Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Jompo, **Semakin didepan**


__ADS_3

Kedatangan tuan barra ke Indonesia yg mendadak dan tanpa pemberitahuan samasekali membuat Sebastian kelagapan menyusul kakeknya yg telah lebih dulu sampai di mansion mereka yg ada di Indonesia. dengan langkah lebar dirinya berjalan masuk menuju arah ruang tengah tepat saat kakeknya itu sedang menjamu tamunya yg tak lain adalah tuan putra kakek dari sang pemilik hati, sahaja. melihat kakeknya yg lagi asik mengobrol membuat hati Sebastian lebih lega. diperjalanan pulang tadi dirinya sempat berfikir jika sang kakek sedang sakit dan ingin 'berobat' seperti biasanya ke Indonesia. Yap. selama ini tuan barra akan pulang ke Indonesia jika kesehatannya mulai menurun. kembali ke kampung halamannya adalah obat paling mujarab bagi tuan barra untuk meningkatkan imun tubuhnya dan setelah beberapa Minggu tinggal di Indonesia, dirinya akan kembali sehat dan dapat melanjutkan menjalankan bisnisnya yg menggurita yg ada di Spanyol.


"sudah lama sampai kek. kok nggak ngabarin Tian sih kek? maaf tian gak tau kakek datang hari ini jadi gak bisa jemput ke bandara tadi. apa kakek merasa kurang sehat lagi?? yg mana yg sakit kek??"


melihat perhatian cucu kesayangannya itu, barra hanya tersenyum "duduklah dulu. Salim dong teman kakek. masih ingat kan.. ini tuan putra. sahabat lama kakek. mungkin persahabatan kami udah kayak kamu sama Arlan sangkin dekatnya."


Sebastian yg memang sudah mengetahui siapa orang yg menemani kakeknya ini merasa gugup hanya sekedar basa basi dan menyapa. "ehhh... iya ada kakek Putra. apa kabar kek? udah lama gak jumpa, kakek keliatan awet muda aja."


"kamu juga makin gagah aja dari terakhir kita ketemu. kakek dengar kamu juga udah mulai mengembangkan bisnis kamu di negara ini. kakek ikut senang dan bangga sama kamu nak" tuan putra menyanjung sang calon cucu menantunya itu.

__ADS_1


merasa ada penerimaan sangat baik dari kakek sahaja Sebastian mulai berfikir akan mulai mendekati kakeknya dulu untuk mencari aliansi pendukung dirinya demi bisa lebih dekat dengan sang pujaan hati, sahaja.


"ahh.. kakek bisa aja mujinya. saya jadi tersanjung lho. . ohh. iya kek. dengar dengar perusahaan kakek lagi butuh kerja sama dengan perusahaan bidang properti ya? kalau boleh saya bersedia untuk bantuin kakek mengurus segala sesuatunya sekaligus merekomendasikan salah satu cabang perusahaan kami yg memang bergerak dibidang itu. dan mengenai keuntungan yg didapat saya siap menerima berapapun nilai yg kakek tawarkan." ucap Sebastian mantap. kali ini misinya bukanlah untuk mendapatkan laba bagi perusahaannya melainkan mendapatkan hati tuan putra.


mendengar itu tuan putra hanya tersenyum ramah dan menanggapi dengan santai. " saya akan sangat tersanjung dan berterima kasih seandainya nak Tian ini mau bekerja sama dengan perusahaan kami." pungkas tuan barra.


"ooohh.. iya. aku sampai lupa menanyakan hal yg lebih penting. bagaimana kabar cucumu sahaja? terakhir kali kami bertemu kan saat dibandara. saat kalian tinggal di mansionku di spanyol kemarin sepertinya kami belum berpamitan dengan benar. aku jadi merindukan senyuman manis cucumu itu. ahhh... rindunya.." sengaja sang kakek menekankan kata rindu.


"mendengar pernyataan kakeknya itu sontak darah Sebastian mendidih dan juga syok dengan fakta fakta yg baru didapatkan pagi ini. ternyata sahaja sudah pernah ke Mension mereka yg ada di spanyol. ternyata sahaja sudah mengenal kakeknya . ternyata sahaja dekat dan kelihatannya mulai akrab dengan kakeknya... ohhh nooo......

__ADS_1


dan yg membuat hatinya lebih gak karuan, apa tadi... 'rindu'.. berani berani nya nih aki aki mau coba coba curi start dari cucunya sendiri. gak ingat umur udah uzur apa?? Sebastian dibuat kesal setengah mati dibuatnya.


"sahaja baik. tadi dia juga titip salam buat kamu lho.." tuan putra mulai mengompori. "cucuku juga sangat berterima kasih buat perhatianmu untuknya selama di Spanyol. tadipun saat saya beritahu kamu baru tiba di Indonesia, sahaja sangat antusias dan ingin ketemu. katanya sih kangen juga" pungkas tuan putra.


"whhaattt... " batin Sebastian murka. yg bener aja loe...!!! masa iya gue mesti bersaing sama aki aki ini. ohhh.. tidak bisa!!!!


Belum reda gemuruh didada Sebastian, dirinya hampir dibuat pingsan dengan pernyataan kakek nya:


"BAGAIMANA DENGAN MAKAN MALAM ROMANTIS. " 🤭🤭🤭🤭😝😝😝😝😄😄😄😄

__ADS_1


__ADS_2