Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Aku Sangat Bisa


__ADS_3

di sinilah mereka saat ini. disebuah cafe bergaya minimalis, sambil menikmati minuman panas dipagi hari yg berselimut awan mendung. bahkan kesyahduan pagi itupun nyatanya tak mampu menepis kecanggungan antara mereka berdua, justru semakin membuat suasana menjadi tidak nyaman apalagi bagi seorang Hanella. sejak awal pertemuan mereka dan sampai detik ini, Gilang terus saja menatap ke arah Hanella tanpa berniat mengucap kata. hanya menatap mendalam, dalam diam. bahkan pelayan yg tadinya datang membawa pesanan mereka, sampai menatap aneh ke arah Gilang karna tatapannya yg sangat intens kepada Hanella yg berhasil membuat Hanella menjadi sangat canggung dan kikuk seketika.


"ehh...ehhm..."


demi mengusir rasa canggung didadanya, Hanella pun berinisiatif untuk memulai percakapan terlebih dahulu.


"kak... Gilang... apa kabar??"


dengan takut² Hanella tak urung bertanya juga. dan yg ditanyai malah hanya menatapnya semakin dalam bahkan mulai memindainya dari atas kebawah.


"apa Setiap hari kau selalu cantik seperti ini??"


bukannya menjawab pertanyaan Hanella, Gilang justru memindai bidadari hatinya itu yg dalam pandangan nya sangat teramat cantik.


sedang Hanella yg ditanyai seperti itu merasa bingung sendiri. tak mengerti arah pembicaraan Gilang.


"maksud, kak Gilang apa, aku kurang paham??" Hanella benar² bingung dibuatnya.


"aku tahu kamu memang cantik. tapi aku tidak menyangka,kamu menjelma menjadi gadis secantik ini setelah kita dewasa. tadi, aku sempat terfikir, sudah berapa banyak pria yg mencoba mendekatimu. memikirkan itu saja, rasanya hatiku ingin mengamuk saja". dengan santainya Gilang mengungkapkan pemikirannya dan memang seperti itulah keadaanya. melihat Hanella tumbuh menjadi seorang gadis yg cantik jelita, membuat jiwa keposesifannya semakin meronta saja. Hanella sendiri yg memang tidak menyangka akan tanggapan Gilang terhadap dirinya yg sampai sejauh itu. dirinyapun hanya mampu besikap kikuk dan canggung saja. jujur, tak pernah terbersit didalam hatinya bahwasanya seorang Gilang Samudra mampu menjungkirbalikkan perasaannya detik itu juga. setelah perjumpaan mereka yg terbilang singkat pada saat mereka masih kanak², terhitung ini adalah pertemuan mereka yg ketiga. tapi.. semua kenangan, semua kata, bahkan janji yg sudah terlanjur terucap disaat mereka kecil, buktinya mampu mengikat hati mereka sampai sedalam ini, walaupun belasan tahun terpisah ruang dan waktu. tak serta merta mengikis rasa yg sempat ada. terutama Gilang. Yap. bagi Gilang perasaan yg dia miliki untuk Hanella murni dari hatinya yg paling dalam. entahlah.. dia sendiri pun tak mengerti. tapi yg jelas, setelah bertemu dengan Hanella saat ini, hatinya pun mantap memilih jika memang benar hanya gadis yg ada di hadapannya inilah satu satunya yg mampu menguasai hati dan fikirannya. tak kan ada yg lainnya. dan karna sudah bertemu seperti ini, maka .. jangan harap akan melepaskannya lagi.


"Hanella..."


akhirnya, setelah sekian menit dalam suasana yg sangat canggung, Gilangpun mulai bersuara.


"iya..."


"aku sudah mendengar semua kisahmu dari Jelita. jadi, aku putuskan..mulai saat ini kau akan ikut denganku. kau dan juga ibu kandungmu."

__ADS_1


Hanella yg sangat tidak siap dengan perubahan situasi ini, hanya mampu melongo dan membulatkan matanya sempurna.


"eehh.. tapi .. tapi... maksudku... mana bisa.. mana mungkin, aku ikut denganmu kak. kita bukan keluarga bahkan kita berdua tidak ada hubungan keluarga sama sekali!!"


dengan kebingungan yg luar biasa, Hanella tiba tiba merasa risau sendiri.


Gilang yg memang dasarnya sudah sangat ingin mengikat gadis cantik dihadapannya ini berucap dengan penuh percaya diri dan tanpa dosa.


"dari perkataanmu tadi, sepertinya secara tidak langsung kau ingin mengajakku BERUMAH TANGGA ??!!"😎😎


"APPAAA??"


Sangkin terkejutnya dengan ucapan Gilang tadi, Hanella sampai berdiri ditempat.


melihat ekspresi Hanella yg seperti itu membuat Gilang geli sendiri dan terkekeh pelan. dengan senyuman smriknya diapun melanjutkan perkataannya,


belum juga selesai keterkejutan Hanella prihal berumah tangga. malah sekarang ditambah lagi dengan pria tampan didepannya ini malah menuduhnya yg bukan².


"tapi... tapi....."


Hanella sampai kehabisan kata kata.


"tak perlu tapi tapi.. hari ini juga kita akan menikah."


"WHHAATT...???"


untuk kedua kali nya Hanella dibuat terperanjat oleh omongan Gilang dan kali ini ia bahkan sampai menggebrak meja yg membuat para pengunjung lain di kafe ini merasa tidak nyaman dan berbisik² kearah mereka. dan untuk kedua kalinya dengan wajah Semerah tomat, Hanella kembali membungkukkan dirinya kearah orang orang itu sembari meminta maaf karna sudah membuat suasana pagi dikafe itu menjadi sedikit tidak nyaman. sementara Gilang santai santai saja dengan perubahan suasana di cafe itu. dirinya seakan tuli dan buta dengan sekitarnya. dirinya konsisten hanya berfokus kepada Hanella saja. gadis cantik dihadapannya ini yg terlihat kebingungan sendiri dengan pemikirannya. Dimata seorang Gilang, gadisnya itu sungguhlah sangat imut dan lucu.

__ADS_1


Hanella, yg setelah sepersekian menit berhasil membawa kembali pikiran sadarnya, kembali berucap.


"tidak. tidak. bukan seperti ini konsepnya. maksudku. tentu aku juga akan menikah suatu saat. tapi ini terlalu cepat. kau bilang kita akan menikah hari ini juga. apa itu mungkin??"


Gilang yg merasa jalan semakin terbuka lebar didepannya untuk mengikat gadis ini seutuhnya hanya untuk dirinya tersenyum penuh kemenangan.


"kau menantangku?? meragukan kemampuanku. baiklah. karna kau memaksa aku akan buktikan padamu bahwa detik ini juga kita akan melangsungkan pernikahan."


dengan menjentikkan jarinya, Gilang pun berucap.


"jeremy"


dan seketika didepan mereka berdiri segerombolan pria yg sepertinya tadi itu tampak seperti pengunjung kafe biasa.


"persiapkan semuanya. pastinya siap dalam waktu 2 jam. calon istriku sudah tidak sabar."


"baik tuan." dengan penuh hormat kumpulan pria itu berlalu dari tempat itu.


Hanella yg masih diselimuti kebingungan dan shock mendadak, berucap sambil menutup mulutnya.


"bagaimana bisa...???"


Gilang pun menanggapi ucapan Hanella, sambil menatap kedalam matanya,


"tentu bisa. karna aku Gilang Samudra. 😎😎😎"


❤️❤️❤️

__ADS_1


#Semangat Menulis✍️✍️


__ADS_2