Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Janji dimasa Lalu


__ADS_3

Hanella sedang termenung seorang diri di tempat kerjanya yg baru. sepinya pelanggan cafe dipagi harinya yg sedang dilanda hujan deras pula saat itu, membuat siapa saja malas untuk keluar rumah, apalagi hanya untuk sekedar nongkrong di cafe yg sedang ia jaga. saat ini, dirinya memang bekerja sebagai kasir disebuah cafe ternama dikota tersebut. sambil menunggu datangnya pelanggan, Hanella kembali teringat dengan seseorang yg dia yakini pernah ada di hidupnya. walaupun pertemuan mereka yg relatif singkat, tapi hal itu cukup berkesan dihati seorang Hanella. seolah de Javu dengan kejadian masa kecilnya dulu, dirinya pun seolah terlempar kembali kemasa kecilnya di Indonesia dulu saat dia dan ibunya masih menumpang hidup dirumah sahabat mamanya.


(flashback 15 tahun yg lalu..)


"kamu gak lupa kan sama aku"... Gilang menatap intens kepada gadis muda yg ada dihadapannya itu. sementara Galang sibuk mencari perhatian Jelita, sahabat Hanella yg saat itu mereka memang sedang asik bermain dibutik mamanya Jelita dilantai 3.


Hanella yg memang masih mengingat dengan jelas kejadian saat pesta ulangtahun Ariella kemarin hanya mengangguk sekenanya dan kembali asik bermain rumah rumahan Barbie bersama dengan Ariella yg baru saja tiba bersama dengan kedua kakak kembarnya. sementara Jelita yg saat itu sedang dibuat jengah oleh sikap Galang yg selalu mencoba menawarkan "bantuan" yg tidak diharapkan oleh Jelita dengan berusaha mengambilkan barang yg ingin diambil oleh Jelita, sementara dikubu Hanella, Gilang asik menatap dalam diam wajah gadis manis yg ada dihadapannya itu, sementara yg ditatap biasa biasa saja alias gak merasa alias gak ngaruhπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. malahan, tatapan penuh makna dari Gilang itu malahan membuat Ariella jengah sendiri dan memutar kedua bola matanya dengan malas. belum lagi melihat tingkah kakak nya yg sebijik lagiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜œπŸ˜œ, yg sedang asik menjadi "budak" Jelita, membawa barang mainan ini dan itu, yg berusaha ia tawarkan kepada gadis manis itu, yg ditanggapi dengan dingin dan tatapan mata permusuhan oleh Jelita.


"Ellaaa... tulungin doonkk.. ini kakak loe kenapa sihh... dari tadi yaaa... ngitilin gw Mulu .... bilangin doonkkk... gw udah males banget tau enggak...??!!!!" Jelita yg sudah tidak tahan lagi dengan ulah Galang mau tidak mau, terpaksa meminta bantuan Ariella, demi terbebasnya dirinya dari "gangguan" Galang yg sangat menyebalkan menurutnya. Galang sendiri yg sebut pengganggu oleh Jelita, malahan semakin gencar menggoda gadis galak itu. ia merasa Jelita kecil kalo marah semakin imoet dan menggemaskan.


"kakk.... kak Galang....!!!!


udah dong.. jangan malu maluin Ella Napa..!!!


pokoknya. kakak berenti yaahh gangguin temen Ella, ntar Ella aduin mama lho....

__ADS_1


ini juga kak Gilang.. udah dooonkk... liatin Hanella nya kak.. Nella itu bukan makanan. kok kakak liatin Nella segitunya. kalo emang kakak laper bilang dong ke mama, jangan malah liatin Hanella kayak gitu. Nella kan bukan cake. iya kan Nella." Ariella berusaha meredam tingkah polah Kedua kakaknya yg sudah diluar batas kewajaran bagi anak anak usia mereka. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"apaan sih Ella, kamu tuh... masih anak kecil.. jangan suka usil dong sama urusan kakak kakak kamu, iya kan Gilang??!!" Galang yg tidak terima kesenangannya di usik berusaha mencari bantuan ke adik kembarnya itu yg hanya mendapatkan kedikan bahu sebagai jawabannya.


"KAK GALAANGG... KALIAN BERDUA JUGA MASIHH ANAK - ANAKKKK.. !!!" Ariella gondok sendiri dengan sikap sok dewasa dari kedua kakak kembarnya itu.


"Udeh.. udehh...jangan bikin rusuh donk di butik mami gw.. ya udah ya udah, yg waras ngalah dehh.. gimana kalo kita berlima main rumah rumahan aja.. gimana...??" tapi.. mainnya yg serius ya.. jangan buat kesel." Jelita kembali menatap galak ke arah Galang.


"kamu.. bisa gak sihh.. kayak anak anak normal pada umumnya??" kamu tuh udah ganggu ketenangan main aku dengan ngitilin aku Mulu dari tadi. bisa kan kamu ikutan main tanpa ganggu ganggu Jelita lagi???"


sementara mereka bertiga asik berkeliling, saling mengejar satu dan lainnya, Gilang dan Hanella sibuk dengan urusannya dan pemikirannya masing masing. Hanella terlihat tidak bersemangat memainkan boneka barbie yg ada dalam dekapan tangan tangan mungilnya.


"kamu kenapa??" Gilang yg melihat raut kesedihan diwajah Hanella tak pelak bertanya juga. tapi, Hanella hanya diam dan kembali termenung dan bertanya tanya dalam hati, kemana mamanya pergi. dan kenapa selalu meninggalkannya sendirian kepada Tante Rika, mamanya Jelita.


"kamu gak dengar aku??" Gilang yg tidak mendapat respon dari Hanella mencoba mendekatkan diri kepada pujaan hatinya itu.

__ADS_1


"mama bilang, aku gak boleh bicara sembarangan sama orang asing."😞😞


"aku bukan orang asing. aku akan jadi pelindungmu dimasa depan. kayak papa Arlan melindungi mamaku, Jingga. seorang suami yg sangat bisa diandalkan!!!" Gilang menjawab dengan kesungguhan yg membuncah didadanya.


Hanella yg masih berusia 7 tahun saat itu,tidak paham sama sekali dengan ikrar tulus Gilang. Dimata Hanella saat itu, ada lah... 'ada anak laki laki usia 10 tahun yg menjanjikan sesuatu kepadanya. tapi dia tidak mengerti arah pembicaraannya..tapi karna anak laki laki itu terlihat baik.dan tampan jadinya lagi dan lagi dirinya hanya mengangguk sajaπŸ˜‚πŸ˜‚.


(flashback off)


haaahh..,,


Hanella mendesah Jemu, mengingat kenangan manis itu. pasalnya setelah itu, dirinya tidak pernah lagi bertemu kembali dengan Gilang.


"mungkin kah dia masih mengingat janji manisnya, itu ..???" Hanella bertanya tanya didalam hatinya sembari menatap sendu rintikan hujan yg mengalir deras diluaran sana. 🌧️🌧️⚑⚑


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2