(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Candu yang memabukkan


__ADS_3

Dinda memeluk mexca dengan erat seakan tak mau melepas mexca, "Tak terasa ya sudah 3 tahun usia pernikahan kita. Terimakasih karena selalu ada di sampingku. Terima kasih karena kamu juga mengizinkan aku selalu ada di masa susah dan senang hidupmu. Teruslah kita seperti ini sampai tua. Aku akan menghabiskan seumur hidupku untuk menunjukkan kepadamu apa arti cinta sebenarnya. Aku akan mendukung dan menghargaimu. Selamat ulang tahun pernikahan, masku. I Love You.” 💋 bisik dinda dan mengecup bibir mexca.


"Makasih sayangku." 💋 balas mexca dengan senyuman yang menunjukkan kalo dia sangat puas, karna senyumannya bagai matahari yang bersinar terang dipagi hari.


"Ayo kita pulang dan istirahat di rumah." ajak mexca pada dinda yang masih berglayut manja pada dirinya dalam keadaan polos.


30 menit kemudian mereka sudah selesai membersihkan diri dan sarapan di restoran hotel. Wajah mexca yang nampak berseri - seri jadi bahan omongan para pegawenya.


"Wah, bos kita terlihat sangat cerah ya setelah semalam diservis sama bu bos, hihihi." bisik - bisik pegawe mexca dengan sesama temanya.


"Iya, mereka benar - benar pasangan yang sangat serasi, bagai raja dan ratu." timpali temannya.


Setelah sarapan dinda dan mexca melaju pulang, dalam perjalanan pulang suasana sangat ramai karna bertepatan dengan akhir pekan dan banyak orang yang mau pergi liburan, atau hanya sekedar bersantai dengan keluarganya.


Mexca selalu menyempatkan diri untuk mencium pipi adinda apa bila berhenti dilampu merah, dan itu selalu membuat dinda jadi salah tingkah. Ya walo mereka sudah menikah dan menghabiskan waktu bersama selama 3 tahun, dinda masih saja dibuat salah tingkah oleh mexca jika mereka sedang berdua saja, karna mexca keram merambah kemana - mana gak bisa diem. Seperti saat ini tangannya nemplok dipaha adinda dan jemarinya menari disana.


"Loh mas ini bukan jalan ke rumah mama, katanya mau jemput anak - anak." tanya dinda yang baru sadar kalo arah jalannya menuju pulang bukan ke rumah mertuanya.


30 menit sebelum sarapan


Mexca : Assalamu'alaikum ma


Mama : Ya, wa'alaikumsalam. Kenapa? Kamu menitipkan anak - anakmu lebih lama lagi ya.


Mexca : Mama tau aja 😁


Mama : Kelakuan, tapi ok. Karna mama mau pamer sama teman arisan mama betapa cantik dan gantengnya cucu mama.


Mexca : OK ma


Mama : Tapi inget jangan bikin adinda lelah, awas kamu

__ADS_1


Mexca : Ok siap.


Setelah mematikan panggilan telpon dengan mamanya mexca langsung menghubungi bi sumi, dan mengatakan kalo bi sumi bisa istirahat dan pulang ke rumah anaknya selama 3 hari karna dia ingin menghabiskan waktu dengan istrinya. Mendengar itu bi sumi langsung mengerti dan langsung pergi ke rumah anaknya bersama mang ujang suaminya.


Saat ini suasana rame dijalanan.


"Hem, tadi mama bilang ingin bawah anak - anak untuk arisan dan mau pamer sama teman - temannya." bohong mexca namun ada benarnya juga karna mamanya emang mau membawah cucunya untuk ikut arisan.


Setelah sampai di rumah juga keadaan rumah sangat sepi, dinda yang tak tau apa pun yang ada didalam hati dan otak mexca suaminya itu tak menaruh curiga. Sementara mexca sudah tersenyum tipis melihat suasana halaman rumah yang sepi, dan itu menandakan kalo dinrumah hanya ada dirinya dan adinda sang istri.


Begitu selesai memasukkan mobil ke garansi mexca langsung mengangkat adinda yang hendakn masuk kedalam rumah.


"Aaarh.! Mas apa - apa an sih, nanti ada bi sumi kan malu dinda." teriak kaget dari dinda yang tak digubris oleh mexca karna dia telah mengusir semua orang demi kebersamaannya dengan dinda istrinya.


"Di rumah hanya ada kita sayang." ucap mexca yang langsung mendudukan adinda diatas meja makan dan 💋


"Ehgrm." suara dinda yang mendapat cumb*an dari sang suami, dan mexca tersenyum melihat reaksi istrinya.


Mexca menj*mah istrinya dengan sangat liar dan ganas, sehingga adinda merasa seolah dia sedang melayani 5 orang sekaligus. Jedah waktu istirahatnya 15 menit saja dan mexca akan berhenti saat makan saja, itu pun tak bisa diam tanganannya walo sedang makan.


Mexca yang merasa sangat menikmati kebersamaan dengan istrinya itu, dia bagai anak yang tak diberi makan setahun lebih, tubuh dinda hampir tak ada celah untuk menggambar karna semua sudah diberi tanda oleh mexca.


"Kau sangat nikmat sayangku, aku tak bisa berhenti untuk menyentuhmu." bisik mexca di telinga dinda dalam selalu - selalu pertautannya.


Fantasi mexca untuk berc*nta dengan istrinya diseluruh sudut rumah ini telah terwujud. Mexca bagai binatang buas yang menemukan mangsanya dan melahap habis tanpa menyisakan apa pun. Kegiatan yang dilakukan oleh mexca dari pagi hanya mengerjain adinda yang dilakukan mexca di ruang keluarga, ke meja makan, dalam ruang kerjanya bahkan dalam bathtub kamar mandi mereka.


"Kau adalah canduku yang memabukkan sayang." bisik mexca saat dia mengangkat tubuh dinda dan menidurkannya ditempat tidur.


"Kamu membuat ku bekerja sangat keras mas hari ini." jawab dinda dengan mata sayunya.


"Maaf ya sayang, aku sangat mencintaimu. Aaahhh.! Entahlah bagaimana cara aku mengatakan kalo kamu adalah segalanya bagiku." ucap mexca yang merasa kesal karna tak tau bagaimana mengatakan perasaannya.

__ADS_1


"Aku tau apa yang mau mas Abi katakan, dan aku juga tau bagaimana perasaan mas Abi." ucap dinda sambil memeluk mexca yang tidur disebelahnya.


"Assalamu'alaikum ma.!" teriak alea saat dia memasuki rumah pagi itu.


"Wa'alaikumsalam sayang." jawab dinda dari dalam rumah.


Pagi itu saat bangun tidur dinda baru bisa merasakan kalo tubuhnya terasa remuk dan juga daerah inti*nya terasa sakit buat jalan. Sehingga mexca terpaksa mengurus dinda dan memutuskan untuk tidak masuk kerja pagi itu.


"Papa.!" teriak alea dan mexca memeluk kedua anaknya serta mengecup pipi keduanya, lalu kedua anak itu mendekati ibunya dan memeluk dinda seolah sudah 1 bulan tak ketemu.


"Loh, kenapa dengan Dinda mex?" tanya mama mexca yang melihat dinda hanya duduk di sofa selonjoran dan leptop dipangkuannya.


"Gak papa kok ma." jawab mexca yang sibuk memotong buah untuk anak - anaknya.


"Ma ucu." alan naik kepangkuan dinda dan mintak minum asi-nya.


"Eh, Alan minumnya dari dos saja ya sayang, ini uda papa siapkan." cegah mexca pada anaknya yang mau minum langsung dari dinda.


Melihat mexca yang mencegah dan berusaha merayu anaknya agar tak minum dari dinda dan mau minum dari botol, membuat mamanya jadi curiga kalo mexca telah menyiksa dinda seharian.


"Apa yang kau lakukan sih mex.! Kau mencurigakan, bukankah mama sudah bilang jangan buat dinda lelah. Ini kau malah membuatnya tak bisa berjalan." marah mama mexca pada mexca,


"Maaf ma kelepasan. 😁" mexca menjawab dengan nyengir.


"Kelepasan gundulmu. Apa kau tak sadar seberapa besar punyakmu itu hah.!" geram mamanya pada mexca.


"Kau ini, apa seharian mesiksa istrimu tanpa ampun. Kau ini pem*rk*sah yang keji." mama mexca memukul bahunmexca.


"Ya Allah ma, dinda kan istriku. Kenapa mama bilang aku ini pem*rk*sah, jahat banget." gerutu mexca kesal dengan kata - kata mamanya.


"Iya, tapi kalo sampek seharian apa namanya kalo bukan itu.!" teriak. mamanya pada mexca.

__ADS_1


"Iya, ya mexca yang salah, habis dinda bagai candu yang memabukkan bagi mexca ma. 😊" jawab mexca dengan senyuman tanpa dosanya.


__ADS_2