Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Liburan yang Berbeda


__ADS_3

Setelah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya akhirnya tanpa terasa satu minggupun telah berlalu. dan disinilah mereka sekarang. sebuah bandara dengan jet pribadi milik keluarga Prasetia sudah siap mengantar mereka sekeluarga untuk liburan tahunan mereka. rasanya tiap orang sangat antusias. apalagi ini pengalaman pertama bagi beberapa anggota keluarga itu mengunjungi negara Spanyol. tampak tuan dan nyonya Prasetia sudah tiba di bandara disusul Eka dan Rina. selang beberapa menit menyusul Tiara. sahaja dan jingga pun menampakkan diri setelahnya. "baiklah. karna semua sudah disini, sebaiknya kita segera berangkat. ayo semuanya kita bergerak sekarang." titah tuan Putra yg sangat bersemangat berjalan memimpin barisan dengan semangat 45. setelah melewati beberapa negara untuk transit akhirnya rombongan keluarga Prasetia tiba di Spanyol. dibandara mereka sudah disambut oleh orang suruhan rekan bisnis tuan putra untuk mengantarkan mereka langsung menuju mansionnya. Yap. tuan putra memang memiliki kenalan lama di spanyol yg juga orang Indonesia asli tapi sudah menjadi WNA dan berdomisili lama disana. dia lah tuan barra Prakasa. lelaki paruh baya itu hanya hidup berdua dengan cucu semata wayangnya Sebastian Prakasa. istrinya sudah lama sekali meninggal. selang 11 tahun ia pun harus kehilangan anak tunggal dan menantu kesayangannya. orangtua Sebastian meninggal dikarenakan sebuah tragedi kecelakaan pesawat yg meledak diudara. saat itu Sebastian masih berumur 10 tahun. semenjak kejadian pesawat yg menewaskan orangtuanya itu Sebastian kecilpun tinggal dimansion kakeknya sampai dengan saat ini. Sebastian sendiri saat ini sedang berada di Indonesia demi menghadiri pertunangan sahabat karibnya. tuan Barra sangat senang menyambut kehadiran rombongan Prasetia sekeluarga. mansion yg biasanya lenggang dan sepi kini menjadi lebih ramai terutama karna keributan keributan kecil yg selalu ada antara sahaja dan jingga. Kali ini pertengkaran mereka disebabkan karna Sahaja yg ingin mengunjungi destinaty tempat wisata yg memang sangat terkenal di kota itu besok, dibantah jingga dengan mengajak semua rombongan berbelanja terlebih dahulu. mereka terus berdebat dan perdebatan itu sampai juga di meja makan.


" bagaimana dengan menu hidangannya? apakah kalian menyukainya? saya harap menu jamuan makan malam ini masih bisa diterima dengan baik dilidah kalian semua. maaf, tidak bisa menghidangkan menu khas Indonesia karna staf bagian dapur saya hanya bisa membuat masakan daerah sini." tuan Prakasa memulai kata sambutannya sambil menjamu tamunya di meja makan yg sangat luas, berkelas dan sangat elegan. menu yg di hidangkan pun memang pilihan yg terbaik dan sangat disukai dinegaranya.


"semua menu yg ada disini sangat lezat tuan. saya masih bisa menerimanya dengan sangat baik dilidah saya.mungkin saat saya nanti kembali ketanah air, saya akan merindukan makanan ini lagi." sahaja berkata dengan tutur bahasa yg sopan dan sangat manis. semua itu ia lakukan demi nama baik papanya terutama kakeknya didepan sahabatnya itu. padahal kalau dia boleh jujur, masakan ini rasanya sangat aneh dan sangat tidak cocok dilidahnya.

__ADS_1


tuan Prakasa sangat puas dengan jawaban Sahaja dan diam diam memperhatikan gerak gerik gadis manis dan cantik itu. sahaja juga sangat sopan menurut penilaiannya. semakin lama dia semakin merasa tertarik dengan gadis yg kini sedang duduk makan dengan sangat sopan dan berkelas menurut pandangannya. walaupun dari segi penampilan masih kalah jauh dari gadis yg ada di sebelahnya tapi justru kesederhanaannya itu yg semakin membuatnya tertarik pada Sahaja. dalam hati dia berharap rencananya yg datang secara tiba tiba ini akan mendapat lampu hijau dari sahabatnya tuan Putra. tapi rasa kagum itu tak akan berumur panjang karna kini ada sepasang mata lain yg sudah seperti sinar laser memindai pergerakan mata tuan Barra. tatapan curi curi pandangnya seolah terbaca dengan sangat jelas oleh si sahabat gesrek yg sedari tadi duduk anteng di sebelah Sahaja. Jingga pun memulai aksinya demi menunjukkan bakat terpendam Sahaja yaitu ngomel ngedumel berkepanjangan ; spesial didepan tuan Barra.


jingga yg mulai menyikut nyikut sahaja tidak mendapat respon yg diinginkannya. sahaja hanya menolehnya sesaat sambil sedikit menggerakkan dagunya kearah jingga seolah bertanya "ada apa_an" ? dengan nada ketus pastinya.


" ok. sekarang. show time... "

__ADS_1


take two. standby - get ready - and... action. batinnya lagi.


dan penampakan sahaja asli pun dimulai.😂😀🤪😝🙏


❤️❤️❤️hallo Kaka Kaka cantik, mbak mbak cute, Bu ibu keceh. salam kenal yaa semuah.. aku penulis baru. masih fress dari oven. ini karya pertama aku. masih banyak kekurangan sana ke sini. tulisan pun masih belepotan. arap maklum ya Mak.. kalo berkenan sebelum lanjut bab berikutnya mohon pencet vote, atau pencet like atau ketik komen pada tempatnya yg berguna untuk jadi moodbooster si otor kacangan ini. terima kasih.❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2