Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Turunan Bapaknya


__ADS_3

Belum selesai rasa keterkejutan Arlan akan pernyataan anaknya itu, dengan tergesa ia pun melangkah dengan niat ingin menyusul putra kebanggaannya itu demi memperjelas maksud ucapan putranya tadi yg jujur saja sempat membuatnya speechless dan tidak bisa berkata kata. tapi, baru beberapa langkah ia berjalan, putranya yg lain, Galang, menghadang jalannya sambil merentangkan kedua tangan.


"pah.... Aku mau curhat dong.." ucap Galang dengan sikap malu malu sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


Arlan yg sudah sangat berniat untuk mengintrogasi putranya yg lain itu pun lebih memilih untuk menyusul putra kedua nya itu. yaap.. bagi Arlan, urusan curhat Galang bisa menunggu karna toh putranya itu memang termasuk anak yg terbuka soal apa saja dan setiap hari juga memang dirinya akan selalu bercerita mengenai kesehariannya. sangat berbeda dengan Gilang yg sangat tertutup dan tidak banyak bicara.


"nanti yaa. . . papa mau nemuin Gilang dulu..sebentar kok... gak lama.. nanti kalo papa udah selesai ngomong sama Gilang, ntar papa pasti langsung nyusul ke sini. jadi.. kamu tunggu papa disini dulu yaa.." Arlan berusaha menjelaskan kepada putranya itu sekaligus memintanya agar tidak mengikutinya menemui kembarannya itu agar dia bisa bicara empat mata dengan Gilang, putranya yg sudah seperti miniatur dirinya itu.


Galang yg sudah tidak tahan lagi dengan perasaan dihatinya ingin segera bercerita panjang kali lebar dengan papanya itu agar perasaan yg ada di hatinya itu bisa ia luapkan.


melihat papanya sudah mulai melangkah maju dan beranjak untuk meninggalkan dirinya, dengan lantang ia berkata:


"PAH... GALANG LAGI JATUH CINTA NIHH..!!!"


sontak saja langkah Arlan berhenti detik itu juga dan langsung putar arah menghadap putra kesayangannya itu.


"WHHAAAATT...."😱😱


Flashback on


"heiii.. kamu..!!! berhenti. !!!"


Jelita mengerem paksa langkah Galang yg ingin bergegas kembali ketempat teman temannya yg sedang berkumpul disekitaran rollercoaster yg ada di taman depan mansionnya itu.


"tadi kan aku udah bilang minta maaf dulu.. kamu tuh udah buat sahabat aku sedih tadi, lagian.. dimana Hanella, bukannya tadi kalian pergi bersama ??" Jelita berucap panjang lebar yg hanya di tatap dalam diam oleh Galang.


"hey... kok kamu diam aja sihh.. Aku tuh lagi nanyain kamu, kenapa jadi kamunya jadi diam...?? apa jangan jangan...."

__ADS_1


humpp. Jelita menutup tangannya dengan mulutnya sendiri.


"kamu bisu yaa.. ??" ehh.. tapi.. tadi bisa ngomong kok pas sama Hanella"


Jelita terus bermonolog sendiri yg masih ditatap dalam diam oleh Galang.


Galang yg merasa degupan jantungnya berdetak tak karuan menatap gadis cilik yg ada dihadapannya ini hanya bisa tersenyum simpul. dalam diam ia mengagumi kecantikan alami gadis cilik yg ada dihadapannya itu. seketika ia jadi lupa dengan teman temannya dan lebih memilih mendengarkan ocehan gak penting gadis yg ada dihadapannya itu. Galang pun merasa aneh karna baru kali ini dirinya bisa diam tak berkutik dengan seorang gadis. biasanya Galang paling jago adu argumen dan sangat pintar bicara tapi.. entah kenapa lidahnya tiba tiba kelu dan hanya mampu menatap kagum gadis cilik yg ada dihadapannya ini dengan perasaan berdebar tak karuan.


"kamu kok cuman ngeliatin aku sihh.. ayo ngomong donk.. isstt.. kamu menyebalkan. aku pergi aja." Jelitaa yg sudah dibuat kesal beranjak pergi dari hadapan Galang.


Galang yg melihat Jelita akan beranjak pergi seketika itu juga menahan langkah Jelita dengan cekalan tangannya.


"tunggu...!! kamu mau kemana..??" ucap Galang tiba tiba merasa tidak rela jika ditinggal oleh Jelita.


"emang kenapa...??" tanya Jelita dengan cueknya. tadi aja diajak bicara nggak mau, giliran orang mau pergi, kamunya malah mau ngomong. ckckck.. kamu aneh banget sih.." ucap Jelita jengah yg melihat sikap Galang yg malah senyum senyum sendiri.


saat mereka akan memasuki areal prasmanan, disana masih ada Gilang yg tak sengaja berselisih jalan dengan mereka.


"lhoo.. kalian... ada dua ??" kamu punya kembaran..???" Jelita yg memang baru pertama kali berkunjung ke mansion Samudra memang sama sekali tidak mengenal Galang maupun Gilang karna dirinya adalah salah satu anak dari sahabat Sahaja, yg kebetulan saat ini sedang berada di Indonesia. selama ini Jelita dan kedua orangtuanya menetap di Singapore.


Gilang yg memang cuek dan dingin kepada gadis manapun, memilih berlalu pergi Karna dirinya masih penasaran dengan sosok gadis cantik cilik yg berhasil meluluh lantahkan hatinya tadi. sementara Galang yg melihat kembarannya itu pergi melongos begitu saja, merasa bersyukur karna dia pun masih ingin berlama lama dekat dengan gadis kecil yg ada dihadapannya ini.


"ia.. dia adik aku. kami memang kembar identik." jawab Galang singkat yg masih senyum senyum sendiri melihat raut wajah bingung dari jelita.


"ahhh.. udah dehh.. aku mau nyari Hanella dulu .. awas aja kalo dia masih sedih, salah satu dari kalian pasti bakalan aku.. ehhhmm (jelita mengancam Galang dengan kepalan tangannya seolah ia akan menjotos Galang dengan tangan mungilnya itu. melihat tingkah Jelita itu sontak membuat Galang tertawa terbahak bahak yg di ikuti olah tatapan tajam khas anak anak oleh Jelita kepada nya.


flashback off.

__ADS_1


"gitu.. paaa .. ceritanya.." ujar Galang kepada Arlan yg hanya direspon dengan tatapan tak percaya dan mimik wajah terkejutnya.


"wadoohh.. anak anak gua kok pada ngikutin jejak gua sihh.. duhh..istri mana.. istri.. pala gua tiba tiba migrain nih.." Arlan bermonolog sendiri sambil menekan nekan pelipisnya yg menandakan kepalanya yg tiba tiba pening sendiri. 😂😂


Jingga yg baru turun dari kamarnya, menatap aneh kepada suaminya yg sedang duduk di sofa sendirian sambil menekan nekan pelipisnya. Galang sudah berlalu ke kamarnya menyusul Gilang karna dirinya merasa sudah mengantuk dan ingin segera tidur.


"mas... kamu kenapa?? kamu sakit ??" ujar jingga sembari mendudukkan dirinya di sisi suami tampannya itu.


mendengar suara jingga, sontak Arlan memeluk tubuh istrinya itu dan menceritakan tentang kejadian yg baru saja dia alami mengenai kedua putranya yg menyatakan hal hal diluar ekspektasi nya.


jingga yg awalnya serius mendengarkan cerita suaminya itu malah tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.


"itu namanya mas.. like father like son. mereka fix turunan Bapaknya.. hahaha..."


Arlan yg tidak terima ditertawakan oleh istri cantiknya itu mulai mengajukkan pembelaan dirinya.


"mas.. gak gitu kok!!!. mas.. cuma jatuh cinta sama anak SMP aja kok dulu. beda lha.. Galang sama Gilang kan masih SD." ucap Arlan sambil geleng geleng sendiri.


"udah dehh mas... jangan terlalu di tanggapi serius Napa !!


mereka toh juga masih anak anak.


esok besok juga mereka pasti udah lupa sama apa yg mereka bilang hari ini. mas.. udah yaa.. please jangan terlalu serius. calmdown mas.. tenang.. ok .. " jingga tersenyum manis kepada suaminya itu.


"yahh.. mungkin kamu benar. ya udah deh.. yuk kita liat anak anak." Arlan menggandeng mesra tangan istrinya itu menuju kamar anak anak mereka demi mengucapkan selamat malam dan mengecup sayang putra putri kebanggaannya itu.


❤️❤️❤️🤭🤭😚😚😘😘😘

__ADS_1


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2