
semua mata kini tertuju kepada Rangga.
"saya minta maaf karna masa lalu saya yg kelam jadi berimbas kepada kalian semua." kemudian Rangga menceritakan kepada semua yg hadir diruangan itu permasalahan yg sedang ia hadapi.
”mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui bagaimana saya bisa terbebas dari tawanan mantan istri saya Sandra dulu. kebebasan itu bisa saya peroleh berkat bantuan dari putraku Sebastian dan menantuku Arlan yg berujung pada kematian Sandra dalam kecelakaan mobil. dan saat ini ayah Sandra ingin balas dendam atas kematian putrinya. awalnya dia hanya mengancam diriku saja melalui pesan singkat. tapi yg membuat saya sangat syok adalah saat kami masih dirumah sakit tadi, sebuah pesan video singkat masuk ke ponselku dan isinya tak lain adalah foto-foto diri kita semua bahkan sampai foto foto si kembar juga ada dalam video itu."
lalu ia pun mengedarkan ponselnya kepada semua.
para wanita tampak mulai cemas, beruntung suami suami mereka cepat tanggap dan langsung memeluk istrinya masing masing untuk mengurangi perasaan khawatir dan takut yg tiba tiba mendera mereka. saat Sebastian ingin melakukan hal yg sama pada Sahaja, dia sangat kaget karna bukan ketakutan yg terpancar diwajah cantik istrinya itu tapi aura kemarahan. kemarahan yg sama juga bisa ia lihat di wajah adiknya Jingga.
"Berani beraninya dia mengancam keluarga kita ja..." ucap Jingga kepada Sahaja dengan mengepalkan kedua tangannya.
"iya ji....dia bahkan berani mengancam keselamatan anak anak kita..." Sahaja pun menunjukkan kemarahannya dengan meninju telapak tangannya sendiri.
"ayo... ji.. minta di beri pelajaran ni orang..." sahaja menarik tangan sahabatnya itu.
"hmmm... ayo ja... langsung kita samperin aja...”
JAANGGGAAANNNNN....!!!!
Semua orangtua yg ada di ruangan itu berteriak ngeri dan panik dengan tindakan nekat putri putri mereka. sementara Arlan dan Sebastian langsung sigap menghentikan langkah mereka dengan cara memeluk istrinya masing masing dari belakang.
"iiihhh.... apaan sih mas... lepas gak...???" Jingga melotot kearah suaminya.
__ADS_1
"ini lagii... lepasin Sahaja mas... saat ini Sahaja benar benar pengen buat perhitungan sama nih orang.." Sahaja berusaha lepas dari belitan tangan suaminya.
"tapi Jingga kan lagi hamil sayangg..." Sebastian membelai lembut tangan istrinya yg sedang ia peluk dari belakang.
"ohh.. iya.. aku lupa...!!! loe...kan lagi hamil ji.. gak boleh macem macem dulu...bahaya tau..!!!." Sahaja malah mode marah ke Jingga,
"Whatt..???? kan tadi.... loe yg ngajak gue/😡” Jingga balik marah ke sahabatnya itu.
”ngomong ngomong .. cucu cucuku yg cantik ini....🤔
emang kalian kenal ya sama bapaknya si Sandra itu ???dan... kalian berdua ini, tau rumahnya juga ???" kakek Barra yg dari tadi asik mengikuti dengan seksama drama singkat dari dua sahabat rasa saudara kandung itu menjadi sangat penasaran dan langsung mengintrogasi keduanya.
Sahaja dan Jingga saling pandang dan kemudian menggeleng pelan secara bersamaan.
"Tidak kek..."
"sayang... ingat ... kamu kan lagi hamil.. mas minta kamu jangan gegabah lagi ya..." dengan nada lembut Arlan menuntun istrinya itu untuk duduk kembali ke sofa.
Sahaja dan Jingga yg kembali menguasai dirinya merasa sangat malu dengan tindakan mereka tadi.
"maafkan kami..." ucap lirih keduanya secara bersamaan.
"gak apa sayang..." Sebastian membelai sayang puncak kepala Sahaja sembari mengecupnya dengan sayang. Sementara Arlan membawa tubuh mungil istrinya Jingga kedalam dekapan hangat tubuh kekarnya.
__ADS_1
"EHMM... EHMM...
Yaa olllohh....ni pengantin basi...
gak dimana... ga dimana ... messrrraaaa Mulu. .... gak liat apa di sini masi pada rame..??!!
" Clara yg tadinya merasa cemas tak pelak jiwa kekepoannya terusik juga dengan kemesraan dua pasangan muda yg ada dihadapannya itu. dan suaminya Adam yg duduk disebelahnya malah ingin menggodanya ;
"sirik...! bilang Bu Boss... 😝"
dan tawa merekapun seketika pecah di ruangan itu berkat guyonan receh dari orangtua Arlan. akhirnya suasana didalam ruangan itu yg tadinya tegang berangsur angsur mencair karna mereka semua memang berjiwa humoris bin melankolis.🤗
akhirnya pertemuan singkat itupun mereka akhiri dengan kesepakatan bahwa mereka semua akan meningkatkan Penjagaan dikediaman mereka masing masing, Jingga dan Arlan untuk sementara waktu akan tinggal bersama Adam dan Clara di mansion keluarga Samudra sampai situasi kembali aman, kemudian mereka semua harus memasang cctv ekstra di setiap sudut sudut kediaman mereka dan yg paling utama sesegera mungkin memberi kabar di group WA keluarga apabila mengalami sesuatu hal yg mencurigakan agar anggota keluarga yg lain saling tau dan cepat mengambil tindakan.
malam semakin larut. mansion itu pun terasa lengang setelah semuanya kembali ke kediamannya masing masing, tinggallah Tiara dan juga Rangga di balkon kamar mereka.
”apa yg sedang istri cantikku ini lamunkan..?? hmm..🤗" sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang, Rangga menyenderkan kepalanya di bahu terbuka istrinya itu.
"aku mencemaskan Jingga pa.." 😔
"Arlan akan menjaga putri kita dan cucu cucu kita dengan sangat baik. percayalah kepadanya sayang .. Kita sangat beruntung karna diberkahi menantu yg sangat cerdas dan sangat berkuasa seperti dia. cemaskan saja keadaan suamimu ini yg sedari tadi sudah sangat menginginkan mu sayangg,..."🤗❤️
"ihhh..papah... udah tua juga...masih mesum ajah.." Tiara mencubit sayang pipi suaminya itu.
__ADS_1
"tapi mamah suka Khan..." Rangga tak berhenti menggoda istrinya itu dan pasangan yg tak lagi muda itu sejenak melupakan permasalahan yg sedang mereka hadapi dan melebur dalam kebahagiaan yg mereka ciptakan sendiri.❤️❤️
Semangat Menulis ✍️✍️