
"Kakek!!!! aku menunggu penjelasan dari kalian. sebenarnya ada apa ini??" sambil bersidekap tangan didada Sebastian kembali menekan emosi yg bergemuruh didada. "jangan jangan dua sahabat sableng uzur ini lagi ngerjain gue". Sebastian membatin gusar. "oke . oke!! jadi gini nak Tian. sebenarnya sejak awal kami berdua memang berniat menjodohkan kamu dengan cucuku sahaja. "tuan putra memulai penjelasannya. "dan..kakek sengaja mancing kamu dengan omongan tadi biar kamu jujur sama perasaan kamu sendiri." Tuan Barra menimpali. "jadii... yg mau kakek jodohkan sama aku kemarin kemarin itu, Eneng sahaja" Sebastian berubah sumringah dan masih tidak percaya dengan pendengarannya. "iyaa.. makanya, kamu nya aja yg sok sok an nolak. pake gak mau ketemuan segala. nahh.. sekarang aja, jadi bucin akut kan kamunya." mendengar sindiran dari kakeknya, Sebastian hanya bisa nyengir kuda. saat ini tak pelak yg tadinya hatinya sudah diliputi letupan lava merah, berubah menjadi musim semi bunga sakura. indah dan damai.
"nahh . . sekarang, tinggal kamunya aja mau gerak sendiri atau mau kami bantu nih.. buat dekatin sahaja.??" tanya tuan barra serius kepada cucu kesayangannya itu. " yaa..jelass,,,,
DIBANTU donk kek." Sebastian mode memelas on. "hadehhh." tuan putra dan tuan Barra mendesah pasrah sambil geleng geleng kepala. tapi.. agak susah sih kalo mau dekatin sahaja" monolog tuan putra. kalian kan tau sendiri kalo anak dan menantuku itu terlalu over protektif sama cucuku itu, belum lagi si jingga sahabatnya itu yg ngitiliin terus kemanapun sahaja melangkah. jadi, kayaknya harus susun strategi yg matang nih buat kamu bisa mendekati sahaja dengan segala rintangan yg ada." hmmm. 🤔🤔mulailah mereka bertiga berfikir keras bagaimana cara yg paling ampuh untuk menjerat sahaja kepangkuan Sebastian. "AH.HA.. aku ada ide " tuan Barra berkata sumringah menghempaskan hening yg sedari tadi mencekam ruangan itu. "jadi... gini gini idenya... mulailah tuan barra menjabarkan idenya (was wes wus was wes wus was wes wus😂😂😂 anggap aja gitu Yee netizen dialog persekongkolan mereka)
"ok. sempurna!! " tuan putra puas dengan hasil diskusi mereka tadi. masing masing dari mereka sudah tak sabar menjalankan perannya, terutama Sebastian. dirinya tak menyangka kakeknya yg kesehariannya hanya berkutat di dunia bisnis dan saham perusahaan, ternyata bisa juga berfikir spektakuler seperti ini.
__ADS_1
"nahh.. tugasmu sekarang, kau ajaklah sahabatmu si Arlan itu untuk kerja sama. pastikan dia mau ambil bagian dalam strategi kita ini karna memang dialah ujung tombaknya"
tuan Barra mengingatkan cucunya.
itu mah udah terima beres aja kek. jangan kawatir mah. toh, dalam hal ini dia juga diuntungkan." Sebastian meyakinkan kedua aki aki yg sepersekian menit kemudian berubah jadi aliansi pendukung utama dirinya demi tersegeranya kata SAH antara dirinya dan Sahaja.
"ada dehh.. entar kakek juga tau sendiri. ya udah deh. aku mau ke tempat si Arlan dulu ya kek, buat ngajak dia bergabung dalam misi kita ini. aku berangkat sekarang ya kek." sambil menyalim punggung tangan kedua sahabat usia uzur itu Sebastian pun bergegas menuju tempat sahabatnya demi menyampaikan misi yg sudah dirancang sedemikian rupa oleh kakeknya sendiri. sambil berkendara diatas rata rata dirinya yg terlalu bersemangat sampai sampai tidak memperhatikan ada seorang wanita paruh baya yg menyebrang dan hal selanjutnya adalah..
__ADS_1
CCCHHIIIIITTTTT...
AARRRGGHHHHHH...
🤭😝👉✌️
KIRA KIRA SEPERTI APA KELANJUTANNYA🤭🤭
__ADS_1
Semangat Menulis ✍️✍️