
Hari hari Rangga dan Tiara kian hari kian romantis saja. walau kadang Tiara sering melihat suaminya itu banyak berfikir akhir akhir ini tapi setiap kali ia bertanya ada apa, Rangga selalu mengelak dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan mereka dengan berusaha membahas yg lain. awalnya Tiara diam saja tapi sampai dititik ini rasanya dirinya sudah tidak tahan lagi dan akan mengajak suaminya itu bicara empat mata dari hati ke hati. belum lagi putrinya Jingga yg akhir akhir ini tingkahnya makin aneh saja. selain dia sukses menguras keuangan suaminya dengan belanja gila gilaan, tingkah manjanya kepada kakek Barra dan Sebastian juga sudah melewati batas kewajaran dan sudah tidak bisa lagi di tolerir. karna itulah pagi ini dia meminta kepada Arlan dan Jingga untuk membawa serta si kembar menginap di mansion Prakasa dengan dalih dirinya sudah sangat merindukan celotehan si kembar Galang dan Gilang. padahal baru kemarin ia dan suaminya Rangga berkunjung ke kediaman arlan-jingga.
Senyum nya langsung merekah kala mobil mewah menantunya itu memasuki halaman depan mansionnya. saat itu kakek Barra, Rangga dan Tiara memang sengaja menunggu kedatangan mereka terutama si kembar. begitu tiba di depan mansion teriakan si kembar sudah membahana di dalam mansion itu ;
"akeekk uyyutt....akkeettt.... nennekkk.... kalian dimana ??" Galang berteriak dengan logat cadelnya sembari berlari menaiki tangga mansion itu menuju ke pintu utama mansion Prakasa. wajahnya yg sangat tampan ditambah sifatnya yg periang dan selalu ceria membuat semua orang betah berlama lama untuk sekedar bermain dengannya. usianya yg belum genap dua tahun ditambah tingkah nya yg lucu dan menggemaskan selalu bisa membuat suasana semakin ceria dengan segala celotehannya. sementara kembarannya Gilang hanya berjalan santai menapaki tangga demi tangga. wajahnya yg sama tampannya dengan kembarannya itu semakin berkarisma karna sikapnya yg santai, cool dan dingin itu. kedua orangtua mereka berjalan di belakang Gilang diikuti para pengasuh dan pelayan yg menenteng barang bawaan mereka.
Rangga dan Tiara sudah lebih dulu berdiri mendengar teriakan khas dari cucu kesayangan mereka itu, disusul kakek Barra dibelakang mereka demi menyambut kedatangan anak anak kesayangan mereka itu.
"ooohhhh..... cucu kakek ... semangat banget sih... pagi ini... seneng banget nih kayak nya...” Rangga menyambut dan langsung menggendong Galang dalam pelukan hangatnya.
"iyaaa... dong akek.. aku kangen nihh.. o iya kek..gimana nti abis makan kita belenang baleng di koam beakang..?? pasti seluu dehh... akek... mau kan...??" Galang menatap penuh harap kepada kakeknya itu.
__ADS_1
"pastii dong.... kakek mau banget....." ujar Rangga sambil mencium pipi gembul cucu kesayangannya itu.
"yeeeee..." Galang bersorak kegirangan dalam dekapan hangat kakeknya itu. sementara Arlan, Jingga, dan Gilang sudah sampai di teras Mansion itu dan kedua orangtuanya pun tersenyum simpul melihat keceriaan Galang. sementara Gilang hanya berekspresi datar dan dingin seperti biasanya. kedua bocah kembar identik ini memang memiiki sifat dan karakter yg sangat bertolak belakang. dan saat melihat kedua cicit kembarnya itu, kakek Barra seolah olah kembali terkenang dengan Dean putra sulungnya yg sifatnya sama persis dengan Galang saat seusia ini. dia pun tak tahan untuk tidak mengusili mereka berdua ;
"ehhh... ehhhh.. tapi .. bentar dehh... kok kakek buyut ini susah banget sih membedakan kalian berdua .. teruss. . . ini yg mana Galang yg mana Gilang sih... kakek buyut bingung nih ... abis kalian bajunya sama Mulu sihhh.. kakek kan susah bedainnya...." kakek Barra pura pura pasang tampang bingungnya didepan cicitnya Gilang. melihat kesungguhan diwajah kakek Barra Gilang pun ingin memberitahukan bahwa dirinya Gilang tapi.. belum sempat dia bicara, Galang sudah terlebih dulu membuka suara;
"aku... Giyang..dong kek... yg itu baru gayang.. " celoteh Galang manja dan membuat semua mata tertuju padanya dengan tatapan sama.. nih anak mulai lagi deh... batin mereka kompak.
"iya... dong kek...coba akek uyut liatin wajah aku deh.."dengan susah payah Galang berusaha meniru mimik wajah datar Gilang yg berhasil memecah riuh tawa mereka semua kecuali kembarannya sendiri yg tetap dengan tampang dingin dan coolnya.
"duuhh....cucu nenek ini kok gemesin banget siih... seneng banget kayaknya godain adeknya sendiri.. " Tiara mencubit gemes pipi chubby Galang. Galang hanya tertawa tawa kegelian ;
__ADS_1
"hhahhaahaa.. selu tau nek... bial dia bisa senyum dikiitt aja... bial tambah ganteng kayak aku. soalna aku bosen nek ganteng ganteng sendili." dan tawa mereka pun kembali pecah mendengar celotehan Galang tadi.
Arlan yg melihat gelagat tidak suka dari putranya itu langsung mengangkat Gilang dan mendudukkannya dibahu kekarnya itu.
"yukk...kita masuk duluan" ujar Arlan yg hanya dijawab senyuman tipis oleh putranya itu.
benar benar kayak ngaca sama diri sendiri saat liat kamu nak.. Arlan membatin sendiri sambil memasuki mansion itu diikui oleh yg lainnya.
☺️☺️☺️☺️☺️.
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1