
setelah mengantarkan kepergian kakek dan pamannya dibandara tadi, Sebastian dan juga Arlan bergegas untuk pulang ke rumah mereka. rasa lelah dan penat yg mereka rasakan seolah olah akan seketika hilang dan terobati jika sudah memeluk istri tercintanya itu. untuk sementara waktu kakek Barra akan membawa Rangga pulang ke mansion mereka yg ada di Spanyol. mereka memang butuh waktu berdua agar lebih dekat untuk saling mengenal satu sama lain. kakek Barra meyakini bahwa ikatan batin dari dua insan manusia yg memiliki hubungan darah tidak akan pernah bisa terputus walau dipisahkan oleh jarak dan waktu. dia berjanji akan menghabiskan sisa waktu hidupnya yg tinggal sedikit ini untuk menyembuhkan putranya dari kebutaannya. itulah sebabnya, setibanya disana kakek Barra juga akan langsung bertindak cepat mencari pendonor mata yg cocok untuk putranya yg baru ia temukan itu agar Rangga bisa melihat dunia lagi.
di rumah Sebastian,
waktu sudah menunjukkan pukul 02.30 pagi saat Sebastian tiba dirumahnya. dirinya yg mengendap endap masuk ke kamarnya saat membuka pintu kamarnya melihat sang istri sudah terlelap dalam tidurnya. sendirian. dalam hati ia bersorak senang karna istrinya tidak tidur ditemani oleh mama mertuanya. saat dirinya bersiap siap naik ke atas ranjang untuk memeluk manja bidadari cantiknya itu, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan Rina, sang mama mertua keluar dari arah pintu. awalnya mereka sama sama kaget. untunglah kedua nya bisa saling menguasai keterkejutannya dan Rina pun langsung berlalu dari kamar itu tanpa suara agar tidak menggangu tidur lelap sang putri dan dengan sengaja ia menarik sebelah telinga sang menantu agar ikut juga dengannya karna tadinya Rina sudah mengajaknya untuk keluar dari kamar itu secara baik baik dengan isyarat tangan tapi bak anak kecil Sebastian menggeleng dan pura pura pasang tampang memelas. sesampainya di luar Rina meminta Sebastian mengambilkannya kotak obat. Sebastian pun menurut saja dan setelah mendapat kotak obat itu ia menyerahkannya kepada sang mama mertua yg sewaktu waktu bisa berubah jadi galak layaknya macan.
"duduk dekan mama!! sekarang kamu jelaskan sama mama apa yg sedang kamu lakukan tadi."
sambil mengobati luka luka lecet di wajah dan tangan Sebastian, Rina pun menatapnya tenang menunggu penjelasan dari menantu kesayangannya itu yg sudah ia anggap seperti putranya sendiri.
__ADS_1
Sebastian yg melihat keseriusan dan juga rasa khawatir diwajah mertuanya itu akhirnya menjelaskan kegiatan penyelamatan dadakan yg baru saja mereka selesaikan bersama Arlan dengan sukses dan dengan hasil yg sangat gemilang. dia juga mengatakan bahwa ternyata ayahnya Jingga adalah paman kandungnya yg berarti Jingga adalah adiknya juga. dia tidak bisa menjelaskan secara detail bagaimana pamannya itu bisa terpisah dari keluarga mereka sejak pamannya itu masih bayi tapi dia sangat bersyukur karena saat melihat Rangga dia merasa ayahnya hidup kembali. dia juga meminta Rina agar jangan dulu memberitahukan ini kepada istrinya dan juga istri Arlan tapi dia sendiri yg akan menceritakan ini kepada Tiara saat dia menemuinya besok pagi. Rina yg awalnya terkejut dengan fakta yg baru saja didengarnya ini akhirnya bernafas lega karna semuanya berakhir dengan baik dan kedua menantu kebanggan keluarga mereka itu pun pulang dalam keadaan selamat. dia berharap suatu saat Jingga dan Tiara bisa memaafkan kesalahan Rangga dimasa lalu agar keluarga besar mereka dapat berkumpul menjadi semakin lengkap.
esok paginya kabar mengenai terjadinya perampokan dan penculikan dirumah pengusaha Rangga Ramadhan tersebar luas baik media cetak maupun elektronik. dari berita penculikan kabar itu pun berlanjut dengan pagi harinya telah ditemukan di dasar jurang sebuah mobil Van yg diduga digunakan perampok untuk menculik Rangga dan Sandra, istrinya. tapi naas ke enam korban yg ada didalam mobil Van itu hangus terbakar. 2 diantaranya diyakini sebagai Rangga dan Sandra karna tangan mereka yg terikat ke belakang dan juga pakaian yg mereka kenakan. 4 korban lainnya telah di yakini sebagai komplotan penculik dan perampok dari pakaian mereka yg serba hitam dan sisa topeng yg terbakar diwajahnya. barang bukti berupa koper yg berisikan perhiasaan dan uang juga sudah di amankan pihak berwajib.
sementara demi menutupi berita itu terlihat dari Sahaja apalagi Jingga, suami suami mereka mengajak istrinya itu bermain kepantai yg masih ada di kota itu, agar istrinya tidak telalu kecapaian di perjalanan kedua wanita hamil tua itu malah mengalami pecah ketuban barengan, dan dengan segera mobil berputar arah menuju rumah sakit Prasetia.
"aaarrrrgghhhhhh.... tiiiiiddaaaakkkkk.... saandraa pputrrriiiikuuu.. tiidddaaaaaakkk....." sambil menangisi kepergian putrinya Panji Septiadi meraung Raung bak singa yg terluka. dengan gemuruh didadanya dia memberi perintah kepada semua bawahannya yg sudah berkumpul di hadapannya yg berjumlah lebih dari 300 orang itu.
"kerahkan semua anggota. selidiki dan cari orang orang yg ada di balik peristiwa ini. lakukan dengan hati hati agar musuh tidak curiga. kalau sudah ketemu bari tahu padaku agar aku sendiri yg akan membuat perhitungan kepada mereka.!!!!!"
__ADS_1
BAIK TUAN... LAKSANAKAN..!!!!
ratusan barisan itu pun bergerak cepat melaksanakan perintah dari tuan besarnya itu.
dengan amarah yg berkecamuk didadanya Panji pun berucap ;
TUNGGU PEMBALASANKU.... !!!!!
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1