Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Calon Besan


__ADS_3

Saat ini Jingga sedang asik memilih beberapa pasang t_shirt couple yg akan mereka kenakan untuk acara sekolah anak anaknya lusa. sambil memilih Jingga berusaha untuk lebih mendekatkan diri kepada calon besannya demi "calon menantu" masa depannya itu melalui desainer hebat yg ada dihadapannya ini siapa lagi kalau bukan Yolanda Agita, ibunya Jelita.


"o.. iya Yo.. aku senang karna kau akhirnya memutuskan untuk kembali menetap di sini. jujur, selama ini aku lelah harus bolak balik Singapore hanya untuk mendapatkan koleksi fashion terbaru dari hasil rancanganmu. ngomong ngomong, dimana Lucas ? apa dia tidak ikut bersama kalian pindah kesini ?"


saat Jingga menanyakan tentang Lucas, suaminya, senyum di wajah Yolanda langsung pudar. tatapan matanya menjadi sendu saat mengingat kejadian di Singapore sebelum ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia selamanya. untuk kesekian kalinya ia melihat secara langsung bagaimana Lucas berkali kali mengkhianati janji setia pernikahan mereka. saat Yolanda ingin membawakan bekal makan siang ke perusahaan milik suaminya dengan maksud memberikannya kejutan kecil malah ia yg dibuat hampir mati berdiri karna menyaksikan secara langsung bagaimana berutalnya suaminya itu sedang menggarap seorang gadis cantik di meja kerjanya. awalnya ia curiga karna saat dirinya tiba di depan ruangan suaminya, sekertaris suaminya itu mendadak gugup dan berusaha menahannya agar tidak masuk ke dalam ruangan itu. Yolanda yg sudah bisa menebak apa yg terjadi didalam ruangan itu, hanya bisa memejamkan matanya sesaat untuk menguatkan hati, memastikan dalam artian berharap kalau apa yg ada dipikirannya saat ini adalah salah. tapi... lagi dan lagi Lucas sepertinya tidak akan pernah bisa memegang ucapannya. lagi dan lagi. penghianatan suaminya itu terpampang nyata dihadapannya. Lucas yg sedang asik menggarap seorang gadis cantik nan seksi di atas meja kerjanya sama sekali tidak menyangka akan kedatangan "tamu tak diundang" yg saat ini sedang menatap dingin kearahnya. Yolanda yg sangat terluka memutuskan saat itu juga untuk mengakhiri saja pernikahan yg mati Matian ia perjuangkan sendiri tanpa ada niat serius suaminya itu merubah diri. Lucas memang tipe laki laki brengsek yg sangat tidak bisa setia. sudah lebih belasan Kali Yolanda memergoki ke penghianatan dan berkali kali pula ia juga sudah berjanji akan berubah dan berkata "ini yg terakhir.." tapi sepertinya status yg ia miliki sebagai penjelajah wanita begitu enggan untuk ia lepaskan. buktinya, sudah Beberapa Minggu Yolanda dan Jelita kembali ke tanah air, jangankan menyusulnya, menanyakan kabar mereka pun Lucas sepertinya tidak berminat. jadi Yolanda diam diam sudah menunjuk seorang pengacara demi mengurus berkas perceraiannya dengan Lucas dan sembari mengumpulkan bukti bukti perselingkuhan, agar hak asuh Jelita bisa jatuh ke tangannya.


"yahh.. kau tau diantara kita semua, akulah yg paling tidak beruntung dalam hal bersuami. kau dan Sahaja begitu di puja oleh suami kalian masing masing, sementara, aku ...?? .."


tatapan mata Yolanda mulai sendu.


"sepertinya benar, kalau pernikahan kami hanyalah sebuah kesalahan. "

__ADS_1


Jingga yg merasa iba dengan sahabat masa sekolahnya itu langsung menghampirinya dan memberikan pelukan penyemangat layaknya seorang kakak.


"jangan bicara seperti itu. yahh.. jujur saja, dari ceritamu selama ini sedikit banyak aku juga sudah paham bagaimana kehidupan rumah tangga yg kalian jalani. tapi... kau pun harus kuat. demi putrimu Jelita."


dengan senyum yg dipaksakan akhirnya Yolanda pun mengiyakan omongan Jingga yg tidak pernah bosan untuk menghiburnya dan memberikan dukungan moril yg memang saat ini sangat ia butuhkan. ia merasa sangat beruntung karna Tuhan sudah mempertemukannya dengan dua orang wanita baik hati yg mau bersahabat tulus dengannya. sesaat Yolanda kembali teringat awal pertemuan mereka beberapa tahun yg lalu saat dirinya tidak sengaja bertemu dengan Jingga dan Sahaja yg kebetulan sedang berbelanja di butik miliknya yg ada di Singapore. Yolanda yg memang dulu pernah satu sekolah dengan Jingga saat di sekolah dasar merasa beruntung Karena bisa dipertemukan kembali Dengan teman kecilnya itu di negri orang. sejak saat itu jingga dan sahaja secara berkala kerap berkunjung ke butik miliknya dan merekapun menjadi dekat seperti sekarang ini.


"ngomong ngomong.. aku tidak melihat Rika. kemana dia..??"


Rika adalah ibunya Hanella. yg sejak beberapa hari yg lalu sudah pergi dari tanah air dan menitipkan putrinya kepada sahabatnya itu.


melihat gelagat dari sahabatnya itu Jingga yg juga bersahabat dengan Rika sedikit banyaknya pun paham akan maksud dari perkataan Yolanda tadi.

__ADS_1


"apa dia pergi lagi meninggalkan Hanella kepadamu dan menghilang tanpa kabar?" tanya Jingga yg diangguki pelan oleh Yolanda.


"hufftt... si Rika ini..." batin Jingga malas.


sebenarnya Jingga pun sudah mengetahui latar belakang seorang Rika Medina, ibu dari Hanella. tapi.. selama ini ia memang tidak ingin mencampuri urusan pribadi temannya itu karna ia hanya ingin bersahabat saja dengannya. tapi, sejak putranya Gilang sepertinya menaruh simpati kepada putrinya Rika, Hanella .. yah suka tidak suka dirinya pun jadi ingin tahu kehidupan calon menantu masa depannya itu.


yg Jingga tahu selama ini, Rika adalah seorang model profesional yg memang kerap bepergian keluar negri. tak jarang ia menitipkan putrinya itu kepada sahabatnya kalau ia harus bekerja sebagai model bahkan sampai berbulan lamanya. ia pun tahu pasti kalau Rika memiliki Hanella dari hubungan diluar nikah. Yap. Rika melahirkan Hanella secara diam. diam tanpa figur seorang Suami. dan hanya Yolanda saja yg tahu kebenaran di balik kisah hidup yg kelam yg sedang dialami sahabatnya itu. dia juga yg membantu Rika disaat saat terpuruk dalam hidupnya. hamil dari laki laki lain, bersembunyi dari kejaran media untuk beberapa saat, dan kembali lagi ke dunia modeling dengan status yg sama seorang model papan atas yg sangat terkenal dan harus menyembunyikan keberadaan putrinya Dimata dunia.


saat jingga dan Yolanda sedang terfikir tentang keberadaan Rika mereka dikagetkan dengan suara lembut Sahaja yg sudah berdiri dihadapan mereka.


"HMmm.. kalian berdua ini.. mau bersenang senang tanpa aku ya😘😘😘..."

__ADS_1


Jingga dan Yolanda tersenyum senang melihat kedatangan Sahaja dan mulai bersenda gurau dengan ceria. tawa ceria mereka sudah lebih dari cukup menjelaskan kalau persahabatan yg terjalin dengan tulus dan apa adanya dengan sendirinya akan mampu menghadirkan tawa bahagia begitu lepas. kebahagiaan yg memang berasal dari hati. ❤️❤️❤️ beruntungnya kita jika saat ini masih memiliki sahabat karib yg bisa berbagi suka dan duka menerima kita apa adanya. bahagia melihat kita tertawa dan ikut menangis disaat kita berduka. ,🦋🦋🦋


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2