
Sudah hampir 3 bulan Sahaja dan Jingga menikmati perannya sebagai seorang ibu. walau di bantu oleh 4 orang baby sistter untuk mengasuh kedua anak kembar mereka masing masing, namun Sahaja dan juga Jingga tidak ingin melewatkan momen tumbuh kembang anak anak mereka di setiap harinya. dengan alasan pemulihan pasca melahirkan para istri itu pun sepakat dan kompak mengatakan pada suami suami mereka, Arlan dan Sebastian bahwa masa nifas mereka memang agak diperpanjang dua kali lipat dari waktu normalnya yg hanya 40 hari menjadi 80 hari mengingat kondisi mereka yg melahirkan anak kembar. Arlan dan Sebastian walau harus menunggu selama itu berusaha untuk tetap sabar dan ikhlas demi memenuhi permintaan sang istri tercinta. lagipula dokter juga mengingatkan bahwa diawal awal pasca melahirkan, apalagi anak pertama, ibu ibu baru yg belum berpengalaman mengurus bayi rentan terkena babyblus syndrom yg disebabkan oleh stres dan tekanan batin. jadi demi menghindari yg tidak diinginkan Arlan dan Sebastian pun rela menahan hasrat tubuhnya demi istri kesayangannya itu. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. selama hampir 3 bulan ini Arlan dan Sebastian hanya bisa menuntaskan hasrat kelelakiannya di kamar mandinya, ditemani sahabat barunya, sabun cair 😀.
melihat kondisinya yg sudah pulih seperti biasanya, Jingga yg melihat "penderitaan" Arlan selama 3 bulan ini merasa tidak tega juga dan akhirnya memutuskan menyudahi masa nifasnya demi suami tercintanya itu. sebelumnya dia juga menghubungi dr. Intan yg memang di tugaskan Arlan sebagai dokter pribadi khusus untuk istrinya itu, karna Arlan tidak mau lagi sang istri diperiksa oleh dokter laki laki. dengan menguatkan hati dan menahan rasa malu yg mendera dihatinya, Jingga pun menghubungi dan ingin memastikan sesuatu kepada sang dokter melalui sambungan telepon ;
"selamat sore dokter.."
"selamat sore nyonya muda. ada apa nyonya tiba tiba menghubungi saya sesore ini.. ??
apa ada keluhan??" sang dokter bertanya dengan nada khawatir di ujung teleponnya.
"ehhh.. bukan begitu dok.. semuanya baik baik saja.. hanya saja ....ada yg ingin saya tanyakan.."
Jingga bingung harus bagaimana menanyakannya. sementara dr. intan yg sedari tadi menunggu di ujung telepon karna rasa penasarannya, akhirnya bertanya juga ;
__ADS_1
"hallo.. hallo.. nyonya muda.. apa anda masih disana. .??? Hallo .. nyonya.. ??"
"ehh..iya iya.. dok.. anu.. dok.. itu.. begini dok.. masa nifas saya kan sudah lewat dok.. jadi...yg saya cuma pengen tau.. mengenai... anu...dok maksud saya .. itu dok.."dengan jantung berdebar ia pun memberanikan dirinya bertanya juga ;
"kalau ngelakuin itu.. lagi.. dengan suami..apa.. sudah tidak apa apa dok..??"
dengan wajah Semerah tomat 🍅 Jingga pun akhirnya sukses mempermalukan dirinya sendiri demi mengembalikan senyum sumringah nan menawan sang suami yg sudah menghilang entah kemana selama hampir 3 bulan ini saat malam menjelang dan suaminya itu kini terlihat sudah sangat nelangsa 😀.
"kalau yg nyonya maksud melakukan hubungan suami istri saya rasa saat ini sudah tidak ada masalah nyonya, asalkan dilakukan dengan tetap hati hati dan lembut. dan juga jangan dulu terlalu sering nyonya......." dan pembicaraan itu pun berlanjut dengan pembahasan tentang penggunaan sementara, KB apa yg sekiranya nyaman untuk Jingga, mengingat usia bayi bayi kembarnya yg masih 3 bulan. setelah beberapa menit ia pun menutup sambungan teleponnya. Jingga pun melangkah dan membongkar isi lemarinya mencari cari lagi koleksi "baju tidur" nya yg sangat di gilai oleh suaminya itu. malam ini ia akan mengenakannya untuk menyenangkan hati suaminya itu dan demi memanjakan mata suaminya yg memang sangat manja saat berdua saja dengan dirinya. malam pun menjelang... kedua bayi kembarnya sudah tertidur pulas ditemani para baby sisternya di kamar mereka yg sangat luas, nyaman dan sangat mewah untuk ukuran kamar bayi. Jingga pun sudah terlebih dulu menyiapkan ASI tambahan di beberapa botol kaca dan menyimpannya di lemari pendingin yg ada di kamar bayinya itu, dan meminta para babysister itu menghangatkannya terlebih dahulu sekiranya bayi bayi nya terbangun karna haus di malam hari. hal ini sengaja ia lakukan agar ia bisa lebih nyaman untuk memanjakan "bayi besar"nya yg lain, siapa lagi kalau bukan sang suami ,Arlan.
Arlan yg baru kembali dari ruang kerjanya menatap heran ke arah istrinya yg terlihat sangat cantik malam ini. jingga sedang memoleskan sedikit make up di wajahnya dan menyemprotkan parfum kesukaannya. aroma parfumnya yg feminim tak ayal menarik Arlan seperti magnet langsung mendekat ke arahnya. Arlan langsung memeluk Jingga dari belakang dan menyenderkan kepalanya di bahu sang istri. ia pun menghirup dalam dalam aroma shampo dari rambut indah Jingga..
"yaangg... mas .. kayaknya udah gak tahan nih...apa boleh malam iniii.. ajaa.. yaaa... sayang.. yaa.. please...." dengan manja Arlan mendusel duselkan hidungnya di ceruk leher sang istri. jingga yg kegelian pun pura pura merintih kesakitan....
__ADS_1
"aaahhhh.. mas.. kaki aku... kayaknya kesemutan deh mas.. tolong pijitin mas...."
dengan senang hati Arlan memijit kaki sang istri yg tampak merintih kesakitan itu. melihat sikap suaminya yg selalu siaga dan super perhatian itu, Jingga pun memutuskan untuk memulai aksinya..dengan perlahan ia menarik lepas bathrobenya yg tadi ia kenakan sehingga menunjukan lingeria Marrone yg sedang ia kenakan di dalamnya.. Arlan yg serius memijit kakinya tidak menyadari perbuatannya. Jingga pun mengibas ngibaskan barhtobenya dan berucap.. "kok... gerah yaa..mass..."
Arlan yg menoleh ke arahnya pun sontak kaget dengan pemandangan eksotis yg terpampang nyata di depannya. istrinya itu terlihat sangat menggoda dengan balutan kain tipis yg sangat menggugah imamnya itu. kedua buah kesukaannya itu pun sudah membesar dua kali lipat dan seolah olah memanggilnya menuntaskan dahaga yg dia tahan tahan selama 3 bulan ini. dengan gerakan cepat Arlan langsung bangkit dan melepas bathrobe yg dikenakan oleh Jingga dan melemparkannya ke sembarang arah.
"di lepas aja sayang kalau gerah... "
melihat tampilan Jingga yg memukau dan sangat sexy di matanya itu dengan pandangan mata sayu Arlan pun berucap..
"jadii.. udah boleh yaa sayang.....??" dengan penuh harap sambil menampilkan puppie eyes nya Arlan pun harap harap cemas memandang ke arah Jingga. dengan malu malu Jingga pun mengangguk mengiyakan permintaan suaminya itu. dengan gerakan cepat Arlanpun mengangkat sang istri ala bridal style dan membaringkannya di ranjang mereka. guyuran air hujan dan semilir angin dingin malam itu semakin menambah indahnya penyatuan cinta antara suami istri yg saling mencinta itu. seruan dan lenguhan mereka bersatu, bersaut sautan dengan suara petir dan kilat yg menyambar nyambar diluaran sana. setelah dua jam yg panas dan menggelora akhirnya merekapun mencapai puncak kenikmatannya dan ambruk di atas ranjang mereka. Jingga yg sudah sangat kelelahan langsung tertidur dalam dekapan hangat suaminya itu. dengan nyaman ia menghirup aroma tubuh suaminya yg masih bermandikan peluh itu menuju alam mimpinya. malam ini Arlan kembali tertidur dengan senyum yg sangat menawan di bibir sexy nya. dinginnya angin malam dan rintik rintik hujan diluar semakin memanjakan tidur nyaman pasangan suami istri itu. ❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1