Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Tak Sesuai Harapan


__ADS_3

Pagi ini Sebastian sangat uring-uringan di kantornya. kekesalan hatinya itu pun ia lampiaskan kepada seluruh pegawainya yg ada disekitarannya. dari awal dia masuk memasuki perusahaannya itu, ada saja yg membuatnya marah dan akhirnya tak ayal membuatnya membentak kasar bawahannya itu. para pegawainya itu sontak dibuat kaget dengan perubahan mendadak sang pemilik perusahaan raksasa itu. pasalnya baru kali ini bos nya itu yg terkenal ?dengan sifatnya yg sangat ramah, supel dan baik hati itu seketika berubah menjadi sangar dengan wajah dingin menyeramkan hari ini. pagi ini bukan tanpa alasan Sebastian uring uringan dan marah marah tak jelas. hal ini adalah akibat dari rasa kecewa mendalam yg ia rasakan dari rumah yg terbawa bawa sampai ke perusahaannya. pasalnya, dirinya semenjak Sahaja menyatakan masa nifasnya harus dijalani selama 80 hari full, maka semenjak hari itu Sebastian dengan telaten memberi tanda dalam kalender di ponsel miliknya dan menghitung hari hari dengan teliti sampai tibalah hari yg ia tunggu tunggu dan sangat ia rindukan yakni hari ke 80 yg kebetulan tepatnya adalah kemarin. dengan semangat yg menggebu dan hati berbunga, ia pun mempercepat waktu pulangnya dari perusahaan dan langsung bergegas menuju rumah. tiba di rumahnya dia segera mandi dan mencari sang istri yg biasanya pasti sedang bermain dengan bayi bayi lucu mereka di kamar bayinya yg pada saat pendekorannya sengaja dirinya sendiri yg turun tangan langsung demi merancang dan mendesign sebuah kamar impian untuk para gadis mungilnya itu dengan konsep kastil kerajaan yg sangat indah menawan dengan berbagai wallpaper bergaya ceria serta pernak pernik lucu yg menghiasai kamar cantik itu yg dinominasi dengan warna merah muda. aura kenyamanan pun langsung tercipta saat pertama kali memasuki kamar indah itu dan membuat betah & ingin tinggal lebih lama bagi siapa saja yg berkunjung ke dalam kamar bayinya yg super mewah dan nyaman itu.


"lho.. mas udah pulang yaa...?? tumben hari ini mas pulang cepat ??" mas udah mandi ya...?? wanginya sampai ke sini lho mas.. iya kan kak Selena...?? sambil menciumi gemas pipi sang bayi yg semakin montok dan lucu diusianya yg ke 3 bulan, Sahaja pun tak lupa mengingatkan sang baby sister untuk mengeloni bayi Selina dengan minyak telon karna baru selesai dimandikan oleh pengasuhnya itu. Sebastian pun tersenyum senang dan bergabung dengan Sahaja untuk bermain sejenak dengan kedua bayi kembarnya itu menghabiskan waktu sore mereka.


setelah makan malam dan kedua bayi kembarnya tidur. Sebastian sangat bersemangat dan baru saja ia ingin melancarkan aksi rayuan mautnya, tiba tiba dari arah luar angin berhembus kencang dan hujan pun turun dengan lebatnya. suasana yg sangat mendukung ini pun tidak akan ia lewatkan begitu saja..


"yaanggg.... sayaangg.. mas.. kedinginan yangg... " dengan nada semanja mungkin Sebastian memanggil sang istri agar mendekat ke arahnya yg sedang sandaran di ranjang mereka yg sangat nyaman itu. Sahaja yg sedang menyisir rambutnya dan mematut wajahnya di cermin seketika tersadar dan berlari ke arah kamar bayinya. setelah masuk kedalam dan melihat kedua bayi kembarnya, ia pun merasa lega karna bayi bayinya itu tertidur dengan lelap dan nyaman. sambil tersenyum dengan sangat hati hati ia menyelimuti bayi bayi mungil itu yg bertepatan dengan Sebastian yg sudah berdiri di belakangnya. para baby sister yg bertugas menjaga bayi bayi lucu itu pun tersentak kaget dengan kedatangan tiba tiba tuan dan nyonya nya itu. mereka sangat takut kalau kalau mereka telah membuat kesalahan. pasalnya saat hujan tiba, mereka yg tadinya ingin menyelimuti bayi bayi itu mendadak kaget dengan kedatangan nyonya nya yg tiba tiba itu. Sahaja langsung menarik selimut itu dari tangan mereka dan menyelimuti bayi bayi cantik nan menggemaskan itu. Sahaja pun menenangkan para pengasuh bayinya bahwa semua nya baik baik saja dan bahwa malam ini dirinya ingin tidur dengan bayi bayinya. mendengar itu kontan Sebastian syok dan kaget dan akhirnya dengan lesu ia meminta para pengasuh itu untuk tidur di kamar tamu karna dirinya pun ingin tidur di kamar bayinya itu tepatnya di sebelah sang istri tercintah, Sahaja. dan malam istimewa baginya itu pun berlalu begitu saja yang sangat tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan Sebastian itu. ckckck. 😝😝

__ADS_1


( othor : ehh.. Tian .. Tian..


gue ada lagu jadul yg pas buat loe .. mau denger gak.. ??


Sebastian : /dengan wajah malas/ -apaan..??


Sebastian : othor gak asik ahh..kalo Arlan aja langsung dikasih yg enak enak pada waktunya, lha gue.. boro boro?? 😒😒😒

__ADS_1


othor : sabarrr... orang sabar di sayang Sahaja... hahaha..


Sebastian : tawak aja teroosss..😒😒 )


~sekian, iklan buatan sendirinya 😀😀~


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2