
diamnya Sahaja kali ini mampu membuat seorang Sebastian Prakasa ketar ketir sendiri. maksud hati ingin menyombongkan diri dihadapan sahabat sekaligus adik iparnya, Arlan, kalau dia BUKANLAH bagian dari barisan suami suami takut istri, ambyarlah sudah😂😂. yahh... walaupun dia tak sendirian, karna yg ia tahu dan ia sadari, Arlan pun bernasib yg kurang lebih 11/12 lah dengan dirinya. . . 😂😂
tapi hal itu tidak membuatnya merasa lebih baik, malahan perasaannya kali ini jauh lebih buruk bila dibandingkan saat diawal awal mereka menikah dulu, dimana kala itu Sahaja pun pernah bersikap dingin padanya sebelum mereka melakukan bulan madu massal dulu, yg sangat berkesan bagi diri seorang Sebastian.
"yang.... udah malam nih ... Ayuk balik ke kamar kita aja yah... si kembar juga udah tidur kan..." Sembari melirik jam yang ada di ruang kamar putri kembarnya Tepat pukul 21.30 wib 😂😂 yg untuk kelima kalinya Sebastian bolak balik ke kamar putrinya demi membujuk sang pujaan hati mau "baikan" lagi dengannya. dan tanggapan Sahaja masih sama. diam seribu bahasa. akhirnya Sebastian mengalah (lagi) dan kembali ke kamar mereka dengan membawa sebongkah berlian ( ehh maaf salah/ ... se nga ja.. 😂😂😂) sebongkah penyesalan maksudnya, didalam hatinya.
setelah merasa suami tampannya itu sudah berlalu pergi, Sahaja kembali membuka matanya. ada sebulir cairan bening yg sedari tadi ia tahan, akhirnya lolos juga dari pelupuk mata indahnya. saat ia kembali memejamkan matanya berusaha untuk tidur kembali, getaran Dari ponselnya benar benar mengganggu. tak ingin kedua putri kecilnya terusik dari tidur lelap mereka, segera ia menyambar ponselnya dan bergegas keluar menuju balkon kamar putrinya itu.
PAPA KU TERSAYANG
Nama pemanggil yg tertera pada ponselnya..
"iya.. pa... tumben telpon malam malam... kenapa pa..."
Hening Sesaat.
__ADS_1
"pah....???"
”Sahaja putri ku tersayang... apa. saat ini kamu baik baik saja ??” Eka bertanya dengan penuh keraguan..ada rasa khawatir dan bimbang yg masih bisa ditangkap Sahaja dari nada bicara papanya itu.
Hening . lagi.
"kenapa papa tiba tiba bicara seperti itu??" berusaha tegar tapi getaran di bibirnya tertangkap jelas oleh Indra pendengaran Eka.
"papa ke sana sekarang !!!"
Sambungan telepon terputus.
hati Sahaja semakin galau. disatu sisi, saat ini ia memang membutuhkan sosok papanya, yg memang seperti kesatria bertopeng, yg bisa langsung muncul disaat ia butuh tempat bersandar dan berkeluh kesah. tapi.. disisi lain ia juga tak ingin. papanya mengetahui permasalahan "kecil" rumah tangganya. karna jujur saja, sebenarnya ia pun malu kalau sampai papa mamanya tahu mereka kembali bertengkar karna masalah sepele.😂😂
selang 10 menit, mobil Eka sudah terparkir mulus didepan halaman rumah megahnya. selang satu menit ada satu mobil lagi yg masuk ke halaman depannya. dan mobil itu adalah mobil milik. RANGGA. 😳😳 (OHHH....NOOOO..;) JERIT batin Sahaja didepan pintu utama rumahnya yg langsung disusul oleh Sebastian yg berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
awalnya baik Rangga vs Eka ataupun Sebastian vs Sahaja, sama sama. terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang mereka. tapi akhir nya disinilah mereka berada. diruang tengah dengan saling menatap antara satu dengan lainnya.
”jadi... tian....bisa kau jelaskan.. apa maksud perkataanmu ditelepon tadi yg mengajak papa minum minum malam ini...??"
Sahaja dengan wajah terkejut nya bergantian menatap ayah mertuanya dan suaminya dan dari sorot matanya, tampak jelas ia menuntut penjelasan salah satu dari mereka berdua. sementara Eka tetap tenang sembari menikmati minuman hangat yg di hidangkan oleh maid di rumah itu sesaat tadi.
Sebastian yg memang sedang dalam kodisi hati yg sangat galau tadi bermaksud mengajak Arlan menemaninya minum, dan mengobrol demi meringankan beban dihatinya. tapi sepertinya dirinya salah memencet nomor sehingga nomor papa nya lah yg tersambung.
"oohh... itu tadi tian cuma bercanda aja pah.. tadi Tian... itu..eenggg. eeehmmm itu.. nge Prank papa... hahahaha... iya . . papa .. ke na Prank Tian....hahahaha..." dengan tingkah konyolnya Tian merangkul bahu papanya yg disambut tawa pasrah nya Rangga. sementara sang istri menatap sebal ke arah suaminya, sang mertua tetap dengan mode tenangnya menikmati situasi yg ada dihadapannya saat ini.
🤗🤗🏡🏡🎉🎉🎉🔥🔥🔥
Semangat Menulis ✍️✍️
🎉🎉🎉happy new years all...🎉🎉🎉
__ADS_1
🎇🎇🎇🎆🎆🎆🎇🎇🎇🎆🎆🎆