Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Pemuja Rahasia


__ADS_3

"kenapa kau membawaku ke apartemenmu ??" Hanella didalam lift sangat gugup karena ulah Gilang yg terlalu posesif kepadanya dengan menarik pinggangnya terlalu dekat kepada pria posesif itu. bukan tanpa alasan Gilang melakukan hal itu, tapi..karna saat ini bukan hanya mereka saja yg ada di lift itu tapi ikut juga beberapa orang lain didalamnya termasuk beberapa pria yg sejak masuk tadi tak henti - hentinya berusaha curi curi pandang ke arah Hanella. yg memang pagi ini terlihat luar biasa cantik. apalagi pakaian yg dia pakai terlihat berbeda dan anggun. maklum saja, saat ini mereka masih berada di inggris sehingga pakaian pengantin adat sunda yg dia kenakan saat ini masih sangat asing bagi orang - orang yg ada disana.


mata Gilang yg awas dan tajam menatap dingin ke arah para pria yg sejak tadi berusaha cari - cari perhatian ke arah istrinya itu. walaupun Gilang sudah sangat menekankan dengan bahasa tubuhnya kalau gadis yg ada dalam dekapannya itu adalah wanitanya, tapi kecantikan istrinya itu mampu menyihir pria - pria itu seakan abai dengan sikap tidak sukanya Gilang yg sangat jelas ia perlihatkan. Hanella hanya mampu tersipu saat Gilang menutupi dirinya dengan tubuhnya yg kekar dari mata pria-pria jelalatan itu. Gilang yg sedang mengungkungi Hanella dengan tubuhnya semakin leluasa menatap wajah cantik istrinya itu. dan saat lift itu terbuka, dengan sengaja Gilang menyenggol seorang pria dengan bahunya yg kedapatan sedang mengagumi kecantikan wajah istrinya itu.


"awww... what's up... man.!!!"


pria asing itu seolah kesal dengan tindakan Gilang yg sengaja menggangu kesenangannya. Gilang yg habis kesabaran menghentikan langkahnya dan menatap dingin kearah pria asing itu.


"I watch you !!!"


setelahnya dia langsung menarik tangan Hanella kembali dan langsung membawanya masuk ke unit apartemen mewahnya.


"ini kamarku. mulai saat ini akan menjadi kamarmu juga. didalamnya sudah ada pakaian dan kebutuhan pribadimu yg lain. mandilah duluan. aku akan mandi di kamar yg lain.


Hanella hanya mengangguk saja dan langsung masuk kedalam kamar yg interior didalamnya sangat indah, elegan dan mewah.


setelah Hanella masuk ke kamar mereka, Gilang langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pengawal bayangannya.

__ADS_1


"kau tau kan, apa yg harus kau lakukan pada pria asing yg di lift tadi. bagus. klik.


setelah memberi perintah aneh seperti itu yg hanya dimengerti oleh bawahannya yg Sudah bekerja sangat lama dengannya, Gilang pun langsung ke dapur karna ia semenjak kemarin belum makan. dirinya yg saat ini sudah memperistri Hanella merasakan kelegaan dan kebahagiaan yg teramat sangat. sambil bersiul kecil dirinya pun membuka kulkasnya dan langsung menegak air mineral yg tersedia disana. selesai menuntaskan dahaganya, Gilang pun berinisiatif untuk memasak sembari menunggu Hanella selesai dengan mandinya. karna seingatnya, Hanella yg juga terus bersamanya, pun belum ada makan sesuatu sejak s


awal mereka bertemu. karna kulkasnya selalu penuh, dia pun ingin memasakkan menu paling spesial untuk istri tercintanya itu. selama lebih kurang 30 menit, akhirnya masakan Gilang pun jadi. dia yg merasa Hanella terlalu lama di kamar mandi memilih untuk langsung menjumpainya saja.


"Nella..." dengan sopan Gilang mengetuk dan pintu dan langsung memutar kenop pintu kamar itu. Hanella yg sejak tadi kesulitan membuka singer di kepalanya hanya bisa pasrah. dan akhirnya ia pun duduk diam sambil merenung dengan perubahan nasibnya yg sangat tidak masuk akal.


Gilang yg masuk dan melihat istrinya itu belum berganti baju dan mandi hanya tersenyum penuh arti. is pun datang mendekat dan memeluki Hanella dari arah belakang sembari melihat pantulan mereka di cermin.


"kenapa belum mandi, juga? atau.. kau ingin aku mandikan... hemm..??" dengan sayang Gilang mengecup kening Hanella dan tersenyum simpul melihat wajah Hanella sudah merah padam menahan malu.


Hanella malunya bukan main.


Gilang yg merasa lucu dengan panggilan Hanella itu, hanya tersenyum simpul.


"kok kakak malah ketawa sendiri?" Hanella memberanikan diri melihat pantulan Gilang yg ada dicermin itu ??. "bisakah kau berhenti memanggilku kakak ?"

__ADS_1


Gilang setelah itu hanya diam dan menunggu jawaban dari Hanella.


"lantas.. saya manggilnya apa?? mas...??"


Gilang langsung tersenyum senang tak bisa lagi menutupi kebahagiaan yg membuncah dihatinya. "mulai saat ini kau milikku, sayang". Gilang langsung membantu Hanella melepasnya hiasan kepalanya itu. sedangkan Hanella yg dipanggil dengan sebutan sayang, hanya bisa tersipu malu.


"bi.. biar aku saja .. mas.." Hanella tergugu, karna Gilang berinisiatif membantunya membuka kancing kebayanya juga. Gilang hanya tersenyum miring dan tetap meneruskan pekerjaannya. melakukannya dengan sangat lihai dan tangan Hanella pun tak bisa berhenti untuk menutupi kancing bajunya sendiri, tanpa kata mereka pun akhirnya berkutat diseputaran kancing kebaya Hanella. ada yg berusaha membuka dan ada yg berusaha sekuat tenaga menutup.


"jangan mas.." lirih Hanella. jujur, dari hatinya yg paling dalam dia tau penolakannya ini salah. dia sadar sepenuhnya kalau Gilang adalah suaminya dan sangat berhak atas dirinya. tapi perubahan situasi yg sangat mendadak ini benar2 membuatnya syok. saat ini Hanella hanya butuh waktu. untuk mencerna dan menerima keadaan ini. gilang yg melihat istri kesayangannya itu mulai berkaca kaca, langsung menarik pujaan hatinya itu, dan membenamkan wajahnya didadanya yg bidang.


"aku tau kamu belum siap, aku hanya ingin kau membiasakan dirimu dengan sentuhanku. aku tidak ingin rasa canggung membuat kita menjadi berjarak. percaya lah, suamimu ini sangat mencintaimu. aku tidak minta kau cintai aku saat ini juga, aku hanya ingin kau menerima ku, sebagai suamimu.. sebagai pemuja rahasiamu." 😘


Hanella yg tidak mengerti akan maksud perkataan Gilang yg terakhir mendongakkan wajahnya dengan raut wajah aneh. "pemuja rahasia???" tanyanya. Gilang yg tidak tahan melihat keimutan diwajah kekasihnya itu, langsung merengkuhnya dan mengecup bibir manisnya itu dengan segenap cinta yg ada didalam dadanya. setelah sekian menit bertukar Saliva, Gilang pun menyatukan kening mereka dan berkata dengan nafas yg sedikit terengah , " jangan membuatku menunggu terlalu lama sayangku..😘😘😘"


akhirnya malam pertama mereka pun berlalu dengan saling memeluk dan mata yg terpejam dengan wajah yg dihiasi senyum kelegaan. walaupun belum terjadi hal hal yg diinginkan🀣🀣,


tapi rasa memiliki satu sama lain mulai tumbuh dihati kedua insan yg baru mensahkan status mereka tadi pagi sebagai sepasang suami istri.

__ADS_1


πŸ’žπŸ’•πŸ’žπŸ’•


#Semangat Menulis ✍️✍️#


__ADS_2