
Ridho Ramadhan adalah seorang ustad yg sangat di segani dan dihormati di kampungnya. diusianya yg ke 25 tahun ia terpaksa keluar dari rumahnya yg bak istana di Jakarta demi seorang gadis desa pujaan hatinya yakni Seruni. mereka menikah tanpa direstui oleh orangtua dari pihak laki laki. dia pun akhirnya memutuskan menetap di desa dan hidup sederhana dengan istrinya di desa kelahiran sang istri itu. 10 tahun berselang kehidupannya didesa itu semakin hari semakin membaik. berkat keuletan dan kerja kerasnya, saat ini ia pun berhasil menjadi seorang juragan sapi dan dirinya sekarang sudah menjadi seorang ustad dikampung itu. tapi tetap saja hidupnya terasa sepi karna belum adanya seorang anak di tengah tengah keluarga mereka. dirinya hanya hidup bersama istrinya dan adik laki laki istrinya, Maulana yg berusia 12 tahun. dipagi hari yg mendung seorang tetangganya yg bekerja sebagai penggali kubur meminta tolong padanya untuk ikut dengannya karna ada sesuatu hal yg sangat mendesak. saat tiba di TPU dirinya sudah mendapati seorang dokter dan supirnya beserta Mobil ambulance berlogo Rumah Sakit Elit yg ada di kota. dirinya tau pasti rumah sakit elit itu karna keluarganya juga termasuk salah satu pemegang kartu pasien VVIP dirumah sakit mewah itu. selang beberapa saat sang dokter pun pergi dan meninggalkan jasad yg sepertinya bayi baru lahir. akhirnya dirinya mengerti kalau saat ini dia dipanggil untuk menunaikan tugasnya menghantarkan bayi malang itu dengan sebuah untaian doa darinya untuk memudahkan jalan sang bayi malang itu menghadap sang khalik. dan hal tak terduga pun terjadi. bayi itu ternyata hidup kembali dan menangis kencang. dirinya serta merta bingung karna dirinya yg ditinggal sendirian ditempat sepi itu akibat para penggali kubur itu sudah lari tunggang langgang karna merasa ngeri mendengar suara tangisan bayi tadi. akhirnya dia memutuskan untuk merawat bayi itu dan bergegas membawanya pulang apalagi langit yg semakin gelap dan akan turun hujan deras. saat dia tiba di rumahnya hujan lebat sudah turun dengan angin kencang dan petir yg menyambar nyambar memekakkan telinga. untung saja dia tepat waktu sehingga tidak basah kuyup dijalanan tadi. saat Seruni melihat suaminya pulang dan menggendong bayi dalam dekapannya dia pun kaget dan bertanya:
"bayi siapa ini mas ??"
"entahlah, aku menemukannya di dekat mushola tadi." Ridho terpaksa berbohong padahal jelas jelas dia mengetahui identas sang bayi dari batu nisannya yg tegeletak didekatnya tadi. dirinya berfikir ini lah jalan yg Allah berikan agar dia dan istrinya bisa merasakan menjadi orangtua.
__ADS_1
"Masya Allah ..kok tega banget ya mas. emang gak ada surat wasiat atau catatan atau petunjuk apapun yg tertinggal mengenai bayi ini mas??" istrinya bertanya juga sambil menimang sayang sang bayi yg masih terus menangis.. Ridho tambah bingung dengan pertanyaan istrinya. untung istrinya langsung menimpali.. "mas .. kayaknya dia haus nih.. tolong mas ke apotik beliin susu formula untuk usia nol bulan merk bebemoon sekalian botol susunya ya mas. ayo mas...buruaaan mas... " tanpa menunggu lagi Ridho pun bergegas mengeluarkan lagi mobilnya menuju apotik terdekat. sang istri pun meminta adiknya Maulana ke rumah tetangganya untuk meminjam beberapa helai kain dan perlengkapan bayi yg kebetulan istrinya itu baru melahirkan dua minggu yg lalu. saat Maulana tiba di rumah tetangganya itu, kang Ujang lah yg membukakan pintu. kang Ujang yg tak lain adalah penggali kubur yg datang meminta tolong kepada Ridho pagi tadi memang baru saja dikaruniai seorang putri yg berusia 2 minggu.
"ada apa Maulana, hujan deras begini kok malah datang bertamu ??" kang Ujang bertanya sambil sedikit bercanda.
"anu bang... mbak Seruni nyuruh saya kesini buat minjam beberapa helai kain juga perlengkapan bayi bang."
__ADS_1
di teras rumahnya Ridho setengah memohon kepada kang Ujang untuk merahasiakan mengenai asal usul bayi yg ia bawa pulang tadi. sambil menangis dan melipat tangan di dada ia memohon kepada kang Ujang. tanpa menjawab permintaan Ridho, kang Ujang pun langsung berdiri dan ingin bergegas pergi. belum sempat dia melangkah, tangannya dicekal oleh Ridho
"mau ke mana kang ?? kang Ujang belum menjawab permohonan saya tadi."
"saya mau menyelesaikan pekerjaan saya tadi di TPU yg tertunda."
__ADS_1
Ridho yg mendengar itupun langsung mengerti dan bertubi tubi mengucapkan syukur dan terima kasih kepada kang Ujang yg demi mewujudkan keinginan ustadnya itu, dirinya pun bergegas kembali ke TPU tadi dan melanjutkan tugasnya itu sampai selesai. ia berdalih bahwa ia melakukannya semata mata karna tidak ingin di cap sebagai penggali kubur yg tidak becus dan tidak bertanggung jawab dalam bekerja. padahal dari hati yg paling dalam dia pun mengamini dan percaya ini sudah jalan Allah untuk Ridho bisa memiliki seorang anak dan juga mungkin ini balasan dari ilahi bagi ustad mudanya itu yg memang dikenal sangat murah hati dan suka menolong tanpa pamrih bagi sesama di kampungnya itu. akhirnya bayi itu pun kian hari kian bertumbuh dengan sehat dan mendapat kasih sayang yg berlimpah dari keluarga barunya itu. bayi itu pun di beri nama Rangga Ramadhan.
Semangat Menulis ✍️✍️