Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Salah Perkiraan


__ADS_3

Sahaja dan Jingga sedang asik memilih pakaian untuk si kembar di salah satu mall ternama di Jakarta milik suami Jingga itu. kedua bayi kembar mereka masing masing mereka titipkan kepada Tiara, Clara dan juga Rina yg saat ini sedang berkumpul di mansion Prakasa. saat ini ada 3 orang pria yg sudah menguntit dan mengintai mereka sedari tadi untuk menculik keduanya. mereka juga bekerja sama dengan dua wanita yg menyamar menjadi pelayan di store itu yg merupakan bagian dari komplotan penculik itu dan kedua wanita itu pun langsung menghampiri Sahaja dan Jingga & berpura pura membantu mereka memilih pakaian anak batita kualitas terbaik yg ada di toko itu untuk Sahaja dan Jingga. tapi yg tidak mereka ketahui keramahan mereka yg tidak biasa dan jelas dibuat buat itu sangat terbaca oleh Sahaja dan Jingga dan mereka berpura pura mengikuti permainan kedua pelayan wanita itu bahkan memborong puluhan pasang pakaian untuk baby twins mereka dan dengan sengaja meminta tolong kedua wanita itu untuk ikut mengantarkan barang barang mereka ke mobil mereka yg terparkir di basemen mall itu. belasan pengawal pribadi Sahaja _ Jingga yg ditugaskan Arlan _ Sebastian untuk menjaga istri istri mereka itu langsung mengambil posisi siaga dan bersiap di tempat mereka masing masing. penampilan mereka yg casual & tampak seperti pengunjung lainnya dan bersikap sewajarnya pengunjung mall biasa, sehingga membuat ketiga pria tadi yakin kalau Jingga dan Sahaja tidak memiliki pengawalan disekitaran mereka. saat kedua istri sultan itu bergerak menuju mobilnya yg ada diparkiran, tiba tiba ke dua wanita pelayan tadi menodongkan senjata tajam ke tubuh mereka.


โ€jangan berteriak atau pisau ini akan menancap di tubuhmu.." kedua pelayan wanita itu mengancam mereka dengan masing masing mereka menekan senjata tajam itu dari arah belakang tubuh Jingga dan Sahaja .


Sahaja dan Jingga hanya tersenyum tipis dan bersikap santai saja seolah olah tidak ada bahaya yg mengancam keselamatan nyawanya. tak berapa lama mobil lain yg melaju dengan sangat kencang berhenti tepat di depan mereka dan ketiga pria tadi turun untuk mengamankan target mereka itu. saat itu keadaan di sekitaran basemen memang sangat sepi yg memberi keuntungan bagi para penculik itu melancarkan aksinya.


"masuk... !!!" ketiga pria tadi membentak Sahaja dan Jingga tapi kedua wanita cantik itu diam saja tak bergeming. tiba tiba dari arah belakang terdengar suara tembakan beruntun dari senjata Laras panjang berperedam suara.


TAK..


TAK..


Tembakan itu tepat sasaran dan langsung melumpuhkan kedua wanita tadi yg langsung tersungkur di tanah. belum selesai rasa keterkejutan dari para penguntit tadi, ketiga pria itupun bernasib sama dengan kedua rekan wanita tadi.


TAK...


TAK...

__ADS_1


TAK...


kembali dentuman dari senjata itu beraksi dan


Ketiga penculik itu pun seketika tersungkur ketanah mengikuti jejak kedua rekan mereka.


"bereskan semuanya dan jangan meninggalkan bukti sedikitpun."


perintah Jingga.


"siap. !!! nyonya muda"


"bagaimana... sudah puas kalian belanjanya...???"


kakek Barra menyapa sekaligus Jingga, cucu kesayangan nya itu yg duduk disebelahnya.


"iya .. sudah diborong semua kek."

__ADS_1


"bagus..โ˜บ๏ธ cucu kakek ini memang sangat ahli menghambur hamburkan uang suaminya..lanjutkan kerja kerasmu nak...besok besok lebih semangat lagi shoping nya ya..."


"siap kek..!!!" Jingga menjawab kakeknya itu dengan lantang nan mantap ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.


dan mereka semua akhirnya tertawa renyah dengan guyonan sang kakek. bahkan Jingga dan Sahaja langsung melupakan kejadian tadi dan bersikap biasa saja dan mereka juga enggan memberitahukan kedua kakek mereka, agar Barra dan Putra tidak panik dan khawatir. setelah satu jam berbagi cerita masa lalu dan tentunya dibumbui canda tawa dari kedua pasang kakek dan cucunya yg cantik jelita itu, akhirnya mereka semua memutuskan untuk kebali pulang ke mansion Prakasa.


sedangkan di sebuah mansion yg lain tampak seorang pria paruh baya yg sedari tadi menghubungi ponsel suruhannya tadi yg dia utus untuk mmenculik Sahaja dan Jingga tapi panggilan darinya tak juga mendapat jawaban dari mereka. sudah puluhan kali ia mencoba menghubungi tapi tidak tersambung juga.


"siiiiaaalllll...." dengan emosi didada dia membanting ponselnya ke lantai sampai hancur berantakan.


"tampaknya aku salah perhitungan dan menganggap remeh mereka semua tapi lain kali jangan harap ada ampun !!!" dia memekik keras di ruangannya yg sepi dan mencekam. diatas meja kerja nya tampak berserakan foto foto wajah targetnya yg ingin dia bantai. mereka semua adalah seluruh anggota keluarga Prasetia, Samudra, dan Prakasa. bahkan sampai ke foto kedua pasang bayi kembar dari clan keluarga besar itu ada diatas meja kerjanya itu.


sambil menatap penuh kebencian ke arah foto foto yg berserakan itu pria paruh baya yg terkenal kejam itu pun berucap ;


"kalian semua harus membayar mahal perbuatan anak anak kebanggaan kalian itu yg sudah berani melenyapkan putri kesayanganku dari dunia ini. nyawa ganti nyawa" ucapnya dingin dan datar. selang beberapa saat kemudian tawa liciknya pun terdengar disetiap sudut ruangan itu yg menambah suram suasana di dalam ruangan itu.


๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

__ADS_1


Semangat Menulis โœ๏ธโœ๏ธ


__ADS_2