Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Ratu Dadakan


__ADS_3

Kehamilan Jingga yg sudah memasuki bulan ke 4 membuat tubuhnya kian hari kian berisi. liburan keluarga besar yg sudah di rancang jauh jauh hari juga akan segera mereka jalani dua minggu dari sekarang. setelah dokter memastikan kandungan Jingga baik baik saja dan sudah bisa dibawa bepergian jauh akhirnya liburan itupun praktis di gelar 14 hari lagi.


tapi ada yg berbeda dengan kehamilan Jingga kali ini. kalau kehamilannya yg dulu perhatian keluarga terbagi 2 karna saat itu dirinya hamil 🤰 berbarengan dengan sahabatnya Sahaja, lain halnya dengan saat ini. seluruh perhatian keluarga besar tertuju padanya. mereka semua seolah berlomba memberikan yg terbaik untuk bumil cantik yg satu ini.


saat ini seluruh kelurga besar sedang berkumpul di mansion Prakasa guna membahas persiapan perjalanan keluarga mereka ke LATVIA.


Jingga yg baru memasuki ruang keluarga di tuntun Arlan sampai duduk di sofa dengan nyaman. sebenarnya Jingga sudah sangat lelah mengatakan ”saya bisa sendiri" tapi Arlan seolah tak menghiraukan perkataannya dan tingkat keposesifan suami tersayangnya itu meningkat berkali kali lipat saat ini. Arlan hanya tersenyum sayang ke arahnya dan tetap memperlakukannya layaknya ratu. hal yg sama juga di lakukan Sahaja dan juga Tiara. Kalau Tiara selalu memberikannya makanan dan minuman sehat versinya setiap saat setiap waktu untuk putri kesayangannya itu bahkan dia dengan sengaja dan sadar mengangkat dirinya sendiri sebagai ahli gizi pribadi sang putri yg didukung penuh oleh Arlan dan Rangga. sedangkan Sahaja sahabatnya selalu mengatur pergerakannya mana yg boleh mana yg tidak boleh ia lakukan. mana yg boleh dan tidak boleh ia pakai. di sisi lain, kakaknya Sebastian selalu mengingatkan bobo siang alias tidur siang padanya ; yg aslinya Sebastian sebenarnya malas menemani adiknya berbelanja saat weekend tiba. memang adiknya itu mendadak manja kepadanya semenjak adiknya itu hamil anak keduanya ini. dan kecemasan Sebastian pun menjadi nyata karna saat ini sang adik kembali lagi berulah dengan meminta jalan berempat ke mall dengan dalih Doble date padahal kenyataannya jauh berbeda dari devinisi "kencan" yg sebenarnya. karna, adiknya itu selain belanjaannya menggunung yg harus dia bawa dan juga harus dia bayarin, belum lagi waktu berbelanjanya yg bisa makan waktu seharian, membuat waktu liburnya yg ingin dia nikmati berdua saja dengan istri cantiknya Sahaja menjadi tersisihkan. alhasil mereka berempat; arlan-jingga, sebastian-sahaja ~selalu jalan berempat demi menyenangkan hati bumil cantik satu ini. malahan para orangtua juga sangat mendukung aktivitas adiknya yg satu ini. mereka dengan suka rela menawarkan jasa "baby sister" dadakan asalkan keinginan sang ratu Jingga terpenuhi. alhasil, masing masing anak kembar mereka titipkan kepada kakek neneknya masing masing yakni, Selena dan Selina di mansion Prasetia, Galang dan Gilang dimansion Prakasa.


Saat ini Sebastian merasa kesal sendiri Tapi tak bisa berbuat apa apa. pasalnya mereka berempat sedang berada di sebuah mall ternama di kota kelahiran istrinya itu. selama di mall sang istri selalu berada di sisi Jingga dan Arlan sendiri disisi jingga yg lain. praktis Sebastian berjalan sendiri di belakang mereka sambil membawa belasan paper bag belanjaan sang adik si shopaholic itu.😝😝


"yaaanggg... saayaanngg... jalannya di samping mas..donk... yanggg...." Sebastian mode merajuk Kepada istri cantiknya Sahaja.

__ADS_1


Sahaja yg 4 bulan belakangan ini sudah biasa dengan sikap cemburuan tak jelas sang suami hanya memutar bola mata nya malas dan tetap berjalan beriringan sambil bergandengan dengan Jingga sementara Arlan sang suami tetap berjalan cool di sisi lain sang istri.


"woyy...Lan.. Bantuin dong... belanjaan bini lho ini, buset dah banyak banget.. woyyyy .. bantuin..😡😡"...Arlan yg juga merasa di panggil mundur sejenak dan mensejajarkan jalannya dengan sang kakak ipar.


"kalo kita berdua dibelakang... terus yg jagain adik anda siapa?? bahaya masih ada di sekeliling kita. ingat !!! kita harus selalu waspada bung.. !!! Arlan berbicara serius sambil menepuk bahu Sebastian.


"ayolah... jadiah seorang Kakak yg siaga dan selalu bisa kami andalkan !!!! ok bro..!! ya udah.. gue lanjut jaga bini gue lagi ya bro.. cahyoo!!


Lain lagi ceritanya kalau malam menjelang..


giliran sang papa, Rangga yg selalu mengingatkannya untuk segera tidur malam. bukan apa apa, sama seperti Sebastian putranya, itu hanyalah modus Rangga saja agar Jingga segera masuk kamarnya sehingga Tiara istrinya bisa terbebas dari rutinitasnya yg seharian sangat repot melayani Jingga itupun sebenarnya tanpa diminta oleh putrinya, yg membuatnya merasa terabaikan oleh Tiara. seperti biasa kalau Jingga sudah masuk kamar Tiara sang istri akan dengan sukarela kembali masuk kedalam pelukannya. untungnya dalam hal ini sang menantu sangat bisa diandalkan dan diajak kerjasama. kalau sang ayah mertua sudah mengkode dengan berkata:

__ADS_1


"Jingga...anak papa .... istirahat ya nak. angin malam sangat tidak bagus untuk kesehatanmu. apalagi... kamu saat ini sedang mengandung cucu papa...yok... istirahat sana."


"tapiiiii....paa... ini masih jam 7 kurang pa... angin malam apa siihh paa..???” Jingga menatap bingung campur sebal ke arah ayah nya itu.


Arlan sang menantu idaman dengan lembut menarik berdiri sang istri dan menuntunnya menuju kamar mereka.


"gak baik lho yaannggg gak nurut perintah orangtua. bisa bisa kualat lhoo...."


akhirnya kerjasama antara mertua menantu itu sukses bak simbiosis mutualisme yg saling menguntungkan. dan kedua pasangan beda generasi itu pun kembali menggeluti aktifitas malam mereka dikamar masing masing. indahnya kerlap kerlip bintang di langit malam ini mungkin tak seindah penyatuan cinta dua insan yg saling mencinta di balik dinding kamar mereka yg memang sengaja dirancang kedap suara. agar suara mereka saat memadu kasih tak sampai terdengar keluar dan hanya mereka saja yg tahu dan menikmatinya .


❤️❤️❤️🥰🥰😘😘

__ADS_1


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2