
Melihat situasi yg ada diluar yg dipantau langsung oleh tuan Barra melalui kaca jendela ruang perawatannya itu, barulah ia menyadari "keuntungan" apa yg dimaksud oleh cucunya Sebastian tempo hari.
"hmm.. begitu yaa . . "
dia manggut manggut penuh arti.
sementara itu jingga yg memang belum makan sedari pagi ditambah situasi yg membuatnya merasa "tertekan" saat ini sedang terduduk lesu dan bersandar di salah satu sofa yg ada di dekat ruang perawatan si kakek. wajahnya yg pucat tak pelak membuat Arlan khawatir. dengan sigap ia menelepon bagian pantry untuk segera membuatkannya teh hangat dan harus sudah tiba dihadapannya tak kurang dari 2menit. sontak perintah dadakan dari sang tuan muda pemilik rumah sakit itu mengguncang panik bagian pantry karna mereka tau pasti watak tuan mudanya ini sangat dingin dan arogan. sekali membuat kesalahan satu pantry tak ada ampun karna kelangsungan pekerjaannya lah sebagai taruhannya. dengan tergopoh-gopoh sang pegawai bagian pantry menghantarkan teh hangat pesanan tuan mudanya itu. dengan wajah dingin Arlan menyaut secangkir teh itu dan langsung memberikannya kepada jingga.
"minumlah dulu.. sepertinya kau kelelahan.."
jingga pun menerima teh yg diberikan Arlan. baru beberapa teguk dia merasa keadaan disekitarnya seperti berputar putar dan tak lama ia pun jatuh lemas dan bersandar dalam pelukan Arlan. untung Arlan langsung tanggap situasi, menarik cangkir teh itu dan meletakkannya ke samping. Arlan yg memang menyadari keadaan jingga yg tidak baik baik saja langsung membopongnya ke arah lift khusus menuju lantai teratas rumah sakit letak kamar pribadi miliknya dan orangtuanya yg memang khusus dirancang demikian kalau kalau suatu waktu mereka perlu perawatan medis.
begitu pun tuan Barra dan dokter disebelahnya langsung keluar dari persembunyian mereka dan bergegas menyusul Arlan demi mengetahui keadaan nona cantik sang pemilik hati tuan muda arogan itu.
__ADS_1
"cepat periksa keadaannya" dengan raut wajah cemas Arlan memerintahkan dr. Windy Miller dokter terbaik di rumah sakit itu yg beberapa waktu yg lalu segera menyusul masuk kedalam kamar khusus miliknya. tuan Barra pun tak mau kelewatan. dengan raut wajah cemas dia juga berdiri disamping Arlan dan menepuk nepuk bahunya seolah memberi kekuatan bagi pemuda itu. bagi tuan barra, Arlan sudah dia anggap seperti cucunya sendiri.
"tuan muda jangan cemas. nona ini hanya kelelahan. ditambah sepertinya dia mengalami sedikit gangguan panik. jadi...mari kita biarkan nona ini beristirahat sejenak. saya sudah menyuntikkan vitamin dan setelah rasa lelahnya hilang dan cukup beristirahat, nona pasti langsung sadar. sebisa mungkin setelah nona sadar, dia harus makan makanan yg bergizi karna saat ini kondisi perutnya yg memang sedang kosong."
"baiklah. kau boleh pergi sekarang."
"baik. tuan muda. saya permisi tuan. tuan muda." dengan hormat dr. Windy membungkuk kearah tuan barra dan Arlan lalu bergegas keluar dari ruang pribadi milik Arlan itu."
"tidak kek. aku tetap disini sampai dia sadar. kakek boleh beristirahat dikamar tamu yg ada di sebelah kamar ini."
"baiklah. kakek juga akan beristirahat. kalau begitu kakek keluar dulu. kau pun beristirahatlah sejenak." yg hanya disahuti anggukan kepala oleh Arlan. tuan barra yg juga merasa sudah lelah ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak di kamar tamu yg ada disebelah ruangan Arlan.
Arlan yg mulai terkantuk kantuk di sisi ranjang, memilih membaringkan dirinya sejenak di sebelah jingga. dia berfikir kalau berbaring sekitar 10 menit disebelah jingga sudah cukup mengingat ukuran ranjang yg memang king size dan dia yakin jingga tidak akan curiga karna setelah 10 menit dia akan langsung bangun. niat nya hanya ingin sekedar merenggangkan otot ototnya yg kaku. tak terasa dua jam sudah dua sejoli itu bobo siang cantik sambil berpelukan mesra. tepatnya jingga lah memeluk Arlan yg dalam mimpinya ia sedang memeluk boneka Teddy bear jumbo yg menggemaskan. tuan barra yg baru terbangun beberapa saat yg lalu langsung masuk ke dalam kamar pribadi Arlan dan melihat pemandangan manis dimana dia melihat sahabat cucunya itu sedang bobo bobo siang manjah dengan pujaan hatinya. situasi ini pun dimanfaatkan tuan barra dan mengambil hp miliknya dan...
__ADS_1
Klik..
Klik..
Klik..
"Sempurna."
dia berdecak puas akan hasil fotonya dan tanpa ragu dan merasa bersalah sama sekali ia langsung menekan tombol send dan mengirimkan foto foto hasil jepretannya tadi ke 2 nomor penerima yg berbeda. satu dia kirim ke no. Adam ayahnya Arlan dan satu lagi ia kirim ke no. Eka. ayahnya sahaja.
dengan senyum puas diapun kembali menutup kamar itu dan kembali pulang ke mansionnya menunggu kabar baik dari kedua pasangan itu.😝🤭🥰😝🥰🤭🥰🥰🥰🤭🤭😝🤪🤭🤪😂
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1