
saat melihat kakek Barra sudah tiba di mansionnya, semua orang langsung berkumpul menyambut kedatangan kakek yg selalu ramah dan tampak lebih ceria dari biasanya itu. Arlan - Jingga, pun Sebastian- Sahaja sangat antusias menyambut kedatangan kakek Barra, dengan baby twin masing masing dalam dekap mereka. saat kakek Barra melihat langsung ke empat cicit kembarnya yg saat ini sudah berusia satu tahun, sontak rona kebahagiaan langsung terpancar diwajah kakek sepuh itu. dengan sayang dikecupnya kening ke empat bayi kembar yg sangat imut dan menggemaskan itu satu per satu. Juga tak lupa dia memeluk sayang cucunya Jingga dan cucu menantunya Sahaja. setelah acara singkat melepas rindu itu usai, kakek Barra pun meminta semua orang untuk berkumpul di ruang tengah karna ada pengumuman penting yg ingin dia sampaikan. jadi seluruh rombongan keluarga besar itupun berjalan ke ruang tengah dan duduk sambil menunggu kejutan apa lagi yg sudah di persiapkan oleh kakek Barra. kakek Putra, Eka, Adam, duduk berdekatan. sedangkan Clara, Rina, dan Tiara duduk bersama. Arlan dan Sebatian memilih duduk di sebelah pemilik hatinya masing masing. sebenarnya semua yg berkumpul diruangan itu sudah tahu mengapa mereka diminta untuk berkumpul berpura pura penasaran dan hanya dua orang saja yg benar benar tidak tahu kejutan apa yg dimaksud oleh kakek Barra tadi. saat kakek Barra masuk ke ruangan itu, semua orang langsung menatap ke arahnya.
โuntuk semua yg hadir saat ini, terima kasih karna sudah meluangkan waktu kalian yg berharga demi menyambut kepulangan saya kembali ke mansion ini. dan seperti yg tadi saya sampaikan, saat ini saya ingin memperkenalkan secara resmi kepada kalian semua seseorang yg sangat penting bagi saya. selama ini kami sudah terpisah selama puluhan tahun dan saya sendiri selama itu telah mengira bahwa dia sudah lama meninggal. tapi... takdir berkata lain. setahun yg lalu Tuhan mempertemukan kami kembali dan sampai saat inipun saya tak henti hentinya mengucap syukur atas kebesaran dan anugrah sang pencipta dalam hidup saya. semua ini tak lepas dari peran serta cucu cucu kebanggaanku Arlan dan juga Sebastian. trimakasih nak. berkat bantuan Kalian berdua, impian dan harapan kakek selama belasan tahun akhirnya terkabul. trima kasih karna sudah membawa kembali pulang putraku yg hilang dari hidupku selama 50 tahun..โ
Arlan dan Sebastian juga Sahaja, hanya meanggukan kepala dan tersenyum ke arah kakek putra. tapi Jingga menatap penuh tanya ke arah suaminya itu.
" yaaa...hari ini saya akan memperkenalkan putra keduaku kepada kita semua... ayo Tian... ajak masuk pamanmu masuk ke dalam."
dengan sigap Clara mengambil Selina dari pangkuan Sebastian dan segera dirinya berlalu dari tempat itu. saat Sebastian kembali masuk dan berjalan beriringan dengan paman kandungnya itu, semua perhatian malah terpusat pada Tiara dan Jingga. sementara ibu dan anak itu tampak syok dan melotot tidak percaya dengan sosok pria paruh baya yg ada di sebelah Sebastian itu. sontak mereka berdua berdiri dan sambil berlinang air mata Jingga yg sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan ayahnya memilih pergi dari ruangan itu dengan menggendong Galang dalam dekapannya. Arlan yg melihat istrinya itu setengah berlari menuju kamar mereka tadi ikut menyusul nya sambil menggendong Gilang putranya. Tiara yg masih syok dengan pertemuan tiba tiba ini hanya bisa menangis dan kembali terduduk sedih. semua yg ada diruangan itu sudah menduga bakal terjadi seperti ini tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak. jadi satu persatu mereka meninggalkan ruangan itu untuk memberi ruang bagi Tiara dan mantan suaminya itu untuk bicara dari hati ke hati. setelah cukup lama berdiam diri dengan pemikirannya masing masing, akhirnya Rangga pun memberanikan diri untuk bertanya ;
"apa kabar dek. . . ?"
mendengar pertanyaan klise dari mantan suaminya itu Tiara hanya diam saja, dan para penoton dadakan yg bersembunyi dibalik tembok ( dua aki aki sok asik ), dan yg sembunyi balik pintu ( Sebastian ) dan jangan lupakan kedua sahabat kepo Tiara (Rina & Clara) yg sembunyi di balik jendela berdecak sebel berjamaah mendengar pertanyaan garing dari Rangga tadi. selang beberapa menit yg sunyi bagai ditemani suara jangkrik, akhirnya Tiara pun berucap ;
"maaf mas.... tapi... kalau pertemuan ini sekiranya disengaja diadakan untuk menyambut kepulangan mas ke mansion ini sebagai putra dari tuan Barra, saya rasa kehadiran saya tidak diharapkan disini. karna kita sama sekali sudah tidak punya hubungan apa apalagi. kalau begitu... saya pamit mas... "
__ADS_1
saat Tiara sudah berdiri dan hendak melangkah para penonton dadakan spontan membatin sambil geregetan sendiri menatap Rangga "
"CEPAT BERTINDAK SEKARANG JUGA.... BODOH...๐ก๐ก๐ก...!!!!!โ
Dan seperti ada yg mendorongnya, Rangga langsung tersungkur di bawah kaki Tiara dan dengan berlinang air mata ia pun memohon ;
"mas mohon jangan pergi .... mas minta maaf... mas mohon dek.....kasih mas kesempatan sekali lagi untuk kita mengulang semuanya. mas mohon...sambil menangis tergugu Rangga memegangi dan memeluk kaki Tiara. Tiara yg memang sudah dari dulu memaafkan mantan suaminya itu ikut juga menangis haru tapi mendengar permintaan Rangga tadi hatinya masih ragu.
โmas mohon dek. . mari kita buka lembaran baru dalam hidup kita... mas ingin menghabiskan sisa hidup mas untuk membahagiakan mu dan juga Jingga putri kita dek. mas mohon.... kembali sama mas ya dek... mas mohon... hhhuuuuhhuuuu. . . โ air mata penyesalan Rangga akhirnya tumpah sudah. Sebastian yg ikut menangis melihat pamannya itu sangat berharap kepada Tiara tak kuasa membendung perasaan sesak di dadanya. ia pun keluar dari persembunyiannya dan ikut berlutut di depan Tiara ;
"tolong... Tante... .. maafkanlah paman saya ini. tolong trima dia kembali menjadi suami Tante... Tian mohon... " sambil bersedih dan dengan menakupkan kedua tangannya didada Sebastian juga memohon kepada Tiara demi pamannya. kakek putra dan kakek Barra pun ikut bersimpuh dihadapan Tiara ;
"tolong ... jangan seperti ini. tolong semuanya duduk kembali... saya mohon... " Tiara juga tak tega melihat kakek Barra dan Sebastian yg ikut ikutan bersimpuh di belakang Rangga.
Rina dan Clara juga sudah tak bisa menahan diri lagi. mereka juga ikut masuk ke ruangan itu untuk mendampingi sahabatnya itu.
__ADS_1
setelah suasana haru biru itu kembali tenang.. Tiara yg duduk didampingi Clara dan Rina di kedua sisinya pun berucap..
"baiklah.. mas. dan semua yg hadir disini, keputusan saya.... saya bersedia menerima mas Rangga kembali menjadi suami saya asalkan Jingga yg meminta kepada saya. kalau mas dan kalian semua bisa meyakinkan Jingga dan dia sendiri yg memintanya kepada saya, maka malam ini juga saya bersedia untuk menikah kembali dengan mas Rangga.." ucap Tiara dengan yakin dan tegas. semua pun tampak ragu dengan keputusan Tiara tadi, karna mereka pun sadar bagaimana Jingga sangat membenci Rangga. Rangga sendiri yg merasa mendapat kesempatan emas langsung berbalik dan menoleh ke arah Sebastian. mengerti akan kode anggukan kepala dari pamannya itu, Sebastian pun tersenyum tipis dan mengedipkan sebelah matanya kepada pamannya itu.
"beresss.. !!!! sesuai dengan rencana. thanks bro... buat otak cerdasmu. rencana kita udah mulus setengah jalan bro... sekarang giliran loe...." batin Sebastian.
dan taaadddaaaa....
tak berapa lama Jingga pun berlari ke arah Rangga dan sambil menangis memeluk haru ayahnya itu....
"paaapaaaa..... ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ"
dan. semua yg menyaksikan bersatunya keluarga itupun menitikkan air mata kebahagiaan untuk mereka.
Semangat Menulis โ๏ธโ๏ธ
__ADS_1
***teruntuk editor2 yg sudah ikut andil mendukung karya receh ini dan menyemangati otor kacangan ini dengan komen komennya..agar saya terus menulis... makasih bgt yaaaa...
#Kalian KeReN ๐๐๐๐๐ป๐๐ป๐๐ป***#