
Saat ini suasana ruang tamu sedang dalam mode siaga karna Tiara sedang ingin membahas hal serius dengan suami dan putri tunggalnya Jingga. Arlan pun siap sedia mendengarkan hal penting apa yg ingin dibahas ibu mertuanya itu sampai memanggil mereka untuk datang ke mansion Prakasa sepagi ini. sementara itu si kembar saat ini sedang asik bermain air di kolam renang belakang ditemani kakek buyut mereka. tuan Barra memang sengaja memisahkan diri dari mereka dan lebih memilih menikmati suasana pagi yg cerah ini dengan menemani kedua cicit kembarnya bermain air yg di dampingi oleh para pengasuh cicit kesayangannya itu.
"Sekarang.. mama mau papa jujur sama mama. apa yg papa sembunyikan dari kami berdua. kenapa papa hanya mengajak Sebastian dan Arlan ke ruang pribadinya kakek Barra dan sepertinya ada sebuah rahasia besar yg kalian tutup tutupi dari kami. sebenarnya apa yg berusaha kalian tutupi dari kami??"
Tiara langsung to the point ke inti permasalahan yg ingin ia bahas sementara Jingga terlihat bingung dengan ucapan mamanya tadi dan menuntut penjelasan dari suaminya Arlan.
"mas...emang bener yaa.. ada rahasia antara mas sama papa yg kami sama mama gak boleh tau..!?" Jingga menatap serius kearah suaminya yg tampak kebingungan harus menjawab apa. sebelum Arlan membuka suara, Rangga sudah lebih dulu menyahuti.
”maafkan..papa. bukannya papa tidak mau cerita kepada kalian tapi.. papa cuma tidak ingin membuat kalian merasa cemas dan khawatir setiap waktu. papa cuma ingin kalian berdua, wanita yg sangat papa cintai hidup damai dan bahagia tanpa dibebani dengan masalah yg ada saat ini." Rangga menatap lurus kearah istri dan putri tunggalnya itu.
"masalah ?? masalah apa pa..." Tiara dan Jingga bertanya serempak. mereka saat ini mulai tampak cemas.
”ayah Sandra seperti nya sudah tau kalau aku dan Rangga Ramadhan adalah orang yg sama. dia ingin menuntut balas kematian putrinya dan terbukti akhir akhir ini aku sering mendapat pesan singkat di ponselku bernada ancaman." Rangga pun merogoh sakunya dan menunjukkan pesan pesan ancaman itu kepada Tiara dan Jingga. setelah melihat isi pesan itu baik Tiara maupun Jingga sangat syok dan cemas. baru saja mereka merasakan kebahagiaan sebuah keluarga yang utuh tapi kebahagian itu seolah enggan berlama lama melingkupi keluarga mereka. dan rasa cemas itu semakin jelas diwajah cantik mereka karna Arlan pun menceritakan bagaimana rapinya rencana yg mereka susun dulu untuk menghilangkan barang bukti dan memanipulasi kematian Rangga tapi hal itu tampaknya tidak berlaku kepada Papanya Sandra yg seorang bos mafia besar di negri ini.
Tiara yg mulai bisa menguasai dirinya pun mulai angkat bicara,
__ADS_1
"hal ini tidak bisa kita diamkan lagi. seluruh keluarga kita Harus tau agar mereka juga bisa lebih waspada untuk kedepannya karna kita semuanya memang memiliki keterikatan dengan Arlan dan Sebastian yg mana mereka berdua lah yg sudah melenyapkan Sandra, Putri bos mafia itu. hari ini juga kita adakan rapat keluarga emergency di mansion ini guna membahas lebih lanjut permasalahan ini. seluruh anggota keluarga kita harus diperingati agar mereka lebih berhati hati karna lawan kita ini bukan orang sembarangan. tapi.... sebelum itu... Jingga .... ayo ikut mama ke rumah sakit sekarang juga.!!!
Arlan , Jingga dan Rangga sangat terkejut dengan ajakan tiba tiba dari Tiara.
"loh... loh.... kok malah ke rumah sakit..??? mama sakit.. ??" Rangga yg cemas langsung bergegas menghampiri istri cantiknya itu.
”bukan mama pah. tapi Jingga...!!! ada yg mau mama Pastikan. nak Arlan juga sepaham kan sama mama.."
Arlan sang menantu jenius langsung mengerti maksud sang mama mertua dan sekilas memandang ke tubuh istrinya.
”bagusss...!!! Emang gini nih enaknya punya mantu jenius. kita ngomong sepatah dua patah kata aja, dia langsung tanggap dan nyambung. beda banget Ama BINI nya... mau kita ngomong Ampe berbuih juga belum tentu nyambung. kayak sekarang ini nihh..
"jingga... ayo buruaaann.…..!!!"
Tiara menarik tangan putrinya yg masih syok dengan keadaan yg tiba tiba itu.
__ADS_1
"tapi... Jingga gak sakit maaa...."
"udah... pokoknya ayok. jangan bantah.!!!”
”eehh... ma... tunggu.. papa juga ikut... " Rangga pun menyusul sang istri dan segera mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit milik keluarga Samudra.
"wahh.. selamat ya nyonya muda. anda akan segera punya momongan lagi. saat ini usia kandungan anda 4 minggu, kondisi janinnya juga sehat.
"Alhamdulillah.." Rangga dan Tiara sontak memanjatkan syukur kepada yang kuasa. pasangan suami istri itupun memeluk hangat putri mereka itu.
Arlan yg terkesima menatap takjub ke arah istrinya dan juga layar monitor yg menunjukkan calon bayinya.
"trimakasih sayang...." Arlan memeluk dan mengecup sayang puncak kepala istrinya sementara air mata bahagia tampak jelas di wajah Tiara dan terutama Jingga.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Semangat Menulis ✍️✍️