Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Siasat Arlan


__ADS_3

Sesaat setelah kedatangan Rangga yg tiba tiba, Jingga pun pergi dari tempat itu menuju kamarnya yg disusul oleh Arlan. Arlan langsung mengambil Gilang dari dekapan Jingga dan juga Galang kepada para pengasuhnya. setelah Galang dan Gilang diambil alih oleh pengasuhnya, Arlan langsung membawa istri cantiknya itu masuk ke kamar yg mereka tempati tadi dan disana Jingga meluapkan segala perasaannya dengan menangis pilu dalam dekapan hangat suaminya.


"kenapa dia datang lagi sih.. mas... aku gak mau liat dia lagi.. dia ..udah jahat bgt sama kami mas... huhhuhuu..." Jingga menangis tersedu sedu dalam dekapan Arlan.


"yaa.... mungkin karna itu lah Tuhan memberikan balasan yg setimpal untuknya. "


Jingga menatap suaminya itu dengan tatapan bingung 😕.. "maksud mas apa?? kenapa tadi kakek Barra berterima kasih sama mas... bisa mas jelaskan..sebenarnya apa yg kalian lakukan dengan Sebastian tahun lalu?? kenapa mas nutupin ini semua dari aku ?? Jawab mas jangan diam aja..." Jingga meluapkan emosi didadanya kepada suaminya itu.


dengan sabar Arlan santai saja menghadapi istrinya yg sedang naik darah itu. dituntunnya Jingga ke sisi ranjang dan duduk disana sembari memeluk erat Jingga dan mengecup sayang kening wanitanya itu.


"jadi... setahun yg lalu itu mas sama Sebastian, kakak sepupu itu, dimintai tolong oleh seseorang untuk nolongin papa kamu dari istri kejamnya."


"istri kejamnya?????"


"iya sayang.. wanita yg dulu menjadi selingkuhannya yg membuat kalian diusir paksa olehnya dari rumah kalian sendiri.papa mu menikahnya. tapi ternyata wanita itu berhati iblis. wajahnya saja yg cantik tapi kelakuannya seperti sangat kejam. selama 12 tahun dia meyekap papamu dirumahnya sendiri dan juga dia meminumkan racun dosis rendah kepada papamu setiap harinya, hingga akhirnya pelan tapi pasti tuan Rangga sampai mengalami kebutaan.


Jingga sampai menutup mulutnya karna tidak percaya dengan apa yg baru saja ia dengar. air mata mulai menetes dari pelupuk matanya.


"setahun yg lalu tanpa diduga asisten tuan Rangga meminta bantuan kepada kami melalui asisten kami Rahmat dan Hadi. awalnya kami tidak berminat untuk menolongnya mengingat perbuatan kejamnya kepadamu dan juga mama Tiara, tapi asisten nya itu tidak menyerah dan memohon sembari menunjukkan foto foto Rangga yg dalam keadaan buta dan tidak berdaya. Sebastian langsung mengenali Rangga dan salah mengira bahwa Rangga adalah papanya Dean yg memang wajah mereka tampak sama."


Arlan langsung mengambil ponselnya dari saku celananya dan langsung menunjukkan foto foto Rangga dulu saat ditawan oleh Sandra. air mata Jingga mengalir semakin deras melihat keadaan Rangga dalam foto itu yg tampak sangat rapuh dan juga buta.


"beruntung kami berhasil menyelamatkannya. dan malam itu juga kakek Barra langsung membawanya pergi ke Spanyol. disana tuan Rangga langsung menjalani operasi pencangkokan mata dan untungnya berhasil sehingga dia bisa melihat lagi seperti saat ini."

__ADS_1


Jingga hanya diam mencerna semua cerita Arlan tadi. melihat istrinya yg sudah tenang dan tampak berempati dengan kisah pilu Rangga tadi, mulailah Arlan memulai actingnya.


"sekarang adalah waktu yg tepat buatmu untuk membalas perbuatannya dulu sayang."


"apa maksud mas???" Jingga terkejut dengan perkataan Arlan tadi.


”maksudku.. aku akan membalaskan sakit hatimu dulu dengan menyeretnya ke penjara."


Arlan bersikap pura pura tegas.


"hukuman apa lagi sih mas???? apa belum cukup penderitaan papaku selama bertahun tahun ini..???"


"itu hukuman atas perbuatannya kepada mama Tiara, sedang hukumannya atas perbuatannya kepadamu biar aku sendiri yg melakukannya. dan aku pastikan dia akan jauh lebih menderita dibandingkan apa yg ia terima dari Sandra dulu. ”


"jangan mas.... hiks. hiks... hiks... jangan hukum papa lagi... jingga mohon please.... "


Arlan tersenyum samar tapi tetap melanjutkan actingnya...


"nggak sayang. dia udah buat wanita yg mas cintai ini hidup susah dan menderita. mas harus buat perhitungan yg setimpal."


”jangan mas... please mas.. aku udah maafin papa mas... bahkan dari dulu mas.. please .. jangan sakiti dia ya mas.. please...


mas sayang kan sama Jingga?? kalo emang bener mas sayang, mas cinta sama Jingga.. tolong mas jangan marah lagi ya. . hiks..hiks.." Jingga menangis sesenggukan sambil memeluk erat Arlan.

__ADS_1


"tapi...dia bukan siapa siapanya mas. mas cuma menganggap mama Tiara sebagai mertua mas. bagi mas, dia cuma orang asing."


"maksud mas???" Jingga menatap bingung wajah suaminya itu.


yaah... kalau dia jadi suaminya mama Tiara lagi, otomatis dia jadi mertuanya mas. dan .. mas gak mungkinkan memenjarakan mertua sendiri."


Jingga akhirnya mengerti maksud dari suaminya itu dan bergegas berlari keruang tengah mencari keberadaan Rangga.


"paaappaaaa......"


Jingga langsung menghambur kedalam pelukan Rangga setelah melihat papanya yg selama ini ia benci sekaligus sangat ia rindukan itu. Jingga langsung memeluk erat Rangga menumpahkan segala kerinduannya yg selama ini ia pendam sendiri. Rangga tak kuasa lagi menahan tangisnya dan sambil membelai sayang kepala Jingga ia pun berucap;


"maafkan..papa nak.... papa benar benar minta maaf....” air mata Rangga pun sudah terbendung. perasaan lega pun menyelimuti hati sanubarinya. Tiara sendiri sudah tak kuasa menahan haru dihatinya dan ikut menangis bersama Rina dan juga Clara.


setelah suasana kembali tenang. Jingga pun mengutarakan isi hatinya..


”mah.... pah.... Jingga gak nyangka. kalau ada hari seperti ini. hari dimana kita bisa berkumpul bertiga lagi kayak dulu. Jingga mohon mah..pah...KITA bisa bersatu lagi.....jadi Keluarga yg bahagia kayak dulu lagi.... Jingga minta dengan sangat sama mama sama papa, kalian menikah lagi yaah...tolong wujudkan permohonan putri kalian ini.."


"SETUUJUUU........"


semua yg ada di ruangan itu kompak mendukung permintaan Jingga. Rangga tampak tersenyum lebar nan sumringah karna mendapat dukungan penuh dari keluarga barunya itu. sementara Tiara hanya bisa tersipu malu.


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2