
Hari telah berganti minggu, minggu telah berganti bulan, dan bulan telah berganti tahun, tahun pun telah terlewat beberapa kalian. Namun cinta dan kasih sayang mexca pada dinda tak pernah berubah, bahkan semakin kesini mexca semakin menjadi, dia tak lagi menutupi atau pun segan jika harus bermesraan dan mencumbu dinda di depan anak - anaknya.
Pendidikan yang diberikah oleh mexca pada kedua anaknya sangat keras dia tak pernah toleran jika menyangkut soal agama. Karna bagi mexca agama sangatlah penting, dia tek ingin anak - anaknya salah dalam memilih dan melangkah.
Alea yang sudah mulai masuk SMP pengewasan tentang pergaulannya di sekolah diserahkan pada oni yang satu sekolah dengananya. Sementara alan yang sudah duduk dibangku sekolah dasar telah menunjukkan potensinya sebagai pemimpin.
"Sayang, cintaku, juitaku." goda mexca pada adinda yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, karna ini adalah waktu bagi para pegawe adinda untuk menerima uang gaji mereka.
"Mas?" dinda menatap mexca dan mexca menunjukkan wajah polosnya.
"Huff, baiklah, tapi sekali saja." dinda pun mengiyakan permintaan mexca, dan mexca langsung senyum sumringah.
Karna setelah menikah sekian lama dengan mexca dinda jadi mengerti kemauannya hanya dengan isyarat yang dikirimkan oleh mexca. Mereka pun menghabiskan waktu siang itu dengan bermain menusuk sarung senjata, permainan keduanya pun semakin liar dan sangat luar biasa. Semakin tua mexca bukannya semakin menurun namun potensinya dalam permainan semakin kuat.
Janji hanya tinggal janji, yang awalnya setuju bermain sekali pun telah lewat hingga sore hari. Dinda di buat K.O oleh mexca, dan kenakalan mexca pun semakin menjadi, saat dinda terlelap dalam tidurnya mexca justru memikmati melahap tubuh istrinya, dia seolah tak ada lelah dan puasnya jika sudah bermain begitu sama dinda. Mexca bagai alan kecil yang sedang menikmati minum asi pada adinda. Dan adinda yang sudah lelahpun membiarkan aktifitas mexca pada tubuhnya.
"Kok sepi bi? Mama sama papa mana?" tanya alan Pa bi sumi yang tak mendapati kedua orang tanya saat pulang sekolah.
"Entahlah, tadi siang masih ada kok. Bibi gak tau sekarang kemana." jawab bi sumi bingung yang tiba - tiba tak mendapati majikannya.
"Ooo... Ya sudah biarkan saja. Terus apa kak Lea belum pulang?" tangan alan mengalihkan pertanyaan kepada bi sumi, karna dia tau jika papanya tiba - tiba menghilang maka dia sedang mengerjain mamanya.
"Belum, mjngkin sebentar lagi." jawab bi sumi yang sedang menyiapkan makanan untuk alan.
"Assalamu'alaikum.. Halo my baby bear?" salam alea saat dia pulang sekolah dan melihat alan sedang asyik maien game.
"Ais.! Tak bisakah memanggilku dengan baik, wa'alaikumsalam." ketusnya sama alea yang selalu memperlakukan alan seperti anak kecil.
"Lan, lagi maen apa?" tanya oni yang ikut datang karna mengantar alea pulang.
"Aih, ngapain kak Oni kesini?!" tanya alan dengan kesal.
"Ya nganterin kakak pulang lah. Kau ini." jawab alea dengan mencubit pipi adiknya yang selalu kesal jika ada teman cowok alea datang ke rumah.
"Ya nganter - nganter aja ngpain ikut masuk." kesal alan yang melihat oni seolah berkata cepat pergi.
"Aku hanya ingin memastikan dia aman." jawab oni yang seolah berkata menyingkirlah.
__ADS_1
"Ya terima kasih sudah mengantar kakaku. Dan ingat 1 tahun lagi aku yang akan menjaganya, jadi kak Oni tak perlu mengantar jemput lagi." peringatan alan pada oni yang selalu melawan jika berurusan dengan alea.
"Alan.! Plak." alea berteriak sembari memukul bahul alan yang menghalangi dia dan oni didepan pintu.
"Apa?!" teriak alan balik dengan menatap garang pada alea yang berdiri dibelakang alan, karna alan berdiri tepat didepan pintu menghalangi kakaknya dan juga oni untuk saling lihat.
"Heh, kau posesif pada kakakmu boleh saja. Tapi ingat satu ini, jaga dia baik - baik untuk sekarang, karna aku akan mengambilnya nanti untuk ku jadikan dia sebagai ratu kesayangan. Bay..."βoni berkata sambil berlalu pergi dengan melambaikan tangannya.
"Jangan cobak - cobak." teriak alan pada oni yang berjalan kearah pintu keluar.
"Kak Oni hati - hat...Ehm.!" teriak alea yang terputus karna alan mencium bibir alea.
"Alan...?!" kesal alea pada alan.
"Hahaha... Kalo aku tutup dengan tangan kakak pasti menggigitku." jawab alan dengan terbahak.
"Tapi itu ciuman pertamaku.!" kesal alea pada alan yang selalu buatnya kesal.
"Pertama apanya!? Bukankah kakak sudah seeing dicium papa waktu kecil." ledek alan pada alea.
"Ya, jangan gitu dong kak, OK dech maaf aku salah. Maafin ya kakakku yang cantik." rayu alan pada alea yang terlihat kesal.
"Kenapa kalian berisik sekali?" mexca berdiri diambang pintu kamar alea.
"Alan telah mencuri ciuman pertamaku Pa." adu alea pada mexca
"Ciuman apa an?!" bela alan
"Tak masalah itu namanya kecupan sayang tuan putriku." ucap mexca enteng.
"Papa.! Kalian sama saja.!" kesal alea dan mexca hanya tersenyum mengangkat bahu.
"Loh, kenapa ini kok ngambek. Ada apa sayang?" tanya adinda yang mendapti putrinya manyun berjalan ke arah ruang keluarga.
"Alan mengecup bibirnya, dia jadi kesal karna mau diberikan pada Oni." jawab mexca sambil melangkah mendekati istri dan juga putrinya.
"Eh.?" dinda menatap alea
__ADS_1
"Bukan begitu bun.? Ehm" jelas alea yang tertahan karna adinda mengecup bibir alea.
"Bunda.!" kesal alea, dan mexca sama alan terbahak.
"Bunda gak rela jika yang pertama adalah orang lain." ucap dinda serius.
"Aduh putri kita sudah dewasa sayang, sudah waktunya aku berbesan dengan Yulia." ucap dinda menggoda alea yang menekuk wajahnya dengan kesal
"Tentu saja sayangku. Cup." mexca menjawab dan mengecup bibir adinda, lalu mengedipkan mata pada alea.
"Kegirangan dia kalo mau dinikahkan.!" jawab alan meledek kakaknya yang tersenyum malu mendengar bundanya berkata berbesan.
Keakrapan antar anggota keluarga dalam rumah mexca sangat erat, satu sama lain saling mendukung dan menjaga. Mexca menanamkan kasih sayang kepada kedua anaknya, dan saling menjaga satu sama lain, sehingga mereka kadang terlihat begitu mesrah bagai pasangan saat diluar rumah.
Pagi itu adalah akhir pekan, alea dan oni sudah punya rencana untuk keluar bersama, dan alan dengan kegiatannya main futsall dengan sepupunya dan juga temannya.
"Akhir pekan emang enak bersantai sayangku." mexca yang sedari pagi nempel ke adinda kek perangko.
"Akhir pekan sepi banget keadaan rumah tanpa adanya trio ribut." gumam dinda yang sendirian di rumah.
Hari sudah menjelang sore namun tak ada satu pun dari 3 orang kesayangannya muncul. Mereka semua punyak acara mereka masing - masing, dan hanya tinggal adinda sendiri.
Brrrrt brrrt
Adinda : Assalamu'alaikum mas, mas Abi diman? Sudah malam, anak - anak juga belum ada yang pulang.
Mexca : Mas ada di cafe. sayang, bisakaj kamu kesini nyisulin mas, karna ini motornya bocor
Adinda : Baiklah dinda kesana sekarang
45 menit kemudian dinda sampek di cafenya, dan dinda terkejud cara dia yang dulu digunakan mexca pada dirinya. Semua orang berkumpul di satu tempat dan alunan musik selamat ulang tahun menyambut kedatangannya.
"happy birthday my queen." ucap mexca dengan kue ditangannya.
Dinda mendekat meniup dan memotong kue ulang tahunnya, pesta perayaan ulang tahun dinda dirayakan dengan semua orang dan juga para pengunjung cafe ikut berparti sipasi.
"yo're my favorite queen baby."π pesta ditutup dengan ciuman mesrah mexca dan dinda.
__ADS_1