Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Bila Rasaku ini Rasamu....


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak pertemuan tak terduga antara Sahaja/Jingga vs Sebastian/Arlan. dari kejadian di cafe itu terjadi perubahan yg cukup signifikan dikubu Sebastian/Arlan tapi hari hari berjalan seperti biasa di kubu Sahaja/Jingga. Sahaja dan Jingga yg setelah pertemuan "ajaib" mereka saat di cafe itu dengan Arlan dan Sebastian hanya menganggapnya sebagai angin lalu dan melupakan begitu saja kejadian itu. tak pernah ada lagi pembahasan diantara mereka mengenai kejadian di cafe kemarin. intinya buat mereka pertemuan yg tidak disengaja itu sama sekali TIDAK PENTING.


Hal ini sangat berbanding terbalik dengan apa yg dirasakan oleh Arlan dan Sebastian. seminggu ini kegiatan mereka sama sekali tidak berjalan semestinya.. kalau ibarat lagu nih... "aku mau makan (ku ingat kamu), aku mau pergi (ku ingat kamu), aku sedang bosan (ku ingat kamu) inikah rasanya bila ku jatuh cintaπŸ₯°πŸ˜πŸ˜„β€οΈπŸ’ž). Segala kegiatan mereka seminggu ini tak berjalan semestinya. mereka masing masing banyak melamunkan sang pemilik hati masing masing. saat rapat dikantor, konsentrasi mereka sering buyar bahkan saat meeting virtual dengan client penting mereka atau saat sedang jalanpun mereka selalu terbayang bayang sang pujaan hati. asisten mereka masing masing Sampai pusing sendiri menghadapi bos mereka ini. kadang termenung, kadang senyum senyum sendiri, kadang diajak ngobrol sering gak nyambung dan hal itu sedikit banyak berpengaruh kepada kinerja mereka diperusahaan. beruntung asisten mereka masing masing cukup handal dibidangnya, jadi saat bos mereka hampir melakukan kesalahan, dengan cepat mereka memperbaiki situasi dan semua kembali berjalan sebagaimana mestinya. kejadian itu terus berlanjut seperti siang ini, para bos mereka sedang melakukan pertemuan dadakan di sebuah cafe dengan dalih makan siang. entah apa yg mereka bahas, karna mereka tidak diizinkan satu meja dengan bosnya. jadilah kedua asisten itu Rahmat dan Hadi memilih duduk dimeja yg sama. awalnya mereka hanya membicarakan urusan bisnis yg memang berkaitan dengan kerjasama perusahaan mereka masing masing tapi lambat laun dan tanpa di sengaja, entah siapa yg memulai mereka akhirnya membahas perubahan aneh di diri bos mereka masing masing. Yap. diluar kantor mereka memang bersahabat layaknya Arlan dan Sebastian.

__ADS_1


"tapi... gue bingung sama sikap bos gue akhir akhir ini. udah seminggu ini dia kayak bukan dirinya, bro.. entahlah. apa yg udah mempengaruhi bos dingin gue itu." Rahmat mengungkapkan uneg unegnya kepada Hadi sang asisten kepercayaan Sebastian itu. Hadi yg awalnya terkejut dengan pernyataan Rahmat tadi juga mengemukakan pengalamannya saat mendampingi sang bos, Sebastian selama 1 minggu ini.


"lho... kok samaan yaa.. gue juga bingung Bro. udah seminggu belakangan ini bos gue juga kayak orang asing dimata gue. kerjanya seringan ngelamun plus senyum senyum sendiri. kadang kalo lagi ngebahas urusan perusahaan suka gak nyambung. padahal kemarin kemarin masih wajar wajar aja tuh bos. pasti ada sesuatu deh antara mereka berdua. soalnya kok bisa samaan gitu??" dan akhirnya berlanjut lah pergibahan panjang antara Rahmat dan Hadi selama 30 menit acara makan siang mereka yg intinya membahas kelakuan aneh bos masing masing dan berakhir dengan kesepakatan bakal mencari tau secara diam diam apa yg membuat para bos yg biasanya sangat profesional dalam hal bekerja ini jadi seperti keluar dari dunianya masing masing. "Demi Perusahaan" mereka menyemangati diri mereka masing masing dengan saling berjabat tangan erat layaknya pejuang beneran.(πŸ€œπŸ€›)

__ADS_1


"masak mereka gitu sih bro... kita disini udah cinta setengah mati. lha merekanya biasa biasa aja." Sebastian curhat ke sahabatnya. Arlan sang manusia bijak pun menanggapi. "yahh.. namanya perasaan bro. siapa yg bisa menebak. mungkin mereka memang gak ada rasa sama sekali sama kita. buktinya seminggu ini orang orang yg kita utus buat ngawasin mereka laporannya gitu gitu aja. cuma kegiatan mereka sehari hari dan bahkan saat gue minta mereka menguping pembicaraan mereka saat berdua, gak ada sama sekali pembahasan mengenai pertemuan dengan kita di cafe itu. "


huuffftttt... hanya hembusan nafas kecewa yg bisa mereka lakukan saat ini.

__ADS_1


(yang sabar ya bro... semua ada waktunya πŸ€ͺπŸ™„πŸ˜„πŸ˜πŸ₯° nasihat otor kacangan ✍️)


__ADS_2