
Akhirnya, hari yg ditunggu itu pun datang juga. pagi ini saatnya kedua pasangan yg sangat serasi itu melangsungkan ijab kabul mereka masing masing. sesuai kesepakatan keluarga, acara sakral itu dilangsungkan di kediaman Sahaja, mansion Prasetia. karna Eka akan bertindak sebagai wali kedua mempelai wanita. tangis haru bahagia terpancar dari wajah Rina dan Tiara. tuan putra pun sudah sangat tidak sabar dimulainya acara ini. dia mondar mandir menyapa tamu dan keluarga yg sudah hadir, sedari kemarin. dekorasi ruangan itu begitu indah. Arlan dan juga Sebastian pun sudah rapih dan terlihat begitu gagah dan tampan dengan setelan jas putih yg mereka kenakan. keduanya tampak gugup dan saling mondar mandir diruangan yg khusus disiapkan untuk mereka bersiap siap. "aduuhh.. .ini momen yg paling gue tunggu tunggu. tapi kok jantung gue.. berdetaknya kayak gak normal gini sih Ar??" Sebastian curhat ke sahabatnya. "sama. !! gue juga gugup bgt nih. sumpah!! gue takut salah ucap pas ijab kabul nya ntar." Arlan pun mengeluarkan uneg uneg nya di depan sahabatnya itu. melihat gelagat yg tidak biasa dari kedua pemuda kesayangannya itu timbul niat iseng tuan Barra untuk mengerjai mereka. "hmmm... kakek lihat kalian sepertinya belum siap menikah. baiklah. Dari pada nanti saya malu karna kalian yg nervous ditengah acara dan membuat kekacauan, masih ada waktu! saya akan minta acara hari ini dibatalkan saja!!!" sambil pura pura beranjak pergi tuan Barra bangkit dari duduknya yg sontak saja membuat Arlan dan juga Sebastian kaget setengah mati dan hampir mati berdiri sangkin syoknya. "JANGGAAAANN KAKEKKK !!!" Kompak kedua pemuda tampan itu menghentikan langkah tuan Barra. "iya deh. kek. kami janji gak bakal melakukan kesalahan sekecil apapun. kami janji kek." Sebastian berusaha membujuk kakeknya." Arlan hanya memegangi tangan tuan Barra sambil menatap dingin kakek sok bijaknya itu. "enak aja mau ngebatalin. gak tau apa ini pertaruhan hidup dan mati gue. dasar. aki aki sok asik!!" Arlan mendengus kesal tapi tak berani berucap langsung. tak lama pintu pun terbuka dan tampaklah Adam yg masuk dari arah pintu. "kalian bertiga sedang apa?? kok pada pegangan sih?? lagi latihan kalo kalo ada gempa ??" Adam maencoba melucu, tapi gak banget bagi Arlan dan Sebastian. mereka langsung melepaskan kecakalan tangan keduanya dari tubuh tuan Barra dan kembali duduk tenang alias pura pura tenang karna takut dengan ancaman tuan Barra tadi.
__ADS_1
"ehh... kok kalian duduk lagi sih? ini acaranya udah mau mulai. ayo ayo...buruan. !! kalian udah ditungguin tuh." dengan semangat juang didada, kedua sahabat rasa saudara itupun melangkah mantap keluar dari ruangan itu menuju tempat ijab kabul yg sudah didekorasi oleh keluarga Prasetia dengan begitu cantik dan indah.
__ADS_1
__ADS_1
Pesta malam harinya pun berlanjut dengan tamu yg sudah memenuhi ballroom hotel mewah milik keluarga Prasetia itu. para undangan yg hadir pun kebanyakan rekan bisnis dari masing masing keluarga, para pejabat, bahkan para penyanyi dan band yg turut memeriahkan pesta pun adalah artis artis papan atas tanah air. suasana pesta yg meriah dan gemerlapan itu tak juga bisa mengalihkan pandangan mempelai pria dari pengantin wanitanya masing masing. Yap. malam ini kedua wanita muda itu benar benar menjelma menjadi sosok wanita paling cantik dimata pasangannya masing masing. dengan tidak tau malunya kedua pemuda itu terus mengekori istri mereka kemanapun melangkah. awalnya sahaja dan jingga jengah dan juga malu dengan perlakuan suami suami mereka tapi lama kelamaan mereka akhirnya biasa saja ..toh semakin dilarang semakin menempel saja tuh para suami. udah kayak lintah aja. hiihh. . . semua tamu yg hadir hanya mengulas senyum mereka dan memaklumi kebucinan para suami muda itu. malam semakin larut, satu persatu tamu undangan itupun meninggalkan tempat pesta yg sangat mewah itu. akhirnya hanya menyisahkan tamu tamu keluarga yg memang menginap juga di hotel itu karna mereka berasal dari luar kota atau luar negeri. sahaja dan jingga sudah lebih dulu masuk ke kamar pengantin masing masing. kedua ibu mereka yg membawanya pergi beberapa saat yg lalu. saat Arlan dan Sebastian ingin mengikuti istri istri mereka, langkah kaki merekapun terhenti karna ulah para ibu mertua yg lagi lagi beralasan ada yg ingin mereka bicarakan berempat dengan putri putri mereka. dengan wajah lesu mereka terpaksa putar arah, kembali ke tengah pesta yg belum usai itu. setelah beberapa waktu suasana pesta itu pun sudah sepi, jam yg semakin larut dan melihat wajah wajah pengantin pria yg mengenaskan mau tidak mau memaksa Clara turun tangan dan mengantar langsung putra nya juga sahabat putranya itu langsung ke kamar pengantin mereka masing masing. tak terbayang bagai mana bahagianya Arlan dan Sebastian mendapat dukungan penuh dari wanita paruh baya yg masih terlihat segar dan cantik itu. dengan langkah penuh kemenangan mereka berjalan dibelakangnya tak sabar memulai ritual malam pengantin mereka masing masing. 🤭🤭🤭🤭❤️❤️❤️❤️
__ADS_1