
Setahun sudah Rangga hidup bersama ayah kandungnya. dan setahun sudah dia mengumpulkkan keberaniannya untuk menemui Jingga dan Tiara. dalam setahun belakangan ini, sudah banyak perubahan dalam hidupnya. yg paling utama adalah karna saat ini dirinya sudah bisa melihat kembali karna operasi pencangkokan mata yg diusahakan untuknya oleh tuan Barra berjalan sukses. saat ini dirinya pun suda menjadi tangan kanan ayahnya itu di perusahaan raksasa tuan Barra yg ada di Spanyol. dan sudah beberapa kali dia bertemu dengan keponakannya Sebastian dan menantunya Arlan di Spanyol. Yap. Sebastian dan Arlan memang sudah beberapa kali menemuinya di Spanyol dengan alasan perjalanan Bisnis tanpa membawa istri istri mereka karna kodisi anak kembar mereka yg masih kecil dan pasti akan kelelahan di perjalanan. mereka juga belum memberitahu keberadaan Rangga kepada Jingga. mereka masih menunggu kesiapan Rangga untuk menemui Jingga langsung ke Indonesia. saat berada di perusahaannya, Rangga teringat kembali ke satu tahun yg lalu saat dirinya baru tiba di Spanyol. di masa masa awal dirinya bersama tuan barra, mereka hidup bersama layaknya ayah dan anak setelah dua minggu dirinya tinggal di mansion Prakasa yg ada di Spanyol. Setiap ada kesempatan dirinya selalu bertanya kepada tuan Barra siapa mereka sebenarnya dan kenapa mereka mau menolongnya. selama ini tuan Barra hanya mengatakan kita ini keluarga, tanpa menjelaskan lebih rinci hubungan keluarga bagaimana yg dimaksud oleh tuan Barra. dan setelah dua Minggu berlalu tuan Barra akhirnya memutuskan untuk menjawab semua rasa penasaran putra keduanya yg telah kembali lagi kepadanya itu setelah 50 tahun berlalu.
"baiklah nak. karna kamu terus mendesak. maka hari ini kamu perlu tahu siapa jati dirimu yg sebenarnya. anakku, Rangga.. kamu adalah putra kandungku yg akhirnya ku temukan setelah 50 tahun kita terpisah."
mendengar itu awalnya Rangga hanya diam.. tapi..sesaat kemudian dia tersenyum lucu dan akhirnya tawanyapun meledak.
"hahaha. apa yg anda katakan tuan..?? saya putra anda?? hahaha.. ini adalah lelucon paling lucu yg pernah saya dengar seumur hidup saya. tapi. . tawanya tiba tiba langsung reda saat akal sehatnya kembali mengambil alih..
*jangan jangan kakek ini salah mengenali orang.
"eheemm..maaf tuan...maaf atas kelancangan saya tadi. saya benar benar tidak bermaksud menghina atau pun menyinggung perasaan tuan. tapi.. tadi saya benar benar merasa lucu karna ini sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal. jelas jelas saya adalah keturunan dari keluarga ramadhan, tapi.... kemudian saya berfikir anda pasti salah mengira kalau saya adalah putra tuan. mungkin wajah kami saja yg mirip." pungkas nya kemudian.
__ADS_1
dengan tenang tuan Barra pun menimpali ucapan putra kandungnya itu;
"wajah kalian bukan saja mirip tapi wajah kalian persis sama. tak ada bedanya. hanya sifat dan karakter kalian saja yg bertolak belakang.
mendengar jawaban tuan Barra tadi, Rangga akhirnya menarik kesimpulan kalau lelaki tua yg ini menyelamatkannya dengan resiko yg tinggi karna wajah putranya mirip dengannya..
"saya mengerti perasaan tuan. tuan mungkin rindu pada putra tuan itu. kalau boleh saya tebak putra anda itu.. apakah dia sudah tiada ?"
mendengar pernyataan lekaki tua yg ada dihadapannya itu, Rangga yg awalnya terkejut kemudian menunduk sedih mengingat kembali perbuatan kejamnya kepada Tiara dan Jingga.
"akhhh.. aku selalu menyesali perbuatan ku itu dengan segenap jiwa ragaku. selama 12 tahun ini. . disetiap sujudku aku selalu berharap di beri kesempatan terakhir untuk memohon ampun dan maaf dari mereka berdua." dan tanpa dia sadari air matanya mengalir sendiri di pipi nya yg sudah mulai dipenuhi kerutan itu. mendengar pengakuan putra keduanya itu tuan Barra pun menepuk bangga pundak anaknya itu dan berucap ;
__ADS_1
"aku akan selalu mendukungmu anakku. aku doakan semoga jodoh kalian masih bersambung. ayah harap kedepannya kau bisa menjadi ayah yg baik bagi Jingga.
"bagaimana anda mengenal putriku Jingga ?? apakah mereka berdua baik baik saja??"
"Ya.. Tiara dan Jingga keadaan mereka baik baik saja nak. dan yg menyelamatkan kau kemarin itu dari rumahmu sendiri tidak lain adalah menantu dan keponakanmu sendiri. Arlan dan Sebastian cucuku anak dari kakakmu, Dean. Dean adalah putra pertamaku, kakak kembarmu". dan tuan Barra akhirnya menceritakan kembali bagaimana dirinya dan putranya itu Sampai terpisah puluhan tahun dan saling tidak mengetahui akan keberadaan mereka masing masing sampai Tuhan mempertemukan mereka 12 tahun yg lalu.
"saat itu aku sedang berziarah dimakam putra kecilku yg aku kira sudah tiada yg tak lain adalah dirimu sendiri. saat itu tak sengaja kita berpapasan di tempat itu. awalnya aku mengira saat itu aku hanya melihat bayangan Dean saja karna akupun saat itu sedang merindukan sosok kakak kembarmu itu. tapi ... saat aku melihat kau berjalan ke arah mobil sport mu yg terparkir di sebelah mobilku. aku akhirnya tersadar kalau kau itu nyata. aku mengejarmu nak.. aku memanggil manggil dirimu sampai aku tersungkur beberapa kali ke tanah tapi.. dengan cepat kau telah menghilang lagi dari pandanganku dan mengendarai mobilmu dengan kecepatan penuh. dari situ aku curiga jangan jangan kau putra keduaku yg selama ini aku ziarahi. karna rasa penasaranku, dan harapan yg menggebu dihatiku, aku memerintakan orang lain untuk membongkar kembali makan putra kecilku yg selama ini aku ziarahi dan ternyata makam itu kosong nak. dari situ aku semakin percaya bahwa kau, putra kedua ku masih hidup. aku sangat bersyukur akan keadaan itu dan mulai saat itu aku terus berusaha mencari keberadaan mu nak. sampai akhirnya, secara tidak sengaja, Tuhan mempertemukan aku kembali dengan cucu perempuanku, Jingga, putrimu di sini. di mansion ini. saat itu sahabatku Putra Prasetia membawanya juga Tiara, beserta keluarganya berlibur ke Spanyol hampir 2 tahun yang lalu. wajah kalian begitu mirip, karna dulu saat remaja Dean kakakmu juga suka berdandan layaknya wanita hanya untuk menghiburku dan membuat kami semua tertawa. kakakmu itu memang sangat suka bercanda dan juga sedikit jenaka. suatu waktu aku berkesempatan untuk menyelidiki apakah Jingga benar cucumu atau tidak. saat itu aku mengambil sedikit rambutnya saat dia pingsan dan segera melakukan tes laboratorium dan saat hasilnya keluar, kami memang memiliki kesamaan gen hampir 90 persen yg artinya dia benar benar cucu kandungku.."
wajah tuan Barra sudah basah dengan linangan air matanya. dan Rangga hanya bisa diam terpaku dengan semua kenyataan yg baru di dengarnya saat ini. dia tidak percaya begitu saja.. dan diapun meminta tuan Barra agar mencari keberadaan pamannya Maulana di kampungnya dulu untuk mecari tahu kebenaran di balik kisah hidupnya dimasa lalu. tuan Barra pun memerintahkan orang orangnya untuk mencari keberadaan Maulana dan segera membawanya ke Spanyol karna dirinya pun sangat ingin tahu bagaimana putranya ini yg dulu divonis meninggal oleh dokter bisa hidup kembali. 🤔🤔🤔
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1