
Tak terasa sudah sebulan Sahaja dan Jingga berganti status menjadi seorang nyonya muda dari keluarga paling kesohor di negri ini. cinta dan kasih sayang melimpah dari suami suami mereka membuat keduanya diliputi dengan kebahagiaan sehari harinya. dan tepat dua Minggu yg lalu Arlan dan Sebastian sudah mulai aktif lagi menjalankan perusahaan raksasa dan bisnis mereka yg menggurita. kesibukan mereka dalam bekerja tak juga membuat mereka lupa memanjakan istri tercintanya. setiap sejam sekali para suami itu tanpa janjian selalu video call sang istri hanya sekedar menanyakan kegiatan seharian sang istri atau sekedar menyapa sang istri tercinta kalau kalau mereka merasa jenuh dirumahnya yg super megah berlantai 4 itu dengan fasilitas lengkap dan mewah baik itu ruang gym pribadi yg super lengkap, kolam renang, salon pribadi dan spa khusus untuk sang istri pun sudah di sediakan para suami untuk memanjakan para istri mereka. bahkan rumah mereka juga memiliki fasilitas lift pribadi yg memudahkan pergerakan sang istri dirumah mewah mereka itu.
dan saat ini jingga yg bertamu ke rumah sahabatnya sahaja. mereka sedang bersantai di ruang tengah sang sahabat sambil menikmati cemilan dan minuman yg tadi disuguhkan pelayan dirumah itu.
"ja... loe bosan gak dirumah terus sebulanan ini?"
__ADS_1
"bosan banget lah ji. tapi... kita berdua kan tau sendiri gimana tabiat suami suami kita. mana bisa kita melangkah keluar kalo gak bareng sama mereka. bisa bisa yang ada kejadian nya kayak kemarin lagi... huufftt.."
dengan kompak kedua sahabat itu berdesah pasrah mengingat kejadian seminggu yg lalu dimana mereka berdua sedang keluar diantar supir pribadi Jingga ke taman yg memang masih ada disekitaran komplek itu sekedar melepas penat dan jenuh karna mereka hanya dirumah saja jika suami suami mereka sedang bekerja. tanpa mereka berdua sadari, Arlan dan Sebastian yg pulang lebih awal siang itu dan tidak mendapati istrinya dirumah langsung panik dan heboh memerintahkan para pelayan untuk mencari keberadaan istri tercinta mereka. para orang tua pun di buat panik karna Arlan dan Sebastian juga menghubungi mertua masing masing menanyakan keberadaan istri istri mereka. para pelayan pun dikumpulkan dan mereka pun mendapat amukan sang tuan muda yg marah karna sudah teledor membiarkan istri istri mereka keluar tanpa pengawalan ketat. saat para suami sedang murka, jingga dan sahaja yg sudah kembali dari taman setelah sejam an berada disana merasa heran melihat pelayan mereka berkumpul semua di depan rumah jingga dan sedang tertunduk lesu. melihat kedatangan istri istri mereka, Arlan dan Sebastian langsung menghampiri mereka dan langsung memeluk istrinya dengan perasaan lega. semenjak kejadian itu, sahaja dan jingga tidak diizinkan oleh para suami mereka keluar rumah tanpa didampingi para suami atau setidaknya sudah mendapat izin dulu dari suami suami posesif mereka itu.
"ternyata nikah itu kayak gini ya ji..."
__ADS_1
"iya Ji.. sama. aku juga merasa udah kayak bonekanya mereka aja. kita memang disayang setengah mati sama mereka. tapi... kan kita juga punya keinginan dan pengen punya kebebasan juga. " sahaja mengeluh kesahabatnya itu.
"iya ja. ini masih sebulan. gimana setahun coba?? gue kok rasanya lebih memilih hidup gue yg dulu pas masih singel ya ja.. walaupun gue hidupnya pas Pasan.. tapi gak terkekang gini juga kale. cinta suami gue kok nyesek gini sih ja. gue rasanya lama lama sudah bernafas kalo di perlakuan terlalu istimewa kayak gini ja.."
"sama ji. gue juga bingung 😕 gimana ngomongnya sama mereka. huuuffttt..."
__ADS_1
kedua sahabat itu pun saling curhat permasalahan rumah tangga mereka yg intinya mereka berdua mulai jenuh dengan keposesifan para suami suami mereka. rasa cinta yg begitu besar dari suami mereka membuat mereka merasa terkekang dan kehilangan kebebasannya yg dulu. mereka ingin sekali melanjutkan kuliah mereka tapi lagi lagi para suami nya itu selalu saja memiliki berjuta alasan yg akhirnya mengharuskan mereka terpaksa diam dirumah menjadi istri yg baik menunggu kepulangan sang suami. begitulah hari hari mereka berlalu sebulanan ini yg membuat batin mereka diam diam merasa sangat sepi dan tidak bersemangat. tak terasa sudah dua jam jingga bertamu di rumah sahaja dan pamit pulang ke rumahnya karna biasanya jam jam segini para suami mereka sudah pulang ke rumah mereka masing masing.
Semangat Menulis✍️✍️