(Revisi) Terlambat Menyesalinya

(Revisi) Terlambat Menyesalinya
Kluarga bahagia (TAMAT)


__ADS_3

Kegiatan pagi yang menyibukkan serta sangat melelahkan, adinda dan semua keluarganya sedang bercocok tanam di kebun belakang rumah mereka, dengan dibantuin sama bi sumi, karna mang ujang sudah berpulang sejak 1 tahun yang lalu, dan kini rumah belakang ditempati sama bi sumi dan anaknya.


Adinda tak mengijinkan bi sumi untuk keluar dari rumah itu, walo sekarang bi sumi sudah tak membantu seperti dulu, tapi bi sumi mengurusi kebun dengan menyiram tanaman saja karna usianya sudah umur.


"Ma, yang ini mau dipanen semua?" tanya alan pada adinda dengan menunjukkan buah terong.


"Ok, ambil yang suda tua.!" teriak adinda pada alan.


"Pa katan apa milik papa sebesar ini?" bisik alan pada papanya, dan mendapat jitakan dari sang papa.


"Aduh.!" alan mengeluh sambil memegangi kepalanya.


"Bukan begitu Pa? Alan tanya karna alan ingin tau, punya alan lebih dari ukuran normal, karna dalam pelajaran ada." jelas alan sambil bisik - bisik lagi.


"Ya, yang jelas punya papa lebih gagah dari punyakmu." jawab mexca bangga.


"Wahahaha 😂 Papa percaya diri sekali." jawab alan terbahak mendengar jawaban papanya.


"Tentu saja, karna jika tidak mamamu tak akan terus ketagihan dengan milik papa." ucap mexca dengan bangga menyombongkan diri.


"Ais.!" keluah alan.


"Sayang!? Alan mau menabur benih." teriak mexca bilang pada dinda yang jaraknya emang agak jau dari dirinya dan alan.


"Iya, iya gak papa ditabur saja. Carik lahan yang kosong." dinda menjawab dengan ikutan teriak.


"Bukan itu sayang, Maksudnya benihnya dia." ucap mexca lagi, dan saat dinda mengerti dia langsung melempar kerang ke arah alan.


"Hay, alan gak ada bilang begitu ma.!" teriak alan membela diri. Dan mexca tertawa melihat putranya salah tingkah.


"Ih. Alan emang suka cari gara - gara, kau gak puas uda disunat dikit, mau dipotong semuanya tanpa sisa.!" teriak alea yang ikut kesal.


"Papa ah. Bukan aku kak tapi papa." jelas alan lagi membela dirinya.


Setelah kegiatan bercocok tanam, mereka pun masak bersama dari hasil sayuran dan bahan - bahan yang tadi dipanen bersama. Mereka selalu menghabiskan waktu akhir pekan bersama dengan keluarga. Kadang mereka monton bisokop bersama, bersepeda bersama, masak bersama.


Bagi keluarga mexca akhir pekan adalah waktu untuk keluarga. Dan acara di akhir pekan selalu menyenangkan bagi mereka berempat, kegiatan kumpul bersama itu membuat mereka saling mencurahkan kasih sayang.


"Alea, entah kenapa aku seperti pernah lihat orang yang sama dengannya, tidak suka sayur terutama kacang." gumam mexca yang menatap alea yang meminggirkan kacang dari supnya.

__ADS_1


"Emang siapa mas?" tanya dinda pada mexca yang menatap alea dalam.


"Entahlah, mas lupa siapa. Tapi dulu mas emang pernah lihat ornag yang juga tak suka dengan kacang." jelas mexca yang seolah berfikir keras.


"Emang kapan mas Abi melihat itu?" tanya dinda penasaran.


"Sudah lama, sebelum mas nikah denganmu" jawab mexca pada pertanyaan dinda.


Waktu akhir pekan keluargaexca dihabiskan dengan bercocok tanam, mask bersama dan makan bersama dengan lesehen di halaman belakang rumah dengan menikmati suasana malam yang indah bersama - sama.


*


*


*


Genap 20 tahun usia alea dan pesta pernikahannya dengan oni putra sahabat adinda yulia pun dilaksanakan. Pernikahan yang sangat meriah dan digelar selama 2 hari 3 malama di sebuah hotel berbintang milik keluarga mexca itu didatangi banyak tamu undangan.


Dari semua tamu undangan yang hadir ada wajah yang membuat seseorang merasa kesal dan juga marah. Orang itu adalah monica, dia datang karna sama adinda dia diundang untuk ikut menikmati kebahagiaan atas pernikahan putrinya.


"Dinda, kenapa kamu musti mengundang dia?" tunjuk dido pada monica yang sedang bicara dan tersenyum bahagia dengan alea.


"Awas jangan sampai membuat kakakku menangis, jika tidak aku akan mengabilnya kembali." ancam alan pada oni yang saat ini telah menjadi kakak iparnya.


Kebahagiaan keluarga adinda terlihat sangat jelas dimata semua orang, kemesraan mexca dan adinda kadang membuat sebagian orang merasa irih. Karna mexca semakin kesini jadi makin mesrah sama adinda, bagi mexca di dunia ini seolah tak ada wanita lain selain adinda istrinya.


*


*


*


"Rumah jadi sepi tak ada kakak." keluh alan saat mereka bertiga kumpul bersama.


"Jangan lebay, kakakmu hanya pindah di rumah sebelah." jawab dinda dengan mengacak rambut alan.


"Iya, tapi kan jadi gak ada yang dijahilin ma." keluh alan lagi sambil duduk bersandar didada mamanya.


"Duh pangeran mama merasa bosen ya sayang?" ledek dinda pada alan.

__ADS_1


"Makanya cari cewek terus nikah." celetuk mexca yang asyik mengetik sesuatu di laptopnya.


"Assalamu'alaikum, malam ma, Pa, lan." ucap salam alea yang datang kerumah orang tanya setelah seminggu jadi istri orang.


"Wa'alaikumsalam sayang." jawab dinda dengan sangat senang mendapat kunjungan dari putrinya.


Bertambah satu lagi anggota keluarga mereka yaitu oni menantunya. Malam itu para cowok asik main bertiga dan para wanita masak buat camilan untuk bekal bergadang.


Acara malam itu pun tak sepi, melainkan jadi rame dan sangat meriah. Karma alea dan oni datang ingin menghabiskan malam bersama keluarganya sama seperti sebelum saat dia menikah.


"Assakamu'alaikum, malam Om, Tante." ucapan salam dari kedua sepupu alan yang belakangan ini mulai mengikuti alan. (Aditya dan Ndaru) yang menambah meriahnya acara kumpul keluarga mexca.


"Wa'alaikumsalam. Apa kalian sudah bilang pada orang tua kalian kalo kalian akan kesini?" tanya dinda pada adit dan juga ndaru yang ikut datang.


"Sudah Tan." jawab mereka barengan ( adit dan ndaru).


"Lihatlah sayang, anak - anak yang dulu kita jaga dengan penuh sayang sekarang mereka tah dewasa semua dan bisa menjaga diri mereka sendiri." ucap mexca yang duduk dibangku taman belang rumah mereka, melihat anak - anaknya lagi kumpul dan bakar - bakar untuk makan bersama.


"Iya, aku sangat bahagia untuk itu." jawab dinda dengan senyum manisnya.


"Terima kasih sayang karna kamu telah memilih aku sebagai pasangan hidupmu, dan memberikan kebahagiaan kepadaku." ucap mexca pada adinda dengan memeluk adinda istrinya dengan sangat erat.


"Aku juga terima kasih mas, karna mas Abi telah hadir dalam hidupku, bersedia mencintaiku, mendukungku, melindungiku, membelah aku, dan melimpahkan segala kebahagiaan kepadaku dan juga memberiku keluarga yang sangat - sangat hangat serta penuh dengan warna. Rasanya tak cukup ucapan terima kasihku pada maaf Abi." ucap dinda pada mexca yang selalu ada untuknya.


"Aku juga sayang." ucap mexca dengan senyumannya.


"Hidupku selalu berwarna sejak kehadiran mas Abi." ucap dinda yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Kau adalah hidupku sayangku, aku sangat menyayangimu." ucap mexca yang makin mengeratkaan pelukannya juga.


"Hem, dan mas Abi adalah belahan jiwaku yang sangat berarti serta penting bagiku." ucap dinda pada mexca.


"I love you very much my queen." ucap mexca pada dinda dan mengecup puncak kepala dinda.


"I love you too forever my king." balas adinda dengan senyuman manisnya.


Kebahagiaan terpancar sangat jelas dari wajah mexca dan juga adinda. Mereka seolah terbuai dalam kebahagiaan yang tiada tara. Mexca mengangkat dagu adinda istrinya agar menghadapnya dan mexca pun menc*um bibir adinda dengan dalam dan sangat mesrah.


Kutipan kata :

__ADS_1


Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik - baiknya perhiasannya adalah perempuan yang salihah. - HR. Muslim


__ADS_2