Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Mengungkap Kebenaran


__ADS_3

Sebastian langsung bergegas keluar dengan terburu buru dari cafe itu. hatinya yg diliputi kebahagiaan semu yg melihat sendiri ada seseorang yg sangat mirip dengan Daddynya sedang berada dibawah kendali seorang wanita yg kejam dan tak berperasaan bernama Sandra. dirinya seolah olah ingin melawan takdir dan sangat berharap bahwa pria yg ada di foto tadi benar benar adalah ayah kandungnya sendiri. dengan diikuti oleh sang sahabat mereka berdua pun bergegas menuju mansion keluarga Prakasa. kebetulan sang kakek sedang duduk santai di sebuah gazebo yg letaknya ada di samping taman mansion itu disisi kolam renangnya yg indah dan asri. sore yg indah itupun tak akan ia lewatkan begitu saja. sambil di temani secangkir kopi panas dan kicauan merdu burung burung peliharaannya kakek Barra begitu menikmati waktu senggangnya. saat dirinya sedang asik memperhatikan burung burung peliharaannya yg harganya mencapai milyaran rupiah itu, tiba tiba dia di kejutkan dengan kunjungan mendadak cucu kesayangannya yg selalu di temani oleh sahabatnya itu. tanpa Permisi keduanya pun langsung duduk dan menatap kakek tua itu dengan ekspresi yg berbeda beda. kalau Arlan sedang menatapnya dengan wajah datarnya dimana sang kakek sudah hafal betul dengan watak manusia es yg satu ini, bahwa Arlan hanya bisa tersenyum kepada orang orang tertentu saja. tapi....saat dia menatap netra mata cucunya Sebastian, ada kebahagiaan luar biasa besar di sana yg tak mungkin bisa dipungkiri dari senyum sumringah cucu kesayangannya itu. ada apa sebenarnya ?? apa cicit kembarnya sudah lahir ?? dan belum sempat sang kakek bertanya maksud kedatangan mereka yg tiba tiba itu, dengan antusias Sebastian pun langsung memeluk kakeknya itu dan setengah berteriak ;


"Daddy masih hidup kek.. Daddy masih hidup." sambil berurai air mata kebahagiaan Sebastian ingin berbagi kebahagiaan semunya itu dengan sang kakek. awalnya kakek Barra sangat terkejut dan bingung dengan penuturan cucunya itu. jadi dia meminta Sebastian untuk minum dulu dan menenangkan dirinya sejenak. melihat sang cucu sudah bisa menguasai dirinya, mulailah kakek Barra bertanya.


"ada apa ini sebenarnya ?? dan apa maksudnya perkataanmu tadi ???" dan belum sempat Sebastian memberi jawab pertanyaan kakeknya tadi, Arlan dengan tegas berkata ;


"dia salah mengira kalau ayahnya Jingga adalah uncle Dean !!"


mendengar itu sontak saja kakek Barra sangat syok dan sambil berlinang air mata dia pun bertanya dengan sangat antusias ;


"dimana dia.... ?? dimana putraku itu.. ?? aku sudah lama mencarinya kemana mana... aku hampir putus asa. ternyata kalian telah lebih dulu menemukannya. ohhh... trimakasih ya Allah... trimakasih buat anugerah -Mu yg luar biasa ini... "sambil bersimpuh kakek Barra sampai terduduk di rumput halamannya itu."

__ADS_1


Sebastian yg salah mengira maksud ucapan kakeknya ikut bersimpuh dan memeluk sang kakek. sementara Arlan, hanya duduk diam sambil menyimak situasi yg sedang ada dihadapannya. sambil berderai air mata kebahagiaan, Sebastian pun bertanya sambil tergugu ;


"jadi... benar kan kek.. daddyku.... daddyku masih hidup..????? tapi... kenapa selama ini kakek merahasiakannya dariku kek ????? berarti Jingga itu adikku kan kek???" iya kan kek..???."


sambil mengangguk pelan kakek Barra membenarkan pertanyaan dari Sebastian itu yg sontak saja membuat sang manusia es sangat terkejut terlebih lagi Sebastian. tapi kemudian kakek Barra pun memberi penjelasan kepada mereka berdua agar tidak berlarut larut dalam kebingungannya.


"ayo. . kita semua duduk dulu nak.. ada sebuah rahasia besar yg ingin kakek ceritakan yg memang kakek tutupi dari dirimu bahkan dari ayahmu Dean seumur hidup kalian.


yaa.. nak..


kami memiliki dua orang putra kembar identik. ayahmu, Dean dan ayahnya Jingga, Rangga. Dean lahir dalam keadaan sehat tapi Rangga lahir dengan kondisi fisik sangat lemah. Rangga akhirnya divonis meninggal oleh dokter yg menanganinya saat itu. dan dokter itu juga yg aku mintai tolong menguburkan putraku itu dengan layak karna kondisi nenekmu saat itu yg sangat lemah."

__ADS_1


"Jadi.......jadi, maksud kakek ...Rangga ayahnya Jingga itu bukan Daddy tapi pamanku.. paman kandungku ???" Sebastian tampak kecewa dan sontak saja fakta yg baru ia ketahui ini seketika itu juga sudah menghancurkan harapan semunya dan mengembalikannya kealam nyata bahwa Daddynya memang benar benar sudah tiada.


"iya.. nak. maafkan kakek yg tidak berterus terang pada kalian selama ini. kakek juga baru tahu kalau pamanmu itu ternyata benar benar masih hidup berkat sahabat kakek, tuan putra yg secara tidak sengaja telah mempertemukanku dengan cucuku yg lain yakni Jingga. aku menyadarinya saat pertama kali aku melihat Jingga, aku seperti melihat Dean muda yg suka sekali bercanda memakai pakaian wanita hanya untuk menghiburku dan membuatku tertawa. dari situ aku langsung meminta sahabatku putra untuk membantuku mencari informasi mengenai ayahnya Jingga dan betapa terkejutnya aku saat itu sang informan sahabatku itu mengirimkan data diri Rangga yg disertai beberapa foto dirinya. dari sana aku membuat kesimpulan sendiri bahwa Rangga pasti adalah putra keduaku yg selama ini kukira telah tiada. dan fakta itu semakin jelas didepan mataku saat diam diam aku mengambil beberapa helai rambut Jingga saat dia pingsan di Rumah Sakit kemarin dan dari pemeriksaan laboratorium terbukti dia memang cucu kandungku. dan.. takdir pun pernah mempertemukan kami 12 tahun yg lalu. waktu itu, dipinggiran desa kecil aku sempat berpapasan dengannya di TPU tempat di mana aku mengira putra kecilku itu telah dimakamkan. awalnya kufikir aku hanya melihat bayangan Dean yg memang sangat aku rindukan. tapi saat aku melihatnya menaiki mobil sportnya aku pun tersadar bahwa dia memang nyata. aku berusaha mengejarnya tapi mobil itu pun berlalu dengan kecepatan penuh. aku yg penasaran seketika itu juga dengan menguatkan hati meminta beberapa orang penggali kubur untuk menggali kembali pusara putra kecilku itu dan betapa terkejutnya aku dan semua yg menyaksikan ditempat itu bahwa ternyata itu hanyalah liang kosong belaka. ternyata selama itu aku menziarahi putraku yg ternyata masih hidup. dari situ aku berusaha mencari sosok anakku itu, tapi selama 12 tahun mencari aku tidak bisa menemukan keberadaannya. dan... hari ini, malah kalian berdualah yg pertama berjumpa dengannya. jadi... bisakah kalian membawa kakek tua ini untuk menemui putranya yg telah hilang dari hidupnya selama 50 tahun???" dengan berlinang air mata kakek Barra meminta dengan penuh harap.


Arlan dan Sebastian pun saling pandang dan terlihat bingung harus mengatakan apa, dan bagaimana mengungkapkan kepada kakek malang ini tentang keadaan Rangga saat ini yg sebenar benarnya.


"Kenapa kalian diam ???"


😕😕😕😕😕😕


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2