
"kakek.. kami datang.." Jingga yg saat itu sedang berdiri disisi Sahaja, langsung menyemaikan bunga di pusara kakek Barra dan kakek Putra. bahkan keduanya dimakamkan secara berdampingan karna itulah permintaan terakhir dari kedua kakek sok asik itu.
"kakek yg terbaik.." ucap Sahaja sambil juga turut menabur kelopak bunga di atas pusara kedua kakeknya itu. Arlan dan Sebastian juga melakukan hal yg sama. mereka sengaja memilih mengosongkan jadwal hari ini demi mengunjungi makan kedua kakek mereka. wajah wajah sendu dan gurat kepahitan yg dulu mereka tampilkan saat mengantarkan kedua kakek ini ke tempat peristirahatannya yg abadi sepuluh tahun yg lalu tampak sudah sirna. luka yg dulu amat sangat mereka rasakan saat baru saja kehilangan kedua sosok karismatik ini sekarang telah berganti menjadi senyum bahagia akan kenangan Manis yg dulu sempat mereka torehkan dalam kehidupan kedua pasangan muda ini. sambil memeluk pasangan masing masing, kedua hot daddy itu kembali mengenang saat awal mula mereka sepakat dan bekerja sama secara apik dan akurat dengan kedua aki aki sok asik ini ππ demi menjerat sahaja dan Jingga, untuk dijadikan pendamping hidup mereka masing masing.
"kek... Ingat nggak.. dulu pertama kali kakek yg nawarin buat bantu kami mendapatkan istri secantik ini.." ucap Sebastian sambil mengecup sayang pipi Sahaja yg iya rangkul dari belakang.
Arlan yg juga memeluki Jingga dari belakang, turut juga menimpali.
"iya kek.. waktu di mall yg kemarin itu. hahaha.. acting kakek emang keren π" ucap Arlan sampai tertawa lucu mengenang kisah awal perkenalan dirinya dengan Jingga, sang pujaan hati yg memang sudah lama sekali ia taksir semenjak gadis itu baru duduk di bangku SMP.
Sahaja dan Jingga yg juga masih mengingat awal awal mereka "terpaksa" mau menikahi pasangan posesif nya itu saling lirik dan memberi kode agar diam dan mendengarkan saja dulu. jujur saja mereka sangat tidak menyangka dan syok dengan pengakuan jujur kedua lelaki hebat yg saat ini sedang memeluki diri mereka dengan sangat posesif.
"hahaha..loe kok masih ingat aja kejadian itu. udah lama banget juga." Sebastian ikut terkekeh dengan ucapan Arlan tadi.
yg beberapa di detik kemudian mereka saling tatap karna tersadar sudah membongkar rahasia mereka sendiri didepan para istri mereka masing masing.
Jingga dan Sahaja sontak membalikkan tubuh mereka dengan tatapan tajam yg seolah menyiratkan "I watch you" πππ
sesaat suasana mencekam seolah tejadi disekitaran tempat itu. dan tanpa dikomandoi oleh siapapun kedua pria tampan itu langsung mengikuti istrinya beranjak dari tempat itu menuju mobil mereka masing masing.
*. *. *.
"yang...dari tadi aku kok kamu diamin terus sihh... " malam itu rasanya Sebastian sudah tidak tahan lagi dengan aksi diamnya sahaja semenjak mereka pulang dari mengunjungi makam kakek pagi tadi.
Sahaja yg memang tidak tega melihat wajah memelas suami posesifnya itu memilih menyudahi aksi diamnya dan mencoba menerima fakta baru yg baru dia ketahui kebenaranya setelah tanpa dikomando Arlan dan Sebastian menjelaskan secara gamblang didalam mobil mereka sepanjang perjalanan pulang tadi.
__ADS_1
"jadi mas... kerja sama sama mendiang kakek buat ngejebak aku biar mau nikah sama mas gitu..??" Sahaja menatap sebal suaminya itu.
"itu semua idenya kakek sayang. suerr dehh" Sebastian memohon sambil memeluki Sahaja dari belakang.
"bener itu semua idenya kakek??" Sahaja menekan setiap perkataannya.
"bener yang.. mas gak bohong." Sebastian kembali membujuk istri tersayangnya itu.
"trus... kok mas mau aja ngikutin idenya kakek..??" Sahaja masih terus mencecar suaminya itu karna masih penasaran dengan jawabannya yg akan disampaikan suaminya itu.
"ya pastilah mas gak bakalan nolak. orang mas emang cinta mati sama situ. waktu itu mas berasa kayak kejatuhan durian Montong sangking kagetnya waktu kakek minta mas buat nikahin kamu. yahh...emang itu yg mas mau, yahh tapi gak nyangka aja sekilat itu. waktu itu yang, mas bahagiiiaaa banget yang.. akhirnya, mas bisa juga nikahin istri mas yg cantik jelita ini. ya mana bisa nolak lahhπππ
Sahaja hanya cuma bisa senyum senyum sendiri dengan jawaban jujur suaminya itu.
"Maniss banget dah senyum bini gua.. jadi pengen.... " Sebastian yg tanpa menunggu persetujuan sang istri langsung mengangkat tubuh sexy Sahaja menuju peraduan mereka.
"Sahaja juga cinta banget sama mas. Sahaja bahagia banget dan amat berterima kasih sama kakek karna udah membantu mempersatukan kita dalam ikatan pernikahan yg suci. mas suami terbaik dan ayah terhebat untuk anak anak kita." Sahaja membelai sayang wajah suami tampannya itu. kebahagiaan pasangan romantis itu pun seolah tiada habisnya. mengarungi senyap nya malam dengan saling memberi dan menerima ungkapan cinta dari pasangan halalnya itu. β€οΈβ€οΈβ€οΈ
*. *. *.
"tatap aku ..." Arlan yg sudah kehabisan kesabaran dengan diamnya Jingga mencoba untuk menarik perhatian dari istri sexynya itu yg ia kungkung dengan sangat posesif diatas ranjang king size super nyaman milik mereka. tapi Jingga yg masih kesal karna merasa telah dibohongi tetap memilih memalingkan wajahnya dari Arlan.
"sayang.... " suara Arlan terdengar lemah dan frustasi. Karna merasa lelah batin, Arlan pun membenamkan wajahnya diceruk dada istri cantiknya itu.
Jingga yg sangat paham betul dengan tabiat suaminya itu memilih mengalah dan mulai mengusap pelan kepala Arlan yg langsung diiringai dengan hembusan nafas lega dari suaminya itu.
__ADS_1
sambil mendusel duselkan hidungnya di ceruk dada jingga, tempat ternyaman bagi Arlan saat ia sedang merasa frustasi seperti ini, Jingga yg merasa kegelian pun langsung terkekeh pelan dan menangkup wajah tampan suaminya itu.
"jadi... foto foto yg mas kirim ke ponselnya om Eka dulu emang sengaja kan. mas pengen jebak Jingga kan..???" jingga mulai lagi mengungkit masa lalu mereka yg rasanya gak habis habisnya untuk dibahas.
"enggak sayang... foto itu kakek Barra yg fotoin trus ngirimin ke ponselnya om Eka. mas cuma ngikutin permainannya kakek Barra aja sayang. dan memang mas udah cinta banget sama kamu dari lama. makanya mas gak mau ngelewatin kesempatan berharga itu buat mengikat kamu selamanya jadi milik mas dalam pernikahan suci." dengan bahasa diplomatisnya, Arlan mencoba menarik simpati istri cantiknya itu.
Jingga yg juga baru tahu fakta baru itu, tak kuasa bertanya. "dari lama... ?? dari lama gimana maksud mas...??"
heemmm.. Arlan mencoba menarik nafas sebelum menjelaskan dengan seksama betapa dia sangat tergila gila dengan seorang gadis pelajar smp yg ia temui di taman tempo hari yg sedang di ganggu oleh sekelompok anak jalanan. ia juga bercerita kalau sejak saat itu dirinya selalu terbayang bayang wajah Jingga bahkan Sebastian yg dahulu sangat tau dengan perasaan cinta terpendam sahabatnya itu sering meledek Arlan dengan mengatakan bahwa dirinya itu tidak normal seperti seorang fedofil saja πππ
Jingga yg saat itu tidak percaya dengan pengakuan suaminya, bahkan sampai tak berkedip sangking syoknya. samar samar ingatannya kembali kemasa remajanya dulu yg saat itu dirinya memang pernah mengalami kejadian seperti yg di ceritakan suaminya tadi. yg sesaat kemudian dia pun tertawa terbahak yg membuat suaminya heran dan bertanya
"apa yg lucu.??" Arlan mengangkat sebelah alisnya bertanya,
"mas yg lucu.. !!" dengan sisa tawanya Jingga pun melanjutkan perkataannya.
" masa jatuh cinta sama anak bau kencur. gimana sih mas.."
Arlan yg paham maksud dari istrinya langsung membalikkan posisi mereka dengan berguling ke samping dan memeluki Jingga yg kini berada diatas tubuh kekarnya.
"sayang... kita gak bisa memilih ke mana hati ini menjatuhkan pilihannya. saat cinta sudah bicara, tak ada lagi batasan usia, jarak, status sosial bahkan prinsip hidup sekalipun. saat kita mencintai seseorang, tidak diperlukan lagi otak yg jenius, harta yg melimpah atau kekuasaan yg besar. karna didepan cinta, semua itu tidak ada harganya. bagi setiap orang yg mencinta, bisa bersama dengan orang yg dia cintai, adalah anugerah terbesar dan terindah yg tak akan mungkin mau terlepas dan tak mau tergantikan, walau dengan sesuatu apapun itu kecuali maut yg memisahkan. percayalah sayang, cinta yg kurasakan untukmu tetap sama seperti semenjak pertama kita bertemu sampai saat ini. mata ini.. hati ini... tubuh , jiwa raga dan bahkan deguban jantung ini, hanya milih Jingga Samudra seorang. cuma kamu. dan selamanya hanya kamu pemilik nafas ini.. hanya kamu, cinta pertama dan terakhir dalam hidup mas." ungkapan perasaan terdalam itu Arlan sampaikan sambil mengecup sayang puncak kepala Jingga, seolah menegaskan betapa dalam rasa cinta yg membuncah didalam dadanya untuk wanita cantik yg ada dalam dekapan dadanya itu. Jingga yg tidak bisa berkata kata lagi sangking terharunya, langsung membenarkan wajahnya di ceruk leher suami posesifnya itu.
"aku mencintaimu mas..." sambil terisak jingga menciumi sayang seluruh wajah Arlan dengan penuh perasaan.
dan kisah cinta yg manis yg mereka rajut sejak belasan tahun yg lalu itu akan. tetap berjalan, abadi sampai maut memisahkan.
__ADS_1
T. a. m a. T.