Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Arlan yg Bertindak Cepat


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu dari semenjak Rangga menerima pesan singkat bernada ancaman itu. entah apa yg terjadi sehingga sebulan ini pesan pesan ancaman itu sudah tidak pernah lagi muncul diponselnya. hal ini tentu sangat melegakan bagi semua anggota keluarga yg lain khususnya Tiara dan Jingga. satu hal yg mereka semua tidak ketahui adalah orang di balik hilang nya pesan pesan bernada ancaman itu tidak lain adalah Arlan sediri. Yap. saat Jingga meminta pengawalnya untuk membereskan ke 5 orang yg gagal menculiknya saat bersama Sahaja di pusat perbelanjaan milik suaminya beberapa bulan yg lalu, mereka di bawa oleh pengawal pribadinya itu ke markas mereka dan Arlan sendiri lah yg langsung mengintrogasi mereka. dari situ Arlan mengetahui dengan jelas siapa lawan yg sedang ia hadapi dan tentunya otak jenius nya pun langsung berfikir cepat untuk mengatasi permasalahan ini. di bantu Sebastian dan kedua asisten setia mereka Hadi dan Rahmat mulailah strategi pembalasan mereka susun untuk secepatnya mereka jalankan.

__ADS_1


awalnya mereka masih menunggu waktu yg tepat untuk menyerang balik, tetapi saat mengetahui Jingga sedang hamil anak keduanya di tambah video ancaman yg melibatkan seluruh anggota keluarga nya terutama kedua anak kembarnya, membuatnya harus bertindak cepat dan akurat.

__ADS_1


Arlan dan Sebastian memang merencanakan untuk menyerang balik tapi kali ini mereka hanya di balik layar. mereka dengan sengaja merekrut kelompok kelompok mafia yg lain untuk bekerjasama menghancurkan Panji Septiadi, ayah Sandra dan organisasi Hitam yg ia dirikan. Dengan kekuasaan dan uang ia miliki Arlan berhasil bernegoisasi dengan kelima ketua mafia yg sebelumnya sudah di lobi oleh Hadi dan Rahmat dengan bayaran fantastis. bagi Arlan dan Sebastian dana yg mereka sediakan untuk kelima ketua mafia itu benar benar fantastis yakni 1 triliun untuk masing masing ketua mafia itu. hal itu bukan apa apa buat mereka berdua mengingat kekayaan mereka yg memang tidak terhitung jumlahnya. hari dimana Arlan mengetahui bahwa Jingga istrinya sedang mengandung lagi, disitu juga ia langsung memerintahkan agar kelima ketua mafia itu bertindak melakukan penyerangan. hal ini tentu saja di buat seolah olah perang antar organisasi Hitam yg memperebutkan wilayah kekuasaannya. bagi mereka hal itu sangat mudah mengingat mereka berlima bergabung menyatukan kekuatan dan menghancurkan satu organisasi saja. Panji yg malam itu tidak memiliki persiapan apa apa kalah telak dari segi jumlah apalagi persiapan perang. dan dalam tempo 15 menit saja Markas Panji sudah rata dengan tanah. Panji Sendiri tewas di kediamannya bersama ratusan anak buahnya yg diserang oleh ribuan pasukan mafia yg lain. setelah mendapat kabar bahwa Panji sudah berhasil ditangani Arlan dan Sebastian akhirnya bernafas lega dan memilih mendiamkannya dan bahkan dengan sengaja mereka mengatur agar berita mengenai hancurnya organisasi Hitam yg diketuai oleh Panji itu tidak sampai ke publis dan lagi lagi kekuatan uang dan kekuasaan yang mereka miliki sangat mampu untuk mengendalikan seluruh awak media baik media cetak ataupun elektronik di negara ini. hal ini demi meredam pembalasan dendam berikutnya baik dari keluarga Panji sendiri maupun anak buahnya yg setia kepadanya. 🤔🤔🤔

__ADS_1


❤️❤️❤️🥰🥰🥰😘😘😘🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2