Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Bersyukur atas Nikmat_Nya


__ADS_3

"heii.. Ja.. dimana baby Ar kau sembunyikan. kenapa malah asik main ke sini sihh.." Jingga tiba tiba teringat baby Ar kesayangannya saat ini, setelah tadi mereka asik mengobrol ceria.


"tenanglah.. aku sudah menghandlenya dengan baik. stok asi sudah penuh di freezer. para nanny nya pasti bisa menjaganya dengan baik. lagipula aku kesini sekalian juga ingin memesan pakaian couple untuk kami pakai di hari keluarga disekolah Selena dan Selina nanti. jadi kau tenang saja yaa... karna aku pun hanya sebentar disini. apalagi aku juga kangen kalian.." ucap Sahaja manja sambil memeluk para sahabatnya itu. dan akhirnya merekapun berpelukan sayang. memang Sahaja hanya ingin mencari udara segar diluar dan saat ingin mengunjungi Jingga, Sebastian yg diberitahu Arlan kalau Jingga saat ini sedang berada di butik Yolanda tidak pikir panjang langsung menyusul ke butik dengan catatan "hanya sebentar". dan benar saja, setelah puas mengobrol sebentar dengan sahabat sahabatnya itu dan memesan pakaian couple keluarga yg cocok untuk mereka , Sahaja pun langsung pulang kembali ke mansion Prakasa sesuai dengan janjinya pada Sebastian tadi.


"benar benar bunsuy yg sangat energik dan bersemangat.." ucap Jingga sesaat setelah Sahaja pergi.


"yahh.. aku sangat menyukai sikap spontannya itu." jawab Yolanda juga sembari tersenyum.


setelah selesai membayar semua pakaiannya yg ia pilih, akhirnya Jingga, Ariella, Galang dan Gilang kembali ke mansion mereka dengan perasaan yg ceria. tak terasa hari keluarga yg sudah ditunggu itu pun tiba. mereka semua memakai pakaian couple yg sudah di persiapkan oleh Jingga kemarin. suasana pun sangat semarak di sekolah Galang dan Gilang. Sahaja, Selena dan Selina juga tampak memukau dengan pakaian couple an milik mereka yg sama persis dengan yg dikenakan Jingga dan juga Ariella. tak ketinggalan juga Arlan dan Sebastian yg sengaja mengosongkan waktu mereka satu hari itu khusus untuk menemani anak anaknya seharian itu untuk bersenang senang, menghabiskan hari mereka dengan family time yg bahagia. tampak Selina dan Selena menjaga dengan sangat posesif papa dan ayah tampan mereka dari lirikan dan rayuan tante Tante genit yg ada di sekitaran mereka saat ini. Tante Tante genit ini tidak lain adalah Bu ibu, orangtua teman teman sekolah mereka sendiri. lagian, kapan lagi coba bisa cuci mata, penyegaran batin liat kedua ,hot daddy berkeliaran di depan mata, gak mungkin di anggurin begitu aja kan. yg ada ntar malah mubazir.. 😀😀😀 kedapkedip, sambil colak colek dikit boleeh dongg...


begitu mungkin kira kira yg ada di benak Bu ibu yg ada di sekitaran Arlan juga Sebastian. hal itu tentu tidak akan di biarkan begitu saja oleh Selena dan Selina. dengan galak mereka menghalau para Bu ibu ganjen itu seperti lalat yg tidak boleh mendekat apalagi menyentuh pria pria kesayangan mereka itu. 😂😂😂 berbeda dengan Ariella yg biasa biasa saja dengan sikap tante Tante genit itu. Ariella hanya sibuk mengekori Galang dan Gilang dan selalu bersikap manja & ingin selalu diperhatikan oleh Kedua kakak kembarnya itu.


Sahaja dan Jingga sedang asik bermain dengan baby Archy di taman sekolah. mereka tidak ikut bertanding mengingat kondisi Sahaja yg baru melahirkan beberapa Minggu. mereka hanya sesekali melambaikan tangan sembari memperhatikan anak anak dan juga para suami mereka yg sedang asik bermain. saat ini keluarga kecil mereka itu bahkan sedang bertanding tarik tambang dengan keluarga dari siswa yg lain.


"apa sekarang kau bahagia ?" tanya Jingga pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"sangat..😘" ucap Sahaja dengan wajah yg berseri. "aku merasa sangat diberkahi oleh yg mahakuasa. mulai saat aku mengenalmu. kemudian menikah muda dengan Sebastian dan akhirnya memiliki anak anak yg lucu dan menggemaskan seperti mereka, hmm... nikmat Tuhan mana lagi ingin aku dustai coba ?" jawab Sahaja dengan wajah berseri. dan kau sendiri.. ? apa kau merasa bahagia saat ini? tanya Sahaja.


"tak ada satu haripun yg kulewatkan tanpa mengucap syukur atas nikmat Tuhan yg kualami dalam hidup ini. memiliki sahabat yg penyayang sepertimu, suami yg sangat mencinta seperti Arlan, kakak yg sangat baik seperti Sebastian, papa & mama yg kembali bersama dan bahagia dihari tua mereka. anak anak kita... semua ini... bahkan.. kadang aku sampai tak habis pikir kebaikan apa yg pernah aku perbuat sehingga Tuhan menganugerahkan padaku kehidupan yg baik dan sangat bahagia seperti saat ini. rasanya aku sampai Lupa bagaimana caranya bersedih seperti saat terakhir aku menangis pilu melepas kepergian kakek Barra dan kakek Putra kita." pungkas Jingga.


"yahh.. kau benar. sekarang Kedua sosok yg hebat itu sudah tenang di surga. beruntungnya kita yg memiliki kakek yg baik hati dan sangat penyayang seperti mereka berdua. tanpa campur tangan mereka, belum tentu kita akan merasakan kebahagiaan ini." ucap Sahaja lirih.


"aku jadi merindukan mereka .. " ucap Jingga sendu.


"yahh ... aku juga" jawab Sahaja sedih. nanny yg melihat kedua nyonya muda mereka mendadak sendu berinisiatif untuk mengambil baby Ar dari gendongan Sahaja dan menggantikannya untuk menidurkan baby mungil itu dalam dekapannya.


Arlan dan Sebastian yg memang selalu curi curi pandang ke arah istrinya masing masing memerintahkan para pengawalnya untuk menjaga keamanan anak anak mereka sebelum berlalu pergi dari Area perlombaan lapangan hijau itu. sebelumnya mereka sedang asik beruforia karna berhasil memenangkan pertandingan tarik tambang tadi.


pun juga dengan Sebastian yg langsung memeluk sayang Sahaja dan mengecup hangat kening istrinya itu.


"sayang.. apa kau lelah..??" tanya Sebastian perhatian sambil menelisik Wajah cantik istrinya itu.

__ADS_1


Sahaja dan Jingga yg selalu diperhatikan dengan istimewa oleh suami suami posesifnya itu merasa sangat bersyukur karna dicintai dengan cara yg sangat luar biasa oleh suaminya masing masing.


"enggak apa mas.. kami tadi cuma teringat kakek Barra dan kakek Putra." jawab Jingga sambil memeluk erat suaminya itu.


"iya ..mas.. tadi tiba tiba saja kami merindukan kedua sosok hebat itu" jawab Sahaja lirih.


Arlan dan Sebastian yg tadinya sempat cemas saat melihat kesedihan diwajah cantik istri istrinya itu pun maklum dan membelai sayang puncak kepala istrinya yg ada dalam dekapannya itu.


"ohh.. begitu. aku tadi sempat cemas lho yang.. yah sudah .. ini kan hari bahagia anak anak kita. jangan bersedih lagi ya.." ucap Sebastian dengan sayang kepada istri cantiknya itu.


setelah itu mereka pun duduk bersama di bangku Taman itu sembari mengawasi anak anak mereka yg sedang asik bermain dengan teman teman sekolah mereka dilapangan hijau yg sangat luas dan asri.


"begini saja. hari Minggu ini, ayo kita ke makam kakek untuk berziarah dan memanjatkan doa disana. sudah lama juga aku tidak berkunjung ke sana. bagaimana? " usul Arlan pada akhirnya.


"ya.. aku pun setuju." ucap Sebastian antusias yg diangguki oleh Sahaja dan juga Jingga.

__ADS_1


tak terasa waktu berlalu dengan cepat, sore itu kedua keluarga bahagia itu kembali ke mansion mereka masing masing dengan hati yg bahagia.🌄🌄🌄😘😘😘🏫🏫🏫


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2