Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Kenangan Kakek Barra


__ADS_3

Saat ini kakek Barra sudah kembali ke mensionnya. dirinya merasa sepi karna harus tinggal sendirian dirumah yg sangat luas dan besar itu. walau dirinya hidup di istananya itu ditemani oleh puluhan pelayan, tetap saja rasa sepi itu selalu hadir saat dia kembali makan sendirian di meja makan yg besar itu setiap harinya.

__ADS_1


"ahhh... andai putra putra ku masih hidup.." kakek bara bergumam sedih. dirinya kembali teringat kenangan pahit yg ia alami dulu sekali..

__ADS_1


50 tahun yg lalu saat istrinya melahirkan anak pertamanya di negara ini, dirinya sebenarnya memiliki sepasang anak kembar laki laki identik. wajah kedua putra kembarnya sangat mirip. tapi sayang ... putranya yg kedua yg kondisi fisiknya memang sangat lemah semenjak ia lahir harus menghembuskan nafas terakhirnya seminggu setelah ia dilahirkan. dan selama 7 hari perjuangan hidup putra keduanya itu, selama itu pula dirinya harus disibukkan bolak balik rumah sakit -rumahnya karna putra pertamanya yg memang lahir dalam kondisi sehat sudah diizinkan pulang dan dirawat oleh orangtuanya dirumah. dirinya sendiri masih sibuk mengurusi putra keduanya yg masih di inkubator dengan perawatan khusus di tambah lagi istrinya sendiri yg masih tidak sadarkan diri seminggu setelah persalinannya. dan akhirnya di hari ke 7 putranya itu pun menyerah dengan kondisinya dan kembali kepangkuan ilahi. hal ini tak pelak membuat Barra sangat terpukul. dan meminta agar putranya itu segera di kebumikan tanpa melihat lagi kondisi terakhir putranya itu. bukan karna dia tidak sayang pada putra keduanya itu, tapi dia ingin fokus menjaga istrinya dan juga putranya yg lain yg masih hidup dan sehat. Anehnya begitu putranya dinyatakan meninggal oleh dokter yg selama seminggu ini menanganinya, istri tercintanya tiba tiba bangun dari tidur panjangnya setelah 7 hari lamanya istrinya itu tidak sadarkan diri. melihat kondisi fisik istrinya yg lemah Barra pun memerintahkan tim dokter dan rumah sakit yg menangani persalinan istrinya untuk tidak memberitahukan Fakta yg sebenarnya. dia meminta pihak rumah sakit terutama dokter yg membantunya melahirkan kala itu berbohong dan mengatakan bahwa anak yg ia lahirkan bukan dua melainkan satu. saat istrinya minta bertemu dengan bayi bayi yg dilahirkannya seminggu yg lalu sang dokter dibawah tekanan Barra akhirnya berbohong dan mengatakan bahwa bayi yg ia lahirkan hanya satu sementara yg lahir berikutnya itu bukan bayi melainkan hanya gumpalan darah saja. sang istri mengingat ingat kembali saat ia melahirkan memang yg pertama ia mendengar tangisan bayi yg sangat nyaring dan kuat tapi yg kedua tidak ada tangisan bayi dan sedetik kemudian dirinya pun pingsan dan koma selama seminggu. karna dokter yg menanganinya itu memberikan keterangan yg masuk akal dengan istilah istilah medisnya yg sangat rumit untuk ia cerna dikepalanya, dirinyapun akhirnya menerima dan percaya saja dengan "fakta" yg dibeberkan oleh dokter itu Karna dirinya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan putranya dirumah yg dirawat mertuanya selama ia koma. dengan perasaan sedih yg amat dalam Barra berusaha tegar menerima kenyataan pahit ini, dan segera berlalu membawa istrinya pergi dari rumah sakit itu dan menyerahkan urusan pemakaman putranya kepada dokter yg menangani putranya itu selama dirumah sakit. dokter itu tidak tega menyuntikkan formalin kepada bayi ringkih itu dan memutuskan langsung menguburkannya saja. saat ia sudah ada di TPU tiba tiba asistennya datang ke tempat itu dan mengabarkan bahwa ada keadaan darurat di rumah sakit dan sangat membutuhkan penanganannya langsung. dengan buru buru sang dokter dan asistennya itu berlalu meninggalkan tempat itu dan sebelumnya berpesan kepada para penggali kubur yg berjumlah 4 orang itu agar tetap melaksanakan tugas mereka sampai selesai yg ditemani oleh seorang ustad muda untuk mendoakan menghantar sang bayi diperistirahatannya yg terakhir. satu jam setelah dokter itu pergi dari tempat itu, keempat pria yg sedang menggali dan hampir menyelesaikan pekerjaannya itu, sayup sayup mereka mendengar ada suara tangisan bayi yg awalnya pelan tapi semakin lama semakin nyaring dari kain pembungkus bayi itu. hal itupun sontak membuat keempat laki laki penggali kubur itu lari tunggang langgang dan menyisakan sang ustad di tempat itu. dirinya pun mengangkat bayi itu dan membuka bungkusan kainnya. dan betapa terkejutnya dirinya melihat bayi merah itu hidup dan menangis dengan sangat kencang. ia pun segera membawa pulang bayi itu dalam dekapannya untuk ia rawat mengingat ia dan istrinya sudah 10 tahun berumah tangga dan belum memiliki momongan. dirinya merasa ini memang takdirnya dan sudah menjadi jalan yg maha kuasa untuk memberikannya seorang anak. tak berapa lama berselang salah seorang dari penggali kubur itu pun kembali dan tetap melanjutkan tugasnya sampai selesai. dirinya takut dicap tidak becus bekerja dan tetap menjalankan tugasnya sampai akhir. tak berapa lama pekerjaannya itu pun selesai juga dan tak lupa ia meletakkan nisan yg memang sudah dipersiapkan dokter tadi, diatas gundukan tanah merah itu dan berlalu pergi dari tempat itu. hal inilah yg kemudian akhirnya membuat seorang Barra setiap tahunnya datang ke tempat itu untuk menziarahi putranya itu. tapi.. ada sesuatu yg mengganggu pikiran kakek Barra. 12 tahun yg lalu saat dirinya ada ditempat itu untuk berziarah ke makam putra kecilnya, dirinya melihat sekilas ada sesosok pria yg baru saja melewatinya dan sangat mirip dengan wajah putra pertamanya. awalnya dia berfikir mungkin itu hanya bayangan putra pertamanya yg ia rindukan yg memang sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat. tapi..pria itu terus berjalan dan akhirnya melaju dengan kecepatan penuh dengan mobil sport yg terparkir disamping mobilnya kakek Barra. akhirnya kakek Barra tersadar pria tadi bukan halusinasinya tapi memang manusia yg nyata. dengan tergesa gesa ia berlari ke arah jalan dan memanggil manggil, tapi mobil itu sudah tidak tampak dan melaju kencang. dari kejadian itu dirinya kembali memutuskan mencari siapa laki laki yg sangat mirip dengan putra pertamanya yg telah meninggal itu. hal ini pun ia rundingkan dengan sahabatnya kakek putra dan berjanji akan membantunya mencari keberadaan pria misterius yg wajahnya dan perawakannya mirip sekali dengan putra pertamanya, Dean Prakasa, yg tak lain adalah ayah dari Sebastian, cucu kesayangan kakek Barra itu.

__ADS_1


aku emang kek gitu orangnya gak tegaan.... hahaha... ok. cusss.. Lanjut....😘😘😘)

__ADS_1


Semangat Menulis. ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2