
Setelah sampai di depan kamar khusus pemilik hotel yg ada di lantai paling atas hotel tersebut Clara yg berniat mengetuk pintu kamar bertuliskan Arlan Jingga bride'sroom sontak menarik kembali tangannya saat pintu kamar terbuka dari dalam dan menampakkan sosok sang mama mertua, Tiara yg baru saja ingin keluar dari kamar itu. tak lama dari arah berlawanan tepatnya kamar bertuliskan Sebastian Sahaja bride'sroom keluar pula sosok sang mama mertua lainnya Rina. keduanya pun merasa heran dengan kehadiran kedua anak menantunya yg berdiri canggung di depan kamar pengantin mereka masing masing. melihat gelagat tak nyaman keduanya, ketiga ibu ibu paruh baya yg masih cantik diusianya itupun berinisiatif angkat kaki dari tempat itu. ada yg pura pura menguap lah, ada yg pura pura mengantuk, dan ibunya Arlan pun mengerti dengan kode rahasia itu dan mengajak kedua besannya itu untuk beristirahat di kamar hotel yg memang sudah dipersiapkan khusus untuk mereka jauh jauh hari sebelumnya. melihat ketiga ibu itu pergi menjauh dari depan kamar mereka, dengan bersorak senang kedua pemuda itu langsung masuk ke kamar pengantin mereka masing masing. tak lupa mereka menempelkan tulisan "Jangan Diganggu" pada pintu kamar masing masing.
__ADS_1
di kamarnya Jingga yg sedari tadi sudah mendapat wejangan dari mamanya bagaimana bersikap menjadi istri yg baik dan selalu mengikuti apa yg menjadi perintah suaminya, melayani dan menghormati setiap keinginan suaminya, dst.. dst.. merasa lelah dan akhirnya memutuskan beristirahat sejenak. dia yg tadinya selonjoran di sofa mendadak mengantuk dan tanpa sadar tertidur di sofa empuk itu. dirinya merasa sayang kalau harus tidur di kasur yg sudah ditata rapi dan indah itu. Jingga berniat menunggu sampai Arlan datang tapi baru sebentar berbaring, dirinya sudah ketiduran disofa akibat kelelahan.
__ADS_1
__ADS_1
Semangat Menulis✍️✍️
__ADS_1