Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Sukacita ditengah Kewaspadaan


__ADS_3

Kabar kehamilan Jingga dengan cepat tersebar keseluruh keluarga besar dan mereka semua tanpa diminta langsung berkumpul di mansion keluarga Prakasa guna memberi ucapan selamat kepada Jingga dan juga Arlan. tampak yg pertama sekali sampai ke mansion itu adalah Sebastian dan Sahaja beserta kedua putri kembar mereka Selena dan Selina yg di tuntun oleh masing masing pengasuh mereka untuk masuk ke dalam mansion tapi si kembar bersikeras ingin di gendong ayahnya. akhirnya Sebastian menghampiri lagi putri putrinya dan mengangkat keduanya secara bersamaan.


”kakek... " sapa Sahaja kepada tuan Barra yg memang sengaja menunggu kedatangan mereka di ruang tamu mansion itu.


Senyum bahagia langsung terpancar jelas di wajah tuanya. Sebastian yg kewalahan menggendong si kembar masuk kedalam juga dan tak lupa menyapa kakek kesayangannya itu.


"kakek... dimana papa dan yang lainnya ??" Sebastian bertanya sambil menurunkan si kembar yg langsung masuk ke pelukan kakek buyutnya.


”mereka sedang dalam perjalanan kemari sedangkan Galang dan Gilang sedang tidur dikamar mereka ditemani pegasuh mereka." kakek Barra menjelaskan sambil memeluk sayang kedua cicit cantiknya itu.


Tak berapa lama mobil kakek Putra pun tampak memasuki halaman mansion itu. tampak Eka dan Rina juga turun dari mobil mewah itu. menyusul kemudian mobil Adam dan Clara yg tak kalah mewah memasuki area depan Mansion Prakasa. seluruh keluarga tampak bahagia dan bersemangat untuk menyambut kepulangan Arlan dan yg lainnya. Adam dan Eka juga kakek putra langsung bergabung dengan kakek Barra dan Sebastian yg sedang bersantai dan mengobrol ringan di ruang tengah. Rina dan Clara sedang sibuk di dapur dibantu oleh para chef untuk menyiapkan makan siang mereka dengan menu istimewa. sembari menunggu kedatangan sahabatnya di teras Mansion itu, Sahaja yg di bantu oleh para pengasuh mengajak bermain kedua putri kembarnya dan juga Galang dan Gilang pun ada di sana. tadinya kedua putra kembar jingga itu memang sedang tidur siang tapi kemudian mereka terbangun karna suara gaduh Selena dan Selina yg masuk kekamar mereka dan membangunkan keduanya dengan bahasa cadelnya dan mengajak keduanya untuk bermain bersama.


"kok kayian beldua gak ajak ajak kami sihh.. mau main kecini... kami kan juwa mau itutan main bayeng akek uyut..." celoteh Selena sambil bermain bonekanya.


"mayess aja... soalna kayian beldaua itu beyisik bangetttt...iya kan Giyang... ” ujar Galang sambil bermain mobilannya disamping saudara kembarnya Gilang yg hanya mengedikkan bahunya. ia pun sedang asik dengan permainannya menyusun bangun bangun ruang menjadi sebuah bangunan mini.

__ADS_1


"kayian beldua tuh yg gak asikk.. " ujar Selina gak mau kalah.


Sahaja hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelucuan ke empat anak batita itu.


"sudah.. sudah.. main yg akur yaa semua sayang sayangnya bunda."


Jingga dan Sahaja memang sudah sepakat sejak awal kalau anak anak mereka akan mendapat cinta dan kasih sayang yg sama dari mereka. mereka pun sepakat bahwa anak anak akan memanggil Sebastian_Sahaja dengan sebutan Ayah_Bunda dan untuk Arlan_Jingga, anak anak akan memanggil mereka dengan sebutan Papa_Mama.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


tak berapa lama mobil Arlan pun sudah memasuki pekarangan depan mansion itu dan begitu mobil berhenti, Sahaja langsung menghambur ke pelukan sahabat sekaligus adik iparnya itu..


"iyaaa.... Kaka iparku yg bawel...hehehe..


ehh.. tapi kok blanja termasuk kegiatan berat sih .. berat dari mane..." tak ayal Jingga bertanya juga kepada sahabatnya yg sudah merangkulnya menuju mansion.


"BERAT DI ONGKOS..tau kagak Leo" jawab Sahaja geram

__ADS_1


"yaaa iyaa lahh , masak ya iya dong..


duren aja di belah bukan dibedong..


😝😝😝πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ"


Jingga menimpali Sahaja tapi wajah mereka terlihat dingin satu sama lain. dan di detik berikutnya mereka kembali tertawa ceria secara bersamaan sambil berjalan berangkulan.


sementara Rangga dan Tiara sudah lebih dulu sampai diteras demi ikut bergabung dengan kedua pasang cucu kembar mereka, lain halnya. dengan Arlan yg senantiasa berada di belakang Jingga demi mengawal sang pemilik hatinya itu. jiwa posesifnya kepada sang istri meningkat berkali kali lipat mulai sejak awal dokter di rumah sakit tadi menyatakan bahwa istrinya itu kini tengah berbadan dua. 😎😎😎😎


setelah menikmati santap siang yg begitu istimewa akhirnya mereka semua pun diminta oleh Rangga untuk berkumpul kembali di ruang tengah setelah tadi sempat beristirahat sejenak di kamar yg mereka tempati tadi.


"sebelumnya izinkan saya untuk mengucap syukur kepada sang khalik yg sudah memberikan saya kesempatan kedua untuk kembali merasakan indahnya cinta kasih dalam keluarga besar kita. kebahagian di dada saya ini semakin membuncah karna kalian semua mau menerima saya dengan tangan terbuka. dan kebahagiaan itu terasa semakin sempurna saat tadi saya mendengar sendiri bahwasanya putriku Jingga sebentar lagi akan menghadirkan lagi seorang cucu ditengah tengah keluarga besar kita. tapi dibalik rasa bahagia itu terselip rasa khawatir didada saya ini. πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”" dan,


semua pandangan mata pun tertuju kepadanya.

__ADS_1


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2