Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Pertemuan


__ADS_3

"dimana dia ?"


Gilang yg menerima telepon dari negrinya merasa sangat aneh apalagi melihat siapa yg menghubungi nomornya malam² begini. tapi begitu Jelita bercerita soal Hanella, matanya langsung membulat sempurna. Yap, Jelita langsung menghubungi Gilang begitu Hanella memberitahukan dimana saat ini dia tinggal. Galang yg memang tidak pernah lepas dari saudara kembarnya itu, semakin menempelkan telinganya ke ponsel yg sedang dipakai Gilang. walaupun jengah dengan sikap kakak kembarnya itu, tapi Gilang lebih fokus dengan cerita Jelita yg dengan gamblang menceritakan kondisi Hanella yg terpaksa berpindah pindah tempat tinggal bahkan berpindah pindah negara demi melarikan diri dari pengejaran sang ayah kandung. mengingat mereka saat ini berada di negara yg sama, Gilang langsung meminta Jelita mengirim alamat Hanella malam itu juga. setelah Jelita menyanggupi permintaan Gilang, belum selesai Jelita berbicara, Galang dengan setengah memaksa, menarik ponsel itu dari genggaman adiknya, dan berlari menjauh. tak lupa pula ia menekan tombol loadspeaker agar sang adik juga masih bisa mendengar walaupun dari jarak jauh.


" saayyaangg... kok kamu malam menghubungi nomornya Gilang sihh..bukannya kenomor aku...😢😢" dengan suara manjanya Galang merajuk kepada gadisnya itu. Jelita yg sudah hafal dengan sikap manja nan konyol kekasihnya itu, hanya bisa mengulum senyum. sedangkan Gilang yg sudah tidak sabar ingin secepatnya bertemu dengan pujaan hatinya, Hanella, hanya bisa menekan nekan pelipisnya yg tiba tiba berdenyut nyeri akibat ulah sang kakak yg tidak tau tempat dan kondisi.


"maaf sayang... tapi... bukankah selama ini yg mencari Hanella itu Gilang???... atau, jangan jangan sekarang kau juga sudah berubah haluan dan ingin mengejar Hanella juga?" dengan suara dinginnya pertanyaan Jelita itu sontak bagaikan belati tajam yg menusuk dan menembus tidak hanya ke jantung Galang tapi Gilang pun langsung melemparkan tatapan mata yg menusuk tajam kearah sang kakak.


ditatap seperti itu oleh sang adik dan mendapat tuduhan yg tidak tidak dari kekasihnya itu membuat Galang gelagapan sendiri dan buru buru menjawab..


"yaa... ollohh.... sayang... mana mungkin aku bisa pindah haluan. secara dihati dan pikiranku cuma ada kamu. satu satunya pemilik hatiku. Jelitaku. cuma kamu. apaan coba.. jelas jelas dari kita kecil juga kamu tuh udah aku claim bakal jadi pendamping aku dan Hanella pun dari dulu udah di tandai Gilang bakal jadi calon bini die satu satunya. jadi jangan asal bicara deh yang. kamu gak liat aja tuh si Gilang mukanya udah lipat seribu."


mendengar penjelasan dari sang kekasih entah kenapa Jelita semakin semangat ingin menggoda kedua pria kembar identik itu.


"yaahh.. kalau kamu memang mau berubah haluan, yaahh

__ADS_1


. . kufikir fikir .. gak ada salahnya juga kok aku sama Gilang dan kamu sama Hanella." dengan menahan tawa Jelita berhasil membuat marah kedua saudara kembar itu. 😂😂


"JELIIITAAA...." Teriak keduanya yg hampir bersamaan.


tak pelak tawa Jelita langsung pecah malam itu juga.


"bhuahaahhahha..


aku kan hanya bercanda. jangan marah donk...iya Kalee, aku mau sama kulkas 20 pintu itu .. issssttt, nehiii😂😂"


"malam ini juga aku pulang ke Indonesia!!!. bersiaplah menerima hukumanmu.!!!"


dengan penuh emosi, Galang menghubungi asistennya yg ada dinegara itu dan memintanya untuk segera menyiapkan jet pribadi mereka. malam ini juga ia akan terbang ke Indonesia, demi memberi hukuman kepada gadis nakalnya itu. sedangkan Gilang hanya menggeleng frustasi melihat tingkah Galang dan Jelita yg benar benar tidak tau kondisi. setelah menerima notifikasi alamat Hanella lengkap dengan nomor ponselnya, Gilang yg tidak perduli dengan waktu segera bergegas keluar demi mencari kekasih hatinya itu.


"ckckck... sabar napa bro.. nunggu pagi kek.. yaelahh.. ini udah jam dua pagi bosku.. besok pagi kan bisa sihh elo nemuin dia."Galang yg melihat semangat 45' sang adik kembar tak kuasa ingin menggodanya.

__ADS_1


Gilang yg mendengar ocehan sang kakak, dengan dinginnya menjawab.


"lebih konyol seseorang, yg langsung ketat ketir hanya karna kekasihnya ingin mencoba berpindah ke lain hati. bahkan langsung ingin terbang detik ini juga. huhh !!" setelah mengatakan itu Gilang langung bergegas menyambar kunci mobilnya dan sambil berjalan memakai cepat mantelnya karna memang saat itu cuaca diluar sangat lah dingin.


Galang yg melihat adik kembarnya itu pergi buru buru hanya bisa tersenyum dan segera menghubungi anak buah nya. "jaga adikku dengan baik. pastikan posisi kalian dalam jarak aman. jangan sampai dia tahu. kalau ada pergerakan sedikit saja dari Roberto segera hubungi aku." dengan wajah dinginnya Galang bersiap untuk ke Indonesia. Yapp, dibalik sikap konyolnya, Galang ternyata memiliki sisi lain yg tidak diketahui oleh keluarganya. sebenarnya, Galang adalah tipe orang yg sangat posesif dan jenius. terutama kepada saudara kembarnya Gilang. sudah dari lama dia tahu kalau Hanella selama ini sedang dalam upaya pelarian dari ayahnya. dan menurut Galang, gadis seperti itu tidak layak untuk adiknya. awalnya dia memang sungguh² berniat membantu Gilang mencari keberadaan Hanella. tetapi setelah dia mengetahui fakta yg sebenarnya bahwa Hanella bukanlah gadis sembarangan dan bahkan putri dari seorang mafia besar, sontak hal itu menjadi pertimbangannya untuk pelan pelan menjauhkan sang adik dari marabahaya. tapi usahanya selama ini sepertinya sia sia belaka. yg justru kekasihnya sendirilah yg mengantarkan sang adik menuju gerbang maut.


dengan tatapan dinginnya ia bergegas menuju mobilnya.


sementara itu, Gilang yg sudah ada didepan rumah susun yg terbilang kumuh menatap kearah jendela lantai atas yg lampunya masih menyala. sadar saat ini jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. ia pun memutuskan menunggu beberapa jam lagi didalam mobilnya. dan pagipun berangsur datang. jalanan yg tadinya sepi perlahan tapi pasti mulai ramai melintas.


"HANELLA..."


Deg.


ketika Hanella berbalik dan melihat kearah pria yg memanggilnya, sontak kedua insan itupun seakan terpaku. Gilang dengan tatapannya yg dalam dan menyiratkan kerinduan yg mendalam. sedang Hanella yg menatap Gilang yg seolah menaruh harapan besar, semoga pria inilah jawaban untuk awal kebebasannya. ❤️❤️❤️

__ADS_1


🥰🥰🥰


#Semangat Menulis ✍️✍️"


__ADS_2