Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Untung Ganteng


__ADS_3

suara decitan ban yg memekakkan telinga sahut menyahut dengan suara pekikan seorang wanita paruh baya yg kebetulan ingin melintas di jalan yg lumayan sepi itu. tadinya dirinya ada janji temu dengan beberapa pelanggan tokonya di cafe seberang. dirinya yg memang sedang buru buru karna janji temu yg sudah lewat 15 menit dengan pelanggan setianya itu buru buru menyebrang dan dari arah yg berlawanan tiba tiba sebuah mobil sport keluaran terbaru melintas dengan kecepatan tinggi.


AARRRGGHHHHHH..." Tiara berteriak histeris dengan mobil yg hampir sejengkal lagi menabrak tubuhnya. sang pemilik mobil mewah itu buru buru keluar untuk memeriksa keadaan. "Bu... ibu enggak apa apa kan? apa perlu saya antar kerumah sakit??" Sebastian bertanya dengan nada kawatir.


awalnya Tiara sudah menyiapkan kata kata makian dan sumpah serapah kepada pemilik mobil tapi melihat niat baik pemuda itu dan terlebih lagi wajah sang pemuda yg rupawan bak seperti turunan dewa membuat kata kata makian tadi menguar begitu saja. Tiara memang merasa syok dan merasa sedikit pusing. Sebastian yg melihat keadaan Tiara yg tidak baik baik saja berinisiatif menuntun Tiara ke mobilnya dan bermaksud membawa Tiara ke rumah sakit. sebelumnya dia juga memasukkan kotak kotak besar yg sepertinya milik wanita itu kedalam bagasi mobilnya. "ehhh... ehhh.. kita mau kemana nih?" tiara mulai panik saat mobil mulai bergerak maju. "kerumah sakit Bu" jawab Sebastian cepat tanpa menoleh kearah Tiara. "eehhh... gak bisa .. gak bisa.. saya gak kenapa kenapa kok nak. tolong putar balik ke tempat tadi.. saya ada janji temu dengan pelanggan toko saya di cafe itu. " Tiara mulai gusar karena waktu janji temu yg sudah mereka sepakati dengan pelanggan setia tokonya itu sudah melenceng 30 menit. " baiklah. saya putar balik.... tapi... ibu beneran gak apa apa kan? Sebastian tetap kawatir. "enggak nak." dengan senyum tulus Tiara meyakinkan pemuda tampan dan karismatik yg ada disampingnya ini. beberapa menit kemudian mobil sport dengan design yg sudah dimodifikasi itu terparkir cantik di halaman kafe tempat janji temunya Tiara dan para pelanggan setianya. "silahkan bu." ucap Sebastian sopan setelah terlebih dulu membukakan pintu mobil untuk Tiara. "oohhh...sooo.. swweettt... " Tiara membatin. "oohh.. iya Bu. barang barang ibu biar saya aja yg bawain yaa." kembali Tiara dibuat takjub dengan perlakuan manis dari Sebastian itu.

__ADS_1


saat sudah tiba di cafe itu, Tiara langsung mencari para pelanggannya yg memang sudah berkumpul dari tadi di cafe itu. saat melihat Tiara sebagian dari mereka ada yg langsung pasang muka masam, tapi sepersekian detik kemudian berubah jadi sumringah saat melihat seorang pemuda gagah dan tampan yg berjalan mengekori Tiara dari belakang.


" eehhh. .. jeng Tiara baru datang yaa.. mari mari sebelah sini aja jeng dekat saya." seorang pelanggannya berusaha bersikap semanis mungkin demi mencari perhatian sang pemuda tampan yg berdiri di sisi Tiara. "ehh. . ngomong ngomong dia siapa jeng" semua mata ibu ibu itu berebut memperhatikan Sebastian. ada yg mentoel dagu, ada mencubit pipi bahkan sampai di jembel jembel gak karuan. merasakan tekanan yg luar biasa sontak membuat Sebastian menjadi emosi "cukup ibu ibu. !!!! saya cuma kebetulan lewat dan saya disini sekedar berusaha menolong ibu ini. sambil menunduk hormat Sebastian pamit ke arah Tiara "kalau memang sudah tidak ada lagi yg bisa saya bantu, saya permisi bu. saya masih ada urusan mendadak. " tanpa menunggu jawaban Tiara Sebastian berlalu pergi. tapi sesaat kemudian dia kembali dan berkata "maaf soal kejadian tadi. saya benar benar tidak sengaja. dan sekiranya suatu saat ibu butuh bantuan, jangan ragu hubungi saya. ini kartu nama saya Bu. saya permisi. selamat sore bu." setelah menyerahkan kartu namanya Sebastian pun langsung berlalu pergi. "huuhhh. .. apa apaan sih pemuda itu, baru di jembel dikit aja langsung merajuk." sungut salah seorang pelanggan toko Tiara itu. iya ya jeng.. Untung ganteng." yg lain ikut menimpali. sedangkan Tiara yg masih syok dengan kejadian tiba tiba ini merasa sangat bersalah kepada pemuda itu. mereka pun akhirnya melanjutkan pembahasan mengenai pesanan kue mereka masing masing. tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 6 sore dan mereka bersiap siap kembali ke kediamannya masing masing.


Tiara yg kembali mengambil kartu nama Sebastian yg dia simpan didalam tasnya tadi, tersenyum penuh arti menatap kartu itu.

__ADS_1


πŸ€­πŸ€­πŸ€”


oohhhhgghhhh....noooooo......


πŸ™‰πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™‰πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ˆ

__ADS_1


semangat menulis✍️✍️


__ADS_2