
Jingga sudah sangat kesal dan terheran heran sendiri dengan kelakuan suaminya seharian ini. dimulai dari pagi hari sang suami masih bersikap "normal" karna seperti hari hari biasanya, suami tampannya itu akan selalu mengikuti kemanapun dia melangkah di rumah mereka.😅
lalu siang harinya, saat mereka berkunjung ke mansion kakeknya, suaminya itu tiba tiba bersikap tak biasa dengan mendiamkannya dan bersikap dingin padanya. lalu dimeja makan tadi sifat asli suaminya yg sangat posesif kepada nya kembali lagi dan meningkat 2 kali lipat dari biasanya. dan saat dirinya sudah bersiap siap keluar demi memenuhi ajakan kakek Barra dan kakek Putra, lagi lagi sifat suami posesif nya itu keluar dan dengan kemampuan verbalnya yg sangat baik dan mumpuni mampu meyakinkan para orang tua untuk tidak menyertakan Jingga ikut serta menghadiri dan mendatangi pesta kecil kecilan penyambutan cucu sahabat sang kakek yg katanya sangat tampan itu. alhasil, tinggalnya Jingga di mansion itu bersama dengan suaminya dan kedua bayi kembarnya yg sedang asik bermain dengan para baby sister mereka dengan pengawalan yg sangat ketat.
Dari siang tadi Arlan terus berjuang mendapatkan kata maaf dari istri cantiknya itu dan Jingga pun sepertinya enggan untuk sekedar berbicara dengannya. bukan karna ia tak ingin memaafkan suaminya itu, tetapi lebih kepada ia yg masih syok dan terkejut dengan sikap suaminya yg tiba tiba mendiamkannya. jauh dilubuk hatinya dia sangat takut kalau kalau suaminya itu sudah tidak mencintainya lagi. dia yg dulu sangat berharap suaminya bersikap biasa kepadanya layaknya suami suami pada umumnya mendadak merasakan sakit yg amat sangat saat didiamkan oleh Arlan hanya beberapa menit saja. diam diam dia merasa sangat bersyukur didalam hatinya karna aksi "diam" suaminya itu tidak berlangsung lama. tak dapat dia bayangkan apa jadinya kalau suaminya itu mendiamkannya berhari hari Karna sesaat saja rasanya sudah sangat nyesak didada. dan setiap kali dia bertanya alasannya kepada Arlan kenapa tiba tiba mendiamkan seperti tadi siang, Arlan hanya berkelit dan menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lain yg membuat dirinya sedikit kecewa dan curiga.
"yang.. kok gak ikut makan malam sih tadi di meja makan..?? kenapa malah makan di sini. mas kesepian lho tadi dimeja makan. soalnya kakek, papa sama Mama belum pada balik, Tian sama Sahaja juga udah pulang ke rumahnya tadi sore." Arlan tetap bersikap manis dan berusaha mengabil hati istrinya itu dengan bersikap lembut, menyeka sisa sisa makanan di bibir ranum istrinya itu.
Jingga yg tak merespon sikap suaminya itu langsung berlalu dari kamar mereka menuju balkon kamar mereka yg dilengkapi dengan sofa cantik dan nyaman.
__ADS_1
Jingga berusaha menenangkan dan menjernihkan pikirannya dengan sedikit mencari udara segar diluar. mood ibu hamil yg bergejolak dalam dirinya membuatnya perasaannya sedikit melankolis malam ini. beruntung hal itu tidak menggangu perannya sebagai seorang ibu. dia tetap memantau putra putra kembar nya dan menemani mereka sampai tertidur lelap. angin malam yg dingin memuat kulit putih nan mulus nya sedikit meremang. hal ini sedikit banyak mengusik kenyamanan Jingga yg tiba tiba merasakan selimut lembut nan hangat membalut tubuh indahnya disusul dengan kedua tangan kekar suaminya yg memeluk erat tubuhnya dari arah belakang.
”sampai kapan kau mau mendiamkanku... hehmm..." suara maskulin Arlan terdengar sedikit bergetar di telinga Jingga.
dengan penuh damba suaminya itu mengecup basah bahu nya yg sedikit terbuka dan berlanjut sampai ke seluruh wajah cantiknya. kecupan dan kata maaf dari bibir seksi suami tampannya itu silih berganti menghujaninya yg membuat Jingga mau tak mau membalikkan tubuhnya, menangkup wajah tampan suaminya itu dan dengan mata yg sama sama basah ia pun mengecup sayang bibir seksi Arlan yg siang tadi sempat mendiamkannya yg membuat perasaannya saat itu galau tak menentu. setelah kecupan yg berlanjut dengan ciuman panas itu mereka akhiri, Jingga yg saat ini sedang ada dalam pangkuan Arlan bersandar nyaman di dada bidang suaminya itu.
"jadi .. mas mau cerita gak kenapa diamin aku siang tadi ..? itu rasanya nyesek banget di sini tau gak mas..." Jingga membawa tangan suaminya itu merasakan debaran jantungnya.
"ya.. udah kalau mas malu bucin sama aku..."
Arlan hanya tersenyum simpul dengan sikap manja istrinya itu yg detik berikutnya Jingga merasakan tubuhnya melayang dalam dekapan tangan tangan kekar suaminya itu.
__ADS_1
"ehhh.. mas.. apa apaan sih... turunin aku.. tadi katanya.. mas malu dikatain bucin sama kak Tian...." dengan pura pura ngambek Jingga berusaha menolak perlakuan romantis suaminya itu.
"justru.. sekarang mas mau buktiin ke kamu Betapa besar cintanya mas buat kamu sayang.."
dengan senyum bahagia Jingga pun mengalungkan tangannya ke leher kokoh suaminya itu. tidak ada lagi penolakan karna dia pun ingin memberikan bukti yg sama betapa dalam cinta yg ia miliki untuk seorang laki laki yg dulu pernah menjadi "pemuja rahasia" nya itu. dan malam ini Arlan kembali memuja Dewi dalam hidupnya itu dengan segenap jiwa dan raganya dengan caranya sendiri. dengan lembut dan berhati hati agar ia tak sampai menyakiti buah cintanya yg sedang bersemayam di rahim istrinya itu, Arlan kembali melontarkan sang istri merengkuh indahnya surga dunia mereka. penyatuan penuh cinta mereka malam ini membuktikan dalamnya cinta yg mereka rasakan satu sama lain dengan saling memberi dan menerima ungkapan cinta yg tulus dari sentuhan hangat pasangan halalnya itu.
Berharap, kisah mereka akan abadi dan menginspirasi anak anak bahkan cucu cucu mereka kelak, bahwa cinta sejati yg tulus akan membawamu ke jalan kebahagiaan yg sejati pula.
❤️❤️😘😘😘🥰🥰🥰😍😍😍❤️❤️
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1