
Di hadapannya saat ini sudah berdiri sosok pamannya yg sangat ia rindukan. dan suasana harupun tercipta karna setelah bertahun tahun lamanya paman dan keponakan itu akhirnya bertemu di mansion itu yg disaksikan oleh tuan Barra sendiri. awalnya Maulana bingung dengan kedatangan orang orang suruhan tuan Barra untuk menjemputnya ke Spanyol demi menemui keponakan nya Rangga yg sudah tidak bisa dia temui 12 tahun belakangan ini karna istri barunya Rangga, Sandra selalu beralasan suaminya itu sedang berada diluar negri. Maulana baru percaya saat dirinya melakukan video call dengan tuan Barra yg menjelaskan kalau dirinya adalah ayah kandung Rangga. dia juga memohon dan memintanya dengan sangat untuk segera datang ke Spanyol karna ada hal yg sangat penting yg harus mereka bicarakan. melihat kesungguhan di mata tuan Barra akhirnya diapun memutuskan hari itu juga untuk berangkat ke Spanyol menemui keponakan nya itu dan demi mengungkap kebenaran yg selama 50 tahun ini ia tutupi. dan akhirnya pertemuan itu pun terjadi. dengan linangan air mata ia berusaha mengungkap kebenaran dihadapan tuan Barra dan Rangga.
"50 tahun yg lalu, kakak iparku Ridho Ramdhan di mintai tolong oleh tetangga kami untuk ikut dengannya ke TPU karna saat itu kak Ridho adalah seorang ustad. dirinya memang kerap diminta tolong untuk ikut ke TPU oleh pihak keluarga yg ada anggota keluarganya meninggal dunia guna di bacakan doa terakhir. saat itu hujan lebat, dan kakak ipar pulang dengan membawa serta seorang bayi laki laki dalam dekapannya yakni dirimu Rangga. saat itu aku mencuri dengar pembicaraannya di teras rumah kami dengan penggali kubur itu yg intinya kak Ridho menceritakan bagaimana bayi itu yg saat akan dimakamkan hidup kembali dan juga memintanya merahasiakan tentang kebenaran ini. dari situ penggali kubur itu kembali lagi ke TPU itu dan menutup makam itu dan meletakkan batu nisannya di sana dan akhirnya kebenaran itupun terkubur disana selama 50 tahun ini. naas baginya, dalam perjalanan pulang penggali kubur itu mengalami kecelakaan tunggal dan meninggal di tempat. istinya yg baru melahirkan putrinya yg berusia 2 minggu tak kuasa menahan sedihnya dan akhirnya menyusulnya malam itu juga. bayi perempuan itu akhirnya di adopsi oleh adiknya dan akhirnya menikah denganmu dan menjadi istrimu. yaa.....bayi penggali kubur itu adalah Tiara, nak. diriku saat itu masih berusia 12 tahun. dan saat aku melihat kebahagiaan kakakku yg sudah lama ingin memiliki anak dan aku bisa melihat lagi rona kebahagiaan terpancar nyata di wajahnya, akhirnya aku memutuskan untuk tidak melawan takdir dan membiarkan kebenaran ini terkunci rapat di hatiku demi kebahagiaan keluarga kecil ini."
__ADS_1
dari situ baik tuan Barra dan juga Rangga hanya bisa termenung akan kisah hidupnya yg baru ditahuinya ini. setelah beberapa lama akhirnya dengan ikhlas mereka menerima kenyataan ini dan Rangga pun tersungkur di hadapan tuan Barra dengan berteriak pilu. "ayaaahhh.. "
dan suasana hari itu semakin nyata diruangan itu pada saat itu, Karna akhirnya tuan Barra dan Rangga berpelukan dalam tangis pilu mereka.
__ADS_1
dia juga menatap Foto Tiara dan perih dihatinya semakin meremas erat. penyesalan terdalam yg ia rasakan karna telah menyia nyiakan wanita cantik dan sederhana itu. setahun belakangan ini ia terus mencari informasi tentang Tiara dan kehidupan pribadinya. dan Tiara memang tidak menikah lagi. dan juga tidak juga memiliki kekasih. bukan karna tidak ada lelaki yg mau mendekatinya, bahkan dari dulu awal dirinya menjanda banyak lekaki yg berusaha untuk meminangnya tapi ia menolaknya secara halus. karna bagi Tiara, Rangga adalah sosok laki laki satu satunya yg ia cintai sedari kecil dan akan tetap seperti itu untuk seumur hidupnya. sedangkan bagi Rangga sendiri kenyataan bahwa Tiara masih sendiri dan belum menikah lagi membuatnya merasa ada sedikit harapan untuk bersatu kembali menjadi sebuah keluarga seperti dulu. dirinya pun meminta tuan Barra untuk ikut dengannya ke Indonesia karna saat ini hati dan jiwanya sudah sangat siap untuk memohon maaf dari kedua wanita yg sangat berharga baginya itu. tuan Barra pun sangat senang dengan keputusan putranya itu dan dengan antusias untuk ikut dengannya kembali ke Indonesia karna dirinya pun sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ke 4 cicit kembarnya itu yg selama ini hanya bisa ia lihat melalui video call saja. mereka pun memutuskan untuk terbang dengan pesawat pribadi mereka hari itu juga menuju Indonesian. sebelumnya mereka juga sudah meminta bantuan dari Arlan dan Sebastian untuk menyiapkan acara penyambutan bagi mereka di mansionnya. tuan Putra juga sangat senang mendapat kabar sahabat karibnya itu akan kembali ke Indonesia dan dengan antusias dirinya berpesan agar ia juga yg akan menjemputnya kembali di bandara dan membawanya ke mansion Prakasa di mata tempat pesta penyambutan dirinya dan juga Rangga sudah di persiapkan dengan sangat baik oleh Arlan dan juga Sebastian. dan hanya Jingga dan Tiara saja yg tidak mengetahui kalau yg akan mereka sambut kehadirannya bukan saja kakek Barra melainkan tokoh utamanya yg tak lain adalah Rangga sendiri.
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1