
sudah dua hari ini Eka tinggal kembali di mansion Prasetia dan sudah dua hari ini dia berjuang menyadarkan putrinya. dokter yg menangani kasus sahaja sejak awal menyimpulkan butuh waktu dan kesabaran yg tinggi menghadapi situasi sahaja saat ini dan yg terpenting adalah tetap temani pasien, ajak bicara, ingatkan lagi masa masa indah yg pernah kalian jalani bersama dan tetap bersimpuh dan memohon kesembuhan dari sang pemberi kehidupan. itulah ucapan dokter itu sebelum beranjak pergi dari mansion Prasetia. selama dua hari belakangan ini jingga yg terus saja menanyakan keberadaan Eka membuat Tiara tak kuasa untuk mengajaknya mengunjungi Eka di mansionnya. sekaligus ingin menjenguk putri dari asistennya itu. semenjak tiba di mansion itu dua hari yg lalu Eka sudah mengabarkan kondisi yg dia alami saat ini dan juga mengatakan kalau sementara waktu dia tidak bisa lagi membantu di toko mengingat kondisi putrinya kini yg memprihatinkan. Tiara mengerti dan ikut bahagia karna kini asisten yg sudah dia anggap kakak kandungnya itu sudah kembali bersatu dengan anak dan istrinya. yah. walaupun dia juga turut prihatin dengan apa yg menimpa putri dari orang kepercayaannya itu. disinilah mereka sekarang disebuah bangunan nan megah bak istana. Tiara sampai menganga tak percaya kalau Eka selama ini tinggal disini.sangat bertolak belakang dengan kondisi toko sederhana yg selama ,dua bulan ia tempati. dia sampai berulang ulang menanyakan pelayan yg menyambut mereka di depan tadi kalau dia tidak salah alamat. pelayan itu hanya tersenyum dan mengantarkan Tiara dan jingga ke ruang keluarga yg kedatangannya memang sudah ditunggu oleh keluarga Prasetia. melihat kedatangan Tiara, Eka bergegas mengajaknya duduk dan memperkenalkannya satu persatu mulai dari Rina istrinya, kedua mertuanya tuan dan nyonya Prasetia dan terakhir kepada sahaja putrinya. Tiara yg melihat sendiri bagaimana kondisi sahaja tak kuasa menahan rasa harunya. tak bisa ia bayangkan apa jadinya jika jingga ada posisi ini. dia pasti tak sanggup.diapun salut melihat ketegaran Rina ibunya sahaja yg selama ini selalu mendampingi putrinya itu dengan penuh kasih sayang. Yap.. semenjak sahaja di vonis dokter mengalami gangguan kejiwaan, Rina yg merasa kalau selama ini tidak turut andil dalam mengurus dan membesarkan putrinya merasa sangat menyesal. sejak itu yg dia perduli kan hanya sahaja. kesembuhan sahaja. bahkan dia tidak merawat diri sama sekali dan tidak pernah meninggalkan mansion itu kecuali untuk pemeriksaan putrinya ke rumah sakit. hati harinya hanya dia isi bersama putrinya. merawatnya. mencurahkan kasih sayang yg selama ini tak pernah ia berikan. sungguh saat ini dia sangat takut kehilangan putri nya ini. walaupun terlambat 6 tahun dia sangat berharap putrinya itu segera sembuh seperti sedia kala dan memohon diberikan kesempatan kedua oleh sang pencipta agar bisa menjalani hidup layaknya kelurga bahagia bersama suami dan anaknya. tak kuasa air matanya terus mengalir saat melihat kondisi putrinya itu yg belum juga ada perubahan yg berarti.
jingga yg melihat ada anak seumurannya Sedang duduk termenung sendiri dengan pede nya langsung mendudukkan dirinya di samping sahaja dan ingin mengajaknya berkenalan.sambil mengedarkan tangannya mengajak bersalaman diapun menyapa sahaja "hai.. namaku jingga. nama kamu siapa?"
__ADS_1
sahaja yg hanya diam tak bereaksi sama sekali membuat jingga tak kuasa bertanya lagi
"kamu sakit?? atau laper sih. diem diem baek. yah udah aku ke sana dulu ya mau ngobrol sama om ganteng aku dulu, habisnya udah dua hari gak ketemu sih. sahaja mulai mengeluarkan jurus centilnya mengedip ngedipkan sebelah matanya ke arah eka. sontak tingkah jingga tadi membuat suasana di ruang keluarga tadi jadi ceria. orang dewasa yg melihat tingkah jingga itu pasti langsung merasa gemes dan lucu tapi tidak untuk Tiara. kembali merapal mantra andalannya agar tidak mengamuk saat itu juga melihat tingkah putrinya itu. SABARR... SABARR.. SABARR. tanpa menunggu lagi jingga langsung menghampiri Eka memintanya untuk menurunkan tubuhnya agar dia bisa memeluknya sejenak. Eka yg memang sudah menyayangi jingga seperti putrinya sendiri tidak keberatan dan langsung memeluk gadis kecil itu dengan sayang. semua mata tertuju ke arah mereka dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg dari tadi sudah melihat pergerakan jingga dan langsung emosi dan berteriak : "LEPASKAN PAPAKU..... "'
__ADS_1
👍❤️👉👉
❤️❤️hallo Kaka Kaka cantik, mbak mbak cute, Bu ibu keceh. salam kenal yaa semuah.. aku penulis baru. masih fress dari oven. ini karya pertama aku. masih banyak kekurangan sana ke sini. tulisan pun masih belepotan. arap maklum ya Mak.. kalo berkenan sebelum lanjut bab berikutnya mohon pencet vote, atau pencet like atau ketik komen pada tempatnya yg berguna untuk jadi moodbooster si otor kacangan ini. terima kasih.❤️❤️❤️
__ADS_1