
Sahaja yg pagi tadi mendapat kabar bahagia dari sahabatnya Jingga turut juga berbahagia dan bersyukur dengan anugerah yg dipercayakan sang pencipta dalam diri sahabatnya itu. dirinya pun berlonjak lonjak kegirangan dan membuat Sebastian sampai bingung sendiri dengan tingkah absur istri cantiknya itu. Sebastian memang sudah lebih dulu mengetahui kabar kehamilan istri sahabatnya itu dari Arlan langsung. dan saat dia ingin mengajak sang istri ke rumah sakit milik keluarga Samudra, dirinya mendapati sang istri bersorak bahagia dan memeluk mesra dirinya seolah olah Sahaja lah yg sedang hamil. Sebastian yg memang selalu menganggap lucu tingkah pola istri kesayangannya itu tak pelak ikut juga dalam euforia kebahagiaan istrinya itu.
saat mereka sudah tiba dilobby depan rumah sakit super elit itu Sahaja merasa ada yg aneh dengan dirinya. dan begitu mereka masuki lantai dasar rumah sakit itu dan berjalan ke arah lift khusus menuju lantai paling atas tempat Jingga dirawat, Sahaja mulai merasakan pusing dan mual yg amat sangat. Sebastian yg melihat perubahan sang istri didalam lift yg tiba tiba pucat dan bersandar lemah di belakang tak pelak langsung panik dan khawatir tingkat akut. Sebastian langsung memeluk Sahaja dengan posesif dan menenangkan sang istri yg semakin terlihat pucat. saat mereka tiba di lantai paling atas, Sebastian langsung mengangkat sang istri membopongnya menuju kamar tamu yg ada di sebelah kamar yg ditempati Arlan Jingga. setelah dia meletakkan Sahaja diranjang nyaman itu dengan segera dirinya menelpon Arlan dan meminta sahabatnya itu membawa seorang dokter ke kamar tamu karna Sahaja yg tiba tiba sakit. Arlan yg mendapat kabar itupun langsung menghubungi dokter Windy agar segera datang ke kamar tamu yg ditempati Sebastian. dengan tergesa dan buru buru dirinya dan Jingga yg ia beritahu kemudian tentang kabar sakitnya Sahaja yg ada di sebelah kamar mereka, langsung bergegas ke kamar itu. begitu Jingga sampai di dekat sahabatnya yg terlihat pucat dan lemah, Jingga pun langsung memeluk sahabatnya itu.
"selamat ya ji. akhirnya loe duluan yg bakal menyandang status ibu dari kita berdua.." dengan lemas Sahaja tetap memberikan ucapan selamatnya kepada sang sahabat. begitu pun Sebastian yg langsung memeluk sekilas sahabatnya Arlan dan mengucapkan selamat karna sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. tak lama dokter Windy pun sampai di ruangan itu dan mendapati 1 pasangan lagi dimana kali ini sang suami alias Sebastian jauh lebih "gila" lagi posesifnya terhadap istrinya. dengan hembusan nafas berat dokter itu pun melangkah juga untuk menunaikan tugas mulianya.
*hadehhh... ππ nambah lagi nih ngurusin suami alay.. satu pasangan aja belum kelar. muncul lagi.. muncul lagi... set dahhh.. sang dokter bermonolog ria.
"kamu dari mana saja hahh??!!! kenapa lama sekali ??? saya sudah sangat khawatir dari tadi. kamu sengaja yaaa..???!!" Sebastian mulai mengeluarkan taringnya. "tunggu apa lagi??? cepat lakukan tugasmu!!!!!
*tuh kan !!! baru juga nyampe udah kena semprot. ahhh.. Tuhan, tolong buat kedua pasangan ini limited edition supaya kedepannya tidak ada lagi dokter dokter yg merasa nestapa seperti saya ini... amiiin.
sempat sempatnya sang dokter itu berdoa dulu sebelum memulai tugasnya. dan sesaat kemudian dirinya yg sudah memeriksa Sahajapun kembali menatap Sahaja dan menuturkan diagnosanya.
__ADS_1
"kalau dilihat dari kondisinya sepertinya nona muda yg ini juga sedang mengandung tuan." dirinya melaporkan hasil pemeriksaannya kepada Sebastian. awalnya hanya hening yg ada diruangan itu dan kemudian kedua pasangan itu pun bersorak kegirangan dan melupakan sejenak kehadiran dokter Windy dan memeluk erat pasangannya masing masing.
*tuh Khan... !! ππgue kate juge ape .. huuh.!!! dokter Miller mendengus kesal.
"dan untuk lebih jelasnya, sebaiknya kita membawa Sahaja ke ruang pemeriksaan kandungan, seperti yg dilakukan oleh Jingga semalam." usul Arlan.
*CAKEPP!! PINTERR!! sang dokter tersenyum senang karna dengan begitu urusannya dengan kedua suami gokil ini cepat kelar. ππ
"wahh... selamat tuan muda, nona muda. kalian juga akan menjadi orangtua. nona selamat ya... Anda hamil. perkiraan usia kandungan nona muda saat ini sudah berjalan lebih kurang 6 Minggu."βΊοΈβΊοΈ pernyataan dokter tadi sontak membuat kedua pasangan itu kembali bersorak senang dan selebrasi diruang pemeriksaan itu, yg membuat sang dokter geleng geleng sendiri.
setelah drama singkat diruang pemeriksaan tadi akhirnya 2 pasangan itupun kembali ke lantai paling atas di kamar yg di tempati Arlan Jingga. tampak Sahaja yg sedang bersandar di ranjangnya yg ditemani Jingga, sedang melamun dalam dalam. sesaat kemudian dirinya pun bertanya ;
"Ji... gue mau nanya serius sama loe. tapi, please loe jawab dengan jujur ya.."
__ADS_1
Jingga yg mulai merasakan perasaan tidak enak karna selama 12 tahun lebih bersama dengan Sahaja, kalau muncul pertanyaan ini, biasanya lemot nih anak sedang kambuh. Jingga yg demi menyenangkan bumil yg ada disebelahnya itupun tersenyum manis dan mengangguk setuju. sementara para suami yg tadinya duduk di sofa sambil mengobrol santai sembari menunggu kedatangan para orangtua yg sudah mereka kabari sebelumnya, menatap berminat kearah Sahaja sekaligus penasaran dengan pertanyaan apa sih, yg sampai harus pakek jujur segala.π³π³
"Ji.... APA HAMIL ITU BISA MENULAR YAA..???"
sontak jingga dalam hati sanubari terdalam mengucapkan kalimat keramatnya ;
"Sudah ku Duga ππ!!!
Arlan dan Sebastian yg tak kalah kagetnya dengan pertanyaan langka itupun berucap bersamaan ;
"Kok Bisa .. ?????!!!!π²π²
Semangat Menulis βοΈβοΈ
__ADS_1