangis jadi terbawah dan mulai membalas dengan mengimbangi ciuman dari dido.


__ADS_2