Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Asisten yg Setia


__ADS_3

Selama 12 tahun mengikuti Sandra sebagai asisten pribadinya membuat hidup seorang Fahri bagaikan sebuah drama saja. dirinya yg dalam keseharian seolah olah sangat setia dan mendukung setiap langkah CEO barunya itu sebenarnya diam diam memiliki misi lain. Fahri ingin mengeluarkan Rangga dari rumahnya sendiri agar bisa terbebas dari wanita berhati iblis seperti Sandra. Rangga yg bak tawanan dirumahnya itu hanya memiliki satu orang saja yg bisa ia percayai yakni Fahri. tapi sikap mereka seolah olah bermusuhan jika ada Sandra didekat mereka. bahkan komunikasi pun sangat jarang bisa mereka lakukan karna memang Fahri menyadari kalau tingkat kelicikan Sandra yg diatas rata rata. selama 12 tahun ini sudah berbagai cara Fahri lakukan untuk membebaskan tuannya itu, tapi setiap rencana yg sudah ia susun selalu gagal di tengah jalan. hal ini pun tidak lepas dari sifat waspada Sandra yg menempatkan puluhan pengawalan di rumah itu dan memasang ratusan cctv di rumah megah dan luas itu untuk mengawasi gerak gerik Rangga atau kalau kalau ada orang yg bertindak mencurigakan dan memastikan suami butanya itu tidak bisa pergi kemana mana. Sandra diusianya yg menjelang kepala empat ini masih saja terlihat sama seperti 12 tahun yg lalu. kecantikan dan keseksiannya seolah enggan menjauh dari dirinya. setiap orang yg tidak begitu mengenal sosoknya akan mengira dirinya saat ini adalah gadis muda berusia 22 tahun. wajahnya yg cantik, mulus dan tanpa kerutan secuilpun, tubuhnya yg molek, mulus dan sexy membuat mata setiap lelaki yg melihatnya seolah tidak bisa mengalihkan pandangannya. Sandra memiliki satu kelemahan yaitu tidak tahan melihat pria muda, bertubuh atletis, tampan dan kaya raya. dan kesemuanya itu ada di diri seorang Arlan dan Sebastian. sudah 6 bulan belakangan ini Sandra menjalin kerja sama perusahaan dengan mereka dan dalam waktu itu pula sudah berbagai cara ia lakukan untuk menarik simpatik salah satu dari pria idaman sejuta umat itu. tapi baik Arlan maupun Sebastian sama sekali tidak merespon apapun usaha yg ia lancarkan demi menarik simpati antara keduanya. Sandra yg ambisius pun semakin penasaran dan bertekat akan menaklukkan hati salah satu dari mereka berdua. dirinya pun meminta Fahri sang asisten untuk mendekati asisten Arlan atau asisten Sebastian untuk mencari tahu informasi lebih dalam tentang kedua laki laki tampan dan berkuasa itu. yg tidak diketahui Sandra adalah bahwa Fahri dan Rahmat, asisten pribadi Arlan adalah sepupuan dan Hadi asisten dari Sebastian adalah sahabatnya juga. Fahri yg memanfaatkan situasi ini pun bermaksud meminta bantuan dari Arlan dan Sebastian melalui Rahmat dan Hadi untuk bisa membebaskan tuannya Rangga dari genggaman Sandra, wanita iblis itu. dirinya pun merasa ini juga suatu kebetulan yg menguntungkan mengingat Arlan adalah menantu dari Rangga yg tak lain adalah suami dari putrinya Jingga. tapi Fahri tidak tahu bahwa luka yg ditorehkan tuannya itu begitu dalam bagi seorang Jingga dan membuat Jingga sangat membenci ayah kandungnya itu. dan apa yg di benci Jingga, lebih dibenci lagi oleh Arlan. Arlan hanya ingin mengutamakan kenyamanan bagi istri tercintanya itu. dan dia pun juga membenci sikap Rangga yg tega mengusir istrinya itu saat kecil yg menyisakan trauma yg mendalam. bahkan saat menjelang hari pernikahannya pun kakek Barra yg dengan sengaja menyinggung dan bertanya dimana sebenarnya keberadaan ayah kandung Jingga bahkan membahas lebih lanjut untuk sekalian saja mengundang ayah kandung Jingga itu dihari pernikahan cucu cucunya nanti. tapi diluar dugaan, dengan tegas dan penuh amarah Jingga menolaknya mentah mentah dan langsung berteriak histeris. Sahaja langsung memeluk sahabatnya itu untuk menenangkannya dan Arlan sang suami posesif dengan amarah yg memuncak langsung memberikan peringatan tegas kepada semua yg hadir disitu agar jangan pernah lagi membahas tentang ayah Jingga. Tiara hanya bisa diam dan menunduk sedih melihat Jingga, putrinya langsung histeris marah dan sangat membenci mantan suaminya itu. diam diam kakek Barra menitikkan air mata atas sikap Jingga ini. memang dia menyadari anak keduanya yg belum pernah ia kenal dan temui itu sudah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. dia pun bingung bagaimana menyembuhkan luka batin Jingga agar bisa memaafkan anaknya yg baru dia ketahui keberadaannya beberapa bulan yg lalu berkat liburan keluarga yg diadakan kakek Putra di Spanyol, tempat tinggalnya dulu. ini lah yg juga menjadi alasan utama kakek Barra menunda nunda untuk menguak kebenaran ini dihadapan Sebastian, Tiara dan terutama Jingga, cucunya.

__ADS_1


Fahri, yg sudah menceritakan lebih dulu permasalahan tuannya kepada Rahmat dan Hadi akhirnya bisa bernafas dengan lega karna kedua asisten orang paling berpengaruh itu, telah berjanji untuk membantunya dan mengusahakan pertemuan khusus dirinya dengan para calon papa muda limited edition itu. akhirnya hari yg ia tunggu tunggu pun tiba. disinilah mereka berlima saat ini, di salah satu cafe elit dikota itu diruangan private super VIP. Arlan yg awalnya tidak bersedia ikut hadir tapi melihat asistennya itu sampai memohon pun mengikuti juga pertemuan rahasianya itu. begitupun dengan Sebastian yg setengah dipaksa oleh asistennya itu dengan tak henti hentinya memohon kesediaannya demi menemui sahabatnya Fahri. saat ini Fahri sedang menceritakan secara singkat keadaan hidup rangga selama 12 tahun belakangan ini yg ditahan dan diisolasi oleh Sandra dirumahnya sendiri. Sebastian terlihat tidak tertarik apalagi Arlan. saat kedua pemuda gagah itu ingin beranjak pergi dari pertemuan yg menurut mereka sangat tidak penting itu, dengan segera Fahri berlutut dihadapan mereka sambil mengeluarkan ponselnya untuk menunjukkan betapa saat ini tuannya itu sangat menderita dan dalam keadaan buta pula. Fahri pun memperlihatkan foto foto Rangga yg ia ambil dengan diam diam dan sangat hati hati agar tidak ketahuan oleh Sandra. saat Arlan melihat foto foto itu sikapnya tetap dingin dan terkesan biasa saja sangat jauh berbeda dengan reaksi oleh sahabatnya Sebastian yg sangat terkejut dan secepat kilat menyambar ponsel itu dari tangan Fahri. dan tak lama ponsel itu pun jatuh dari tangannya karna tangan Sebastian yg gemetar dan dengan syok bibirnya pun berucap ;

__ADS_1


"DADDY... ????!!!!!😲😲😲😲😲😱😱😱😱

__ADS_1


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2