Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Jangan Jangan dia...


__ADS_3

Tak terasa sebulan sudah insiden video itu berakhir dan semenjak itu baik keluarga Prasetia maupun keluarga nya Dewi sudah tidak ada hubungan apapun. mereka seperti orang asing dan ditambah ibunya Dewi yg masih syok dan trauma dan hanya berdiam diri dirumah ditambah ayahnya Dewi yg memilih menyibukkan diri di kantornya dengan pekerjaan. saat ini kedua orangtua itu sangat terguncang hati dan perasaannya. mereka sama sekali tak menyangka dampak dari keteledoran mereka memberi kebebasan penuh kepada putrinya sedari remaja SMP, dan hanya melimpahkan uang dan materi saja tanpa mengontrol dan membatasi pergaulannya, membuat putrinya itu terbuai akan kenikmatan semu dan pergaulan bebas.selama ini mereka hanya sibuk bisnis dan kehidupan sosialitanya. tapi nasi sudah menjadi bubur. tak ada yg bisa merubah masa lalu. dan untuk memulainya dari awalpun kedua orangtua Dewi tak tau harus memulainya dari apa dan bagaimana. sedangkan Dewi sendiri memutuskan pindah sementara kerumah tantenya yg ada di Belanda untuk menenangkan diri.


sementara itu Arlan yg sudah janjian dengan sahabatnya Sebastian di sebuah mall xx tak sengaja bertubrukan dengan seorang gadis cantik. modis dan sexy yg tak lain adalah Jingga Aulia.


"aawww.. aduuhhh.. tangan gue..."

__ADS_1


Arlan yg tidak sengaja menubruk Jingga karena terburu buru langsung mengulurkan tangannya untuk membantu berdiri gadis sexy yg ada dihadapannya ini. "hmmm.. cantik sih, tapi kayaknya sama aja kayak yg lain lain. pasti udah second deh. batinnya menilai penampilan Jingga yg memang suka berdandan cantik dan sexy. sedangkan jingga yg ditatap Arlan merasa jengah dan dengan galak menyolot,


"apa loe liat liat gue. mau gue cungkil tuh mata loe pake sumpit. dengan tampang garang jingga berusaha berdiri dan menepis tangan Arlan. " minggir loe, jingga mendorong Arlan sekuat tenaga sehingga Arlanpun jatuh terduduk dan sambil melangkah mundur gadis cantik itu menatap marah ke arah Arlan๐Ÿค”๐Ÿฅบ


Arlan yg masih terpaku sesaat ditempatnya tiba tiba merasa de Javu dengan situasi ini 5 tahun yg lalu. saat itu ia baru saja kembali dari Amerika berlibur bersama mami dan daddynya nya. sore itu dia sedang ada disebuah taman menikmati senja di kotanya. tak sengaja matanya melihat pandangan seorang gadis pelajar SMP yg masih berseragam sekolah yg mengeluarkan beberapa potong roti dari dalam tak sekolahnya. rupanya roti itu ia siapkan untuk memberi makan segerombolan burung burung yg ada ditaman itu yg memang suka berkerumun di sore hari. kalau dilihat lihat gadis itu memang cantik, dan manis juga kalo lama lama dipandang. agghhh.. apa yg aku pikirkan, Arlan membantin sendiri. dia kan masih bau kencur .. Arlan geleng geleng sendiri dengan pemikirannya. tak jauh dari situ ada segerombolan anak punk dengan dandanan metal dan bersiul siul memandang kearah gadis manis itu. mereka berkumpul agak jauh dari posisi gadis itu. seorang dari mereka mengedikkan kepalanya ke arah temannya yg lain dengan isyarat mengajak mendekati gadis itu. tak ayal mereka semua mulai mendekat dan berusaha menggoda gadis SMP itu. Arlan yg sudah diliputi amarah melihat gadis manis itu dalam bahaya tanpa sadar mendekat kearah mereka dan sebelum mereka mencapai gadis itu Arlan sudah lebih dulu menghadang mereka. merasa ada pengganggu para anak punk itupun tanpa basa basi langsung mengeroyok Arlan. awalnya Arlan mampu menangkis dan bertahan tapi lama kelamaan ia lelah juga karna memang tak seimbang satu lawan tujuh. sementara gadis SMP yg berusaha ia tolong masih saja sibuk dengan kegiatannya memberi makan burung burung itu. ia yg sudah selesai dengan urusannya kemudian berdiri dan menatap Arlan sekilas kemudian gantian menatap garang ke arah anak anak punk itu. "kalian gak sportif bgt sih. masak main keroyokan. kalau kalian emang jago yg adil dong. satu lawan satu. tapi.. karna akunya juga lagi buru buru jadi gak bisa jadi juri. oke deh .. sekian iklannya. bye semua..." jingga pun berlalu pergi dan sesaat ia merasa tangannya di cekal dari belakang. "Jangan sentuh aku." sambil membanting anak punk yg tadi ingin menariknya. semua orang menatap dan menganga tak percaya bagaimana gadis itu bisa membuat gerakan membanting itu. sedangkan yg dibanting ke tanah sudah mengasuh kesakitan. dengan masih diliputi amarah jingga pun menatap orang itu,

__ADS_1


"wweeeegghhhhhh.. " Jingga menjulurkan lidahnya seperti anak kecil yg mengejek. ia kemudian membuat gerakan tangan seperti menggores leher dengan jari telunjuk dan berucap *sekali lagi loe nyentuh gue, mati loe!! setelah itu iapun berlalu pergi.


kembali Arlan menggeleng gelengkan kepalanya dan berucap "mungkinkah dia gadis itu. gadis yg sama 5 tahun yg lalu????"


๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜„

__ADS_1


__ADS_2