
Saat semua anggota keluarga sudah kembali ke kediamannya masing masing, saatnya tuan rumah kembali berbenah dan merapi rapikan segala yg ada di mansion itu seperti sedia kala.
tampak di sudut kolam renang, Gilang sedang duduk termenung memikirkan kejadian siang tadi yg sangat berkesan pada dirinya pribadi.
flashback on
suasana pesta yg menyenangkan semakin tampak meriah di setiap sudut penjuru di mansion Samudra. anak anak dari kalangan atas sudah mulai berdatangan dan memenuhi segala penjuru taman itu dan asik bermain disekitaran mansion yg hari ini menggelar pesta taman yg sangat meriah.
ada areal wahana bermain roller coaster, di sudut taman tepatnya gazebo, gadis gadis kecil sangat menikmati permainan "rumah rumahan" Barbie. dan areal yg paling diminati tentu saja kolam renang sensasi ombak lengkap dengan Waterboom nya. pesta Ala anak sultan ini memang sudah di rancang jauh jauh hari oleh Arlan dan Sebastian khusus untuk memanjakan putra putri mereka, bermain sepuasnya dengan teman teman sekolah mereka sendiri dan juga anak anak seusia mereka yg merupakan putra dan putri sahabat dari Arlan - Jingga, ataupun Sebastian - Sahaja.
Gilang yg memang aslinya anak yg cuek dan cool memilih berkeliling mansion, memastikan pesta ulang tahun adiknya itu berjalan dengan baik, dan semua tamu undangan mengambil bagian untuk bersenang senang. yup. . Gilang memang lebih dewasa dari usianya. si jenius pendiam ini tidak seperti anak anak seusianya yg suka berlarian kesana kemari, dan menghadirkan tawa ceria yg membuat suasana pesta kian semarak.
saat asik berkeliling, tiba tiba tangan nya di tarik paksa oleh seorang gadis cilik berambut panjang yg jika dilihat lihat mungkin seumuran dengan adik perempuannya. tanpa menjelaskan apa apa, gadis cilik itu langsung menarik narik paksa Gilang menuju ke arah gazebo tempat anak anak gadis cilik lainnya sedang asik bermain boneka Barbie yg tampak tersusun dengan cantik dengan segala pernak perniknya.
dihadapan seorang gadis kecil yg sedang menangis tersedu sedu, gadis cilik yg menarik narik tangannya tadi menatap tajam kearahnya dan berkacak pinggang sambil berkata,
"minta maaf..!!!!"
dengan tatapan tajamnya gadis itu mengarahkan pandanganya ke arah Gilang dan memaksanya untuk minta maaf kepada gadis cilik yg masih saja menangis π mengharu biru dihadapannya itu. Gilang yg merasa tidak tahu menahu akan kejadian yg ada dihadapannya Hanya diam Tak bergeming dan menatap dingin ke arah gadis cilik yg menarik narik nya tadi. Selena dan Selina yg melihat kejadian itu dari kejauhan datang menemui mereka dan sekedar ingin membantu sepupu tampan mereka itu tampak seperti sedang terkena masalah serius.
"ada apaan sihh..?? kok pada ngumpul disini.." Selena bertanya menyelidik.
"dia udah buat teman saya ini gak bisa berhenti menangis." ucap gadis cilik itu galak.
"emangnya apa yg udah dia lakuin sampai buat kamu nangis terus kayak gini?" Selina yg akhirnya menghampiri gadis cilik yg menangis itu Tak kuasa bertanya juga.
tapi gadis cilik itu hanya menangis bahkan tangisannya semakin pilu.
__ADS_1
kejadian tak biasa itu perlahan membuat banyak anak yg semakin tertarik untuk berkumpul sekedar ingin tahu apa yg terjadi. melihat kondisi nya sudah mulai tidak kondusif, Gilang, yg memang berfikiran matang berinisiatif untuk mencairkan suasana dan melangkah maju ke depan untuk menenangkan gadis itu.
"kamu pasti haus.. mau aku traktir jus dingin ?"ajak lembut Gilang.
sembari sesegukan gadis kecil itupun patuh dan mengikuti arah Gilang berjalan. Selena dan Selina sangat yakin akan kemampuan sepupunya itu dalam menangani masalah dan mereka kembali ke areal kolam renang bergabung kembali dengan teman temannya yg lain. gadis cilik yg tadi menarik paksa Gilang pun sudah kembali bergabung dengan temannya yg lain.
sambil menyerahkan segelas jus segar, Gilang pun menyampirkan gelas itu kepada gadis tadi yg tampak mulai tenang.
setelah meneguk habis minumannya gadis itu pun sudah mulai berani menatap ke arah Gilang. Gilang yg terpana melihat kecantikan gadis cilik yg menatap kearahnya dibuat kikuk dan salah tingkah. tiba tiba.
Cup. ππ
bluusee.. π²π²
"sekarang kita impas." ucap gadis cilik itu yg suaranya terdengar sangat merdu bagi seorang Gilang.
saat hendak beranjak dari duduknya, Gilang menahan tangan gadis cilik itu dan berucap pelan..
"Kamu harus tanggung jawab atas perbuatanmu ini. suatu saat nanti aku akan mencarimu dan menjadikanmu pengantinku." ucap Gilang serius.
gadis cilik itu hanya diam dan sedetik berikutnya dia tersenyum sangat manis yg membuat jantung Gilang kian berdebar. tiba tiba Gilang mengingat kata "impas" yg diucapkan gadis tadi. dengan ragu ragu dia pun bertanya.
"apa tadi aku mencium pipimu. ??"
"iya" jawab gadis itu pelan. dan ragu.
sebenarnya saat memilih milih makanan di meja prasmanan tadi, dirinya dan Galang tak sengaja berbenturan dan tak sengaja pula bibir Galang menyentuh wajahnya. tapi karena buru buru, Galang hanya minta maaf sambil berlalu pergi Karna teman temannya sedang memanggilnya. karna kesal makanan kesukaannya tumpah, ia pun menangis meluapkan kekesalan hatinya sampai sahabatnya datang bertanya dan ia pun menunjuk nunjuk ke arah Galang yg sedang berlari ke arah taman.
__ADS_1
entah keberanian dari mana,
CUP πππ
Gilang mengecup pipi sang gadis dan berkata
"aku sudah menghapus jejak yg tadi. ini adalah milikku yg asli. mulai sekarang karna kamu sudah "menandaiku" duluan, kamu adalah pengantin masa depanku. mengerti??" Tanya tegas Gilang pada gadis cilik itu yg diagguki Pelan oleh gadis kecil itu. setelah itu Gilang melepaskan cekalan tangan nya dan membiarkan gadis kecil itu pergi. sementara gadis kecil itu sudah melupakan kejadian tadi dan kembali bermain dengan ceria bersama teman temannya, Gilang terus membuntuti gadis cilik itu dari jauh.
dirinya tersenyum melihat keceriaan gadis cilik itu dan belakangan teman teman gadis cilik itu memanggil namanya.
"Hanella.. ayo.. kita berenang... "
yg diagguki antusias oleh gadisnya itu.
flashback off
Arlan yg melihat putra kebanggaan nya itu sedang senyum senyum sendiri Tak kuasa bertanya.
"ada yg lagi bahagia nih. anak ganteng papa dari tadi papa liat senyum senyum sendiri .. lagi mikirin apa sih.
"LAGI MIKIRIN CALON MANTU PAPA" Ucap Gilang cuek sambil berlalu pergi.
Arlan yg tidak siap dengan jawaban putranya itu hanya terdiam sejenak dan kehabisan kata kata. yg sedetik kemudian..
"WHHAAATTTT...???" π²π²π²π²π²
heeheeheeπππππππ
__ADS_1
Semangat Menulis βοΈβοΈ